Masih ingat Ria Resty Fauzy, penyanyi yang pernah menjadi ikon musik Indonesia diera 80—90-an ? Lebih dari dua dekati, penyanyi yang populer dengan lagu-lagu seperti ‘ Cintaku Sedalam Lautan Atlantik`, `Sinar Matamu Bagai Besi Sembrani`, `Cintaku Sampai ke Ethiopia`, `Sepatu Dari Kulit Rusa` hingga `Kututup Layar Cintaku`, kembali membuktikan kosistenti di dunia musik

Karir Ria terhenti setelah melahirkan anak pertama. Ia sempat beralih profesi, bekerja disebuah bank, kemudian menjadi staf Humas di TVRI. Pekerjaan itu tak lama ditekuni, setelah digoda oleh senior Eddy Silitongga.
Ria, ingat bagaimana Eddy mengodanya bahwa ia tak cocok bekerja sebagai karyawan. Ditambah lagi ketika karirnya masih bagus, sehingga sayang untuk ditinggalkan. “ Ngapain kamu begini (kerja) mendingan nyanyi bisa lompat sana lompat sini. Dunia kamu bukan disitu (karyawan), “ kenang Ria Resty.
Ria merasa mendapat tantangan. Ria menghadapi dua pilihan, kembali meneruskan karir dunia musik atau tetap bekera kantoran. Ia sempat bingungB beruntung suaminya Krisna Ryacudu, SH. MH, tak melarang Ria kembali nyanyi.
Diakui penyanyi yang kini berusia 60 tahun, ia kembali punya semangat, tanpa mengabaikan peran sebagai istri dan seorang ibu. Ria mengaku, musik sudah menjadi bagian dari hidupnya. Hanya saja durasi kegiatan show yang selama ini padat, mulai dikurangi. Ia harus membagi waktu antara keluarga dan karir.
Tentu saja Ria sangat bangga atas pencapaiannya, mahkota sebagai penyanyi terpopuler ketika diraihnya. Hampir semua lagunya jadi best seller, Lagu-lagu tersebut bukan hanya sukses di dalam negeri, tetapi juga mengantarkan namanya dikenal luas di Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Singapura. Beberapa penghargaan yang pernah didapat diantaranya 5 Golden Record, BASF Awards 1987 untuk lagu `Cintaku Sampai Ke Euthiopia
Ibundanya termasuk orang yang selalu mendukung karirnya. Setiap kegiatan show diluar kota anak-anak dititipkan pada ibunya. Adik perempuannya ikut membantu. Ria benar-benar menjalani apa yang sudah menjadi pilihannya dan passionnya sejak lama.
Ia memutuskan berhenti tak lagi berkarir dan fokus mengurus keluarga, setelah ibundanya meninggal dunia, sedangkan adik perempuan sudah menikah dan tinggal dibandung.
Sematara anaknya Dery Kristy, Ray-Ryan, sudah menginjak usia sekolah. Sedangkan si bungsu Aufar Satrya, baru berusia beberapa bulan.
Ia tak ingin meninggalkan anak dirumah meski mereka sudah remaja. “ Saya putus berhenti, enggak mau jauh dari anak-anak. Dulu ada ibu dan adik yang jagain,” kenangnya.
Meski berhenti, sesekali Ria Resty masih menerima job nyanyi. Dia masih balak balik Malaysia, Brunai, Jakarta. Setiap hari Ria Resty wajib mengantar antar jemput anak sekolah. “ Saya ngurusin anak-anak, nggak ada kegiatan lain. Saya nggak mau anak diurus suster, mereka hanya membantu. Suami nggak melarang berkarir, aku tahu diri saja, : ucapnya.
Sibuk dengan keluarga Ria Resty mengaku, komunikasi dengan teman-teman artis tak hilang. Ia aktif ikut pengajian maupun arisan. “ Untuk silaturahmi,” tegasnya. .
Sekarang Ria kembali ke dunia masik yang telah lama ditinggalkanya dengan merilis vidoa musik Rindu yang Menyiksa. “Saya ingin kembali berkarya, kembali menciptakan lagu yang bisa diterima masyarakat, dan semoga `Rindu Yang Menyiksa` menjadi awal perjalanan baru itu,” ucap Ria Resty.
Ria mengaku bahagia, tepat diusianya 60 tahun, ia sukses mengelar konser 40 tahun berkarya, sekaligus merilis single terbarunya. Ria menyebut lagu ini menjadi penanda era baru penyanyi senior seperti dirinya.
Dengan lagu itu, Ria mengaku sangat bangga atas pencapaian pada usia 60 tahun, ia masih bisa membuktikan konsistensinya. Konser tersebut menjadi perayaan istimewa yang menyatukan nostalgia, apresiasi, dan semangat untuk kembali melangkah ke masa depan.
Di dukung penyanyi legendaris era 1980–1990, Ada Obbie Messakh, Endang S Taurina, Ratih Purwasih, Lies Meinawati, Julian Dekrita, Etrie Jayanti, mereka membawakan sejumlah lagu-lagu hits yang pernah membesarkan namanya
Rindu Yang Menyiksa menurut Ria bukan sekadar mengandalkan nostalgia, namun hadir sebagai bukti kualitas musik yang jujur dan penuh perasaa. “ Bagi saya, kembali bernyanyi bukan soal mengejar popularitas atau materi,” kata Ria Resty.





