Cakraline.com – Kehadiran Gunwoo dan Henny dua idola K-Pop, memberikan training kepada anggota Born Star Indonesia, membawa semangat anak-anak Indonesia yang pengen bisa jadi idola K-Pop di Korea. Kesempatan itu cukup mengejutkan buat mereka, tapi disaat yang sama juga membawa kekaguman.

“ Senang bisa ke Indonesia, memberikan tranini kepada calon-calon yang bersiap-siap untuk bisa menjadi idola K-Pop, “ ungkat Henny, yang sukses dengan single “ Look At Me’ 2019. Minggu (2/8/2026), dikawasan Sudirman Jakarta Pusat.
Gunwoo, senang bisa memberikan latihan koreografi dalam coaching clinik yang digelr born Star Indonesia. “ Mereka sudah tahu banyak soal budaya Korea, K-Pop, dan K-drama. Attitude-nya juga oke banget,’ kata Gunwoo.
Henny juga mengungkap kekaguman puluhan remaja yang berambisi bisa berkarir di Korea. Ia berpesan agar terus membangun rasa percaya diri dn tidak mudah merasa putus asa. “Aku lihat passion mereka dan percaya diri bilang kalau mereka bisa jadi besar suatu hari nanti. Sistem K-Pop itu gak mudah, gak semua bisa debut, tapi semua bisa terjadi asal gak putus asa dan terus latihan. Attitude itu yang penting dan aku lihat mereka punya,” ujar Henni.
Sabrina Irine mengatakan, Born Star Indonesia sebagai pusat traini untuk calon-calon K-Pop, sejak 2019 eksis di tanah air. Ia memberikan pengetahuan basic pada murid-muridnya, bbukan hanya diasah bakat menyanyi dan menari, tapi juga diberi informasi yang cukup soal industry entertaimant Korea Selatan.
Persiapan bukan secara bakat, tapi juga fisik dan mental pada calon artis. “Kami berusaha memberikan pengetahuan langsung soal persaingan industri, termasuk apa yang harus dipersiapkan,” ucap Sabrina Irine.
Pemahaman juga diberikan pada orangtua calon artis. ”Saya ingin mereka paham bahwa kompetisi ini gak mudah. Di sana lebih strict, jadi kuatkan pengetahuan agar tidak shock. Ada yag udah stay di sana sebagai trainee hanya bertahan beberapa bulan, malah minta balik karena tidak kuat,” kata Sabrina.
Beberapa alumni Born Star Korea yang terkenal saat ini termasuk Sojin Girl’s Day, Jinsoul eks LOONA, Kim Sohye I.O.I, Solar MAMAMOO, hingga Karina aespa. Cabang Born Star di New York di sisi lain berhasil mendebutkan Dita Karang bareng Secret Number.
Sabriba menegaskan, ditengah persaingan industri dan seleksi trainee yang sangat ketat, manajemen artis di Korea Selatan lebih suka menggaet trainee berpengalaman. Pengetahuan basic tapi penting itulah yang masuk dalam kurikulum Born Star Indonesia.
Sebagai praktisi industri dengan latar belakangan pendidikan Psikologi, fokus Sabrina Irine juga pada mental para murid. Bagaimana mereka bisa kuat menghadapi proses latihan sistem K-Pop yang superkeras, dan punya kekuatan untuk tetap bertahan.
Diungkap Sabrina, Born Star Indonesia, bekerja sama langsung dengan Born Star Korea, punya privilege soal audisi dengan agensi K-Pop. Seperti yang terjadi pada Dita Karang dari cabang New York, Born Star rutin mengirimkan murid-muridnya buat diaudisi ke agensi top 10 Korea Selatan.
Buat dia, privilege ini sangat memudahkan buat menembus industri. Sebagai orang yang sudah melihat langsung bagaimana sistem K-Pop berjalan di sana, Sabrina yakin kehadiran Born Star akan bisa melahirkan bintang baru K-Pop dari Indonesia di masa depan.
“Agensi Korea lebih suka trainee yang paham basic entertainment kayak gimana. Saya sudah menyaksikan memang sistemnya sulit. Privilege kami adalah audisi dengan agensi langsung,” tutupnya.





