P
resenter Alya Rohali membagikan kabar bahagia melalui intasgram pribadinya. Lewat beberapa unggahan foto Alya mengabarkan bahwa putrinya Diarra Annisa Rachbimi terpilih sebagai Nona Jakarta Barat 2026.

Alya mengungkapkan rasa kagumnya sebagai orang tua yang ikut menyaksikan momen Diarra menjawab pertanyaan juri. Ia sempat tak percaya, tubuhnya gemetar, saat menegangkan itu.
Alya sempat khawatir saat Diarra memutuskan mengikuti Abang None Jakarta Barat 2026. Alya punya pengalaman pribadi, ayahnya ingin fokus pada pendidikan. Karena itu ia berusaha membuktikan aktivitas diluar kampus tidak harus mengorban prestasi akademik.
Awalnya Alya menginginkan putrinya itu untuk fokus ke pendidikan. Alya ingin Diarra kuliah. Sedangkan Diarra merasa usianya 18 tahun saat yang tepat untuk ikut ajang tahunan tersebut. Diarra merasa inilah adalah kesempatan yang tepat, kebetulan momennya pas liburan kuliah. Melihat semangat Diarra, Alya menyerah. Alya pun mengaku kondisi sekarang dengan zaman dirinya dahulu berbeda.
Akhirnya Alya memberi restu Diarra untuk mengikuti jejak, mengawali karir dari Abang Nona Jakarta. ” Mungkin pressure yang paling terasa justru karena di keluarga, aku orang pertama yang ikut ajang seperti ini. Papa sebenarnya bukan nggak mendukung, tapi beliau lebih ingin aku fokus sekolah dan kuliah dulu, ” ucap Alya.
” Senang, sih. Diara bisa punya pengalaman baru yang menurut aku bakal berguna buat dia ke depannya. Soalnya dulu waktu seusia Diara, aku juga pernah ikut Abang None Jakarta Barat. Jadi aku tahu banget pengalaman ini bakal jadi bekal yang berharga,” beber Alya.
Alya berpesan pendidikan pada Diarra padatnya jadwal kegiatan Nona Jakarta tak sampai mengganggu pendidikan. ” Setelah terpilih, kegiatannya padat banget. Kita harus menjadi duta wisata, duta budaya, mewakili Jakarta di berbagai kegiatan, bahkan sampai ke luar negeri, ” ungkap Alya.
Alya percaya Diarra bisa menyesuiakan pendidikan dan kegiatan barunya. “Jadi pressure buat aku lebih ke bagaimana membuktikan kalau semuanya tetap bisa dijalani dengan baik,” kata Alya.
Diarra mengatakan, ia selalu ingat pesan orang tua, bahwa pendidikan terdepan. Ikut Abnon 2026 untuk mengisi waktu liburan kuliah. ” Aku juga sempat kepikiran hal yang sama. Tapi di saat yang bersamaan, aku merasa ini waktu yang tepat karena kebetulan lagi libur kuliah,” kata Diarra.
Ia melanjutkan,” Dari mulai audisi sampai karantina, aku memang lagi nggak ada kegiatan lain. Jadi aku bisa benar-benar fokus menjalani semua proses Abang None tanpa harus membagi waktu dengan aktivitas lain. Mungkin itu juga yang akhirnya bikin Mama mengizinkan aku ikut tahun ini.”
Menjadi anak dari figur publik kerap diidentikkan dengan ekspektasi tinggi. Namun, hal itu tidak dirasakan Diarra. Nama besar ibunda justru menjadi motivasi untuknya terus berkembang, bukan beban.
Alya tak pernah menuntut dirinya mengikuti jejak atau menyamai pencapaiannya. Alya Rohali justru selalu mengajarkan agar ia memiliki karakter dan identitasnya sendiri. ” Kalau pressure, sebenarnya aku nggak pernah ngerasa seperti itu. Dari dulu justru aku menjadikannya sebagai motivasi. Mama juga nggak pernah bilang kalau aku harus jadi seperti beliau. Yang selalu Mama bilang adalah aku harus jadi diri sendiri, punya karakter sendiri. Memang banyak hal yang aku pelajari dari Mama, tapi tetap aku jalani dengan caraku sendiri,” kata Diarra.
Diarra menceritakan pengalaman setelah terpilih. “Senang banget sama pengalaman yang aku dapetin. Selama kurang lebih satu sampai satu setengah bulan, setiap hari aku belajar banyak hal baru. Dapet banyak insight, pengalaman baru, teman-teman baru, sampai keluarga baru juga, ” ucap penuh rasa bangga.
Salah satu yang kenangan paling membekas menurut Diarra, saat berada dikarantina semua peserta saling support. ” Kekeluargaannya kuat banget. Semuanya saling support, saling bantu, dan selalu ada buat satu sama lain. Jadi aku bersyukur banget bisa dapet pengalaman itu,” jelasnya.






