Di film terbarunya Acha Septriasa kembali bermain film bergenre horor Munafik. Acha Septriasa kembali menunjukkan eksistentinya dalam dunia akting film horor, setelah sukses berakting dalam film Qodrat 2. Kali ini Acha memerankan karakter Fitri, remake dari film legendaries asal Malaysia yang sukses besar di 2016.

Acha Septriasa mengungkapkan antusiasmenya saat dipercaya memerakan karakter Fitri yang memiliki posisi sakrala dalam cerita Munafik, karena, menjadi sumber dari adegan kerasukan yang plaing diingat penonton. Ia merasa bangga bisa meneruskan ikon tersebut dalam balutan budaya Indonesia. “ Saya dapat privilege untuk bisa memainkan karakter box office. Film yang fenomela di Malaysia dulu dengan jalan cerita dari tempat saya tumbuh, kelahiran saya, gitu loh, “ ungkap Acha Septriasa.
Dibawah arahan sutradara Guntur Suharyanto, film ini mengangkat tema keagamaan, spiritulitas, dan horo dengan sentuhan local Indonesia yang kuat. “ Dulu karakternya Maria, sekarang namangya Fitri, cerita anak yang tumbuh dikalangan pedesaan. Film ini sangat eksploratif dan challenging gitu,” ujar Acha.
Bagi aktirs kelahiran 1 Septermber 1989 itu. naskah film tersebut memberikan pengalaman yang sangat berbeda secara emosional. Ia merasa terkesan denan dengan kedalaman cerita yang disuguhkan. “Adegan kerasukan itu sangat menguras emosional. Saya berusaha bermain sesempurna mungkin,” bebernya.
Acha menceritakan, versi Indonesia lebih menampilkan intensitas aksi yang tinggi dibanding aslinya. Untuk melakuka adengan membutuhkan fisik yang kuat. “ Adegan yang saya lakukan, banyak adegan berbahaya, saya menikmati proses itu,” kata Acha Septiasa.
Tangtangan terbesar selama syutinh adalah ketika ia harus melakukan adegan yang paling ikonik, yakni adengan merayap dinding. Karena adegan itu terlalu berat, ia harus melakukan adengan seperti adengan Spiderman, memanjat dinding setinggi tujuh meter.
Semula adegan dicoba dilakukan Acha sendiri, namun harus dilakukan oleh pemeran penganti. Diakui Acha, ia sudah beberapa kali mencoba, namun adegan itu terlalu berat dan berbahaya. Ia mengalami kesulitan.
“ Ada adegan yang manjat temboknya kayak cicak itu, sling-nya dipasang di bagian samping, ternyata berat sekali. Dan saya kesulitan ya untuk melakukan adegan itu, merangkak ketika sling dipasang tubuh harus lurus tegak. Tap badan saya terlihat cenderung miring, cukup berbahaya, demi keamanan maka dilakukan oleh pemeran penganti, “ jelas Acha.
Difilm ini Acha Septriasa senang bisa kembali berakting bersama Arya Saloka, setelah lebih 10 tahun tak terlibat dalam satu proyek film. Arya Saloka memerankan karekter ustad Adam, tokoh yang berjuang melawan kekuatan jahat.
Acha tak mengalami kesulitan mendalami karakter Fitri, seorang perawat yang tak menerima kehilangan ibunya. Kematian sang ibu membawa dampak negatif pada dirinya, konsisi tersebut semakin tak membaik ketika ayahnya menikah kembali. Fitri memendam amarah yang luar biasa sehingga mengalami kerusakan iblis.
“ Jadi banyak kemarahan didalam dirinya sendiri, sehingga tak menyalahkan tuhan, tak percaya takdir, sehingga Fitri diganggu iblis. Jadi selama proses syuting abanyak adegan emosional dan mengurang emosi,” tutup Acha Septriasa.



