Cakraline.com. Jakarta- Sebagai artis senior Ayu Azhari belakangan ini aktif di luar kegiatannya di dunia entertainment. Beberapa kali Ayu bersama rekan-rekannya terlibat dalam aksi promosi kegiatan budaya diluar negeri, Ayu juga aktif dalam peduli masyarakat Relawan Indonesia Bersatu Melawan Covid-19.

Kini Ketua Perempuan Muslimah Amanah PAN DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu itu sedang menjalankan dua bisnisnya yakni batik dan minuman kopi. Rupanya Ayu sudah sejak kecil hingga remaja akrab dengan dunia bisnis.
Ayu ingin bermanfaat bagi orang lain dan lingkungannya. Sebab itu Ayu aktif melakukan kegiatan sosial membantu masyarakat,
”Sebenarnya sudah kenal jauh dunia bisnis sebelum masa remaja, dari anak- anak sudah belajar wirausaha, dari buka perpustakaan, disewakan ke teman teman, jual popcorn di pengajian nenek saya,”ungkap Ayu Azhari dalam acara virtual Ngopi Daring Bela Negara, di kantor Kementerian Pertahanan RI, Rabu (22/9/2021), bersama Dr Dewi Motik Pramono M.Si.
Ngopi Daring di inisiasi oleh Bela Negara Kementerian Pertahanan RI, dihadiri Meyjen TNI Dadang Hendrayudha, Dirjen Potensi Pertahanan Kemhan RI, Brigjen TNI Jubei Levianto Direktur Bela Negara, Vena Malinda dan Dr Kh. Muhammad Zakki M.Si, Pengasuh Pesantren Mukimin Mandiri, Enterprenuer, dengan tema Usaha Mandiri Usaha Semua.
Istri musisi Make Tramp menceritakan pengalamannya maupun kegagalan dimasa remaja menjalani kegiatan bisnis. Ayu berhenti menekuni kegiatan itu setelah menjadi model. ” Sempat berhenti (jualan) pas sudah ikut modeling, syuting. Kembali kepikiran untuk bisnis lagi disaat saya banyak berkegiatan dengan masyarakat, lalu saya berpikir apa yang saya bisa berikan kepada mereka,” tutur Ayu.
Ayu baru tertarik kembali dengan bisnis sejak 10 tahun lalu. ”Sekitar 10- 15 tahun lalu, saya lihat ada batik Gentongan yang belum dikenal, kemudian saya bawa ke kementrian Pariwisata untuk saya bawa ke Belanda untuk pameran, alhamdulillah batiknya dikenal dan menjadi salah satu ikon batik indonesia batik Gentongan ini,” paparnya.
Ayu bahagia ketika melihat usahanya terus berkembang. ”Sekarang usaha kopi untuk membantu pegiat kopi dan petani kopi Indonesia. Saya ingin memperkenalkan masyarakat Indonesia yang kualitas kopinya bagus ke dunia,” ujarnya
Sejak lima tahun lalu Ayu sudah merintis usaha kopi dengan nama Khadijah Kopi, ia bekerjasama dengan sebuah pesantren di Jawa Timur. Ia juga mempunyai komunitas pecinta kopi, Barista bersama anak-anak muda milenial.
Dalam mengembangkan usaha itu, salah satu cara yang dilakukan Ayu adalah turut melatih petani kopi sampai pemasarannyanya. “Bagaimana cara petik kopi yang baik dan proses pembuatan kopi yang baik. Saya buka usaha niat membantu pelaku UMKM,” kata Ayu Azhari.
Dalam aksi bela negara Ayu mengaku banyak belajar dari sutradara Teguh Karya (alm). “Saya Belajar dari Teguh Karya, dia membuktikan bentuk bela negara dengan mengumpulkan anak berbakat untuk dilatih untuk mencapai cita-cita di dibidabg film. Jadi belajar sama dia bahwa kita harus bermanfaat buat lingkungan,” jelas Ayu Azhari.
Kegiatan sosial juga tetap dilakukan. ”Saya bergabung dengan gerakan 1000 untuk Indonesia, ini relawan nasional melawan Covid 19. Itu saya anak bantu dengan teman teman yang isoman dengan memberikan vitamin dan makanan,” beber Ayu.
Ayu bersama dengan Dewi Motik yang tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia berbagi cerita soal pentingnya menjadi pengusaha. ”Sederhana, saya sangat mengidolakan Khadijah, istri Nabi. Jadi saya berpikir, kami perempuan harus jadi pengusaha,” ujar Dewi Motik.

Pengusaha sukses itu menegaskan, peran perempuan dalam dunia usaha sangat penting. ”Saya berpikir kalau Nabi saja menikahi seorang pengusaha berarti pengusaha merupakan profesi yang sangat bagus sekali untuk perempuan tanpa meninggalkan tanggaung jawabnya, jelasnya.
Tak hanya sibuk berbisnis, Ayu dan Dewi Motik sama-sama ingin bisa berkontribusi untuk Indonesia di masa Pandemi Covid-19 “Selama apa yang saya lalukan banyak manfaatnya untuk orang lain, langsung kerjain karena untuk negara,” ungkap Dewi.
Dewi Motik berbagi pengalaman dengan Ayu, ia menyarankan kalau menekuni dunia bisnis jangan mudah menyerah, jika menemui hambatan. ”Semua orang punya persoalan dan yang paling penting persoalan itu jadi solusinya dan saya bersyukur lahir dari orangtua yang berada tapi ayah saya sangat keras dengan agama dan tegas sekali untuk memberikan pendidikan karakter,” tutur Dewi Motik .
Sementara Brigjen TNI Jubei Levianto Direktur Bela Negara, menegaskan pentingnya peran usaha mandiri bagian dari bela negara dan membuka lapangan kerja.
“Saya membayangkan kalau semua pengusaha kita punya misi seperti mbak Ayu, mbak Vena dan Bunda Dewi Motik, mas Nur dan Kiay Zakki, membangun usaha mandiri, sosial wira usaha memikirkan kesejahteraan masyarakat disekelilingnya bukan pribadinya, ini luar. Indonesia tidak akan susah. rakyat akan makmur karena pengusaha memikirkan kesejahteraan masayarakat,” ungkap Jubai Levianto.