Kehilangan James F Sudang menjadi kehilangan besar bagi industry musik air. Selama puluhan tahun, ia dikenal sebagai salah satu kompser, penulis lagu, produser dan arranger paling berpengaruh dalam perkembangan musik populer Indonesia Modern.

Keluarga mengungkapkan bahwa sehari sebelum meninggal dunia, James masih sempat menikmtai bersama istrinya dengan berkeliling area sekitar rumah mengunakan kursi roda. Mereka bahkan sempat singgah di taman dan mennikmati es krim bersama.
“ James menghembuskan napas terakhirnya didampingi istri, anak, dan keluarga terincat setelah perjuangan panjang melawan kanker paru-paru, “ tulis pihak keluarga dalam keterangannya.
Prosesi pemakaman musisi kelahiran 1 Desember 1955 dijadwalkan berlangsung di St, John Cemetery pada Senin, 11 Mei 2026 waktu setempa. Penghormatan terkahirnya akin digelar di Schwarts Brother Memorial Chapel pada Minggu, 10 Mei 2026.
James F Sundah, meninggal dunia di New York City Amerika Serikat, setelah berjuang melawan sakit kanker paru-paru pada Kamis 7 Mei 2026. Keluarga juga meminta para pelayat mengenakan pakaian bernuasn merah, ungu, biru, orangey atau warna cerah lainnya sebagai simbol perayaan kehidupan pencipta lagu Lilin-Lilin Kecil itu. Keluarga meminta agar menghindari pengunaan busana hitam dan putih.
James Memulia perjalanan musiknya sejak era 1970-an dan melahirkan banyak karya ikonik lintas generasi. Beberapa lagu ciptaannya yang paling fenomenal diantaranya Lilin-Lilin Kecil,dirilis pertama kali tahun 1977. Disusul September Ceria di nyanyikan oleh Vina Panduwinata, “ Ironi, Astaga hingga When You Came Into My Life.
Lagu When You Came Inti My Life, menjdai salah satu karya internasional James karena diciptalan bersama Titiek Puspa, Scorpion memalui personel mereka Klaus Miene dan Rudolf Schenker.
Lagu-lagu ciptaannya pernah dinyanyikan sederet musisi besar seperti Chrisye, Ruth Sahanaya, Krisdayanti, Titi DJ, Nicky Astria, Hingga Sheila Madjid. Tahun 2025 James sempat merilis karya terakhir dinyanyiak Claudia Emmanuela Santoso, Lagu itu dipersembahkan khususs untuk sang istri, Pricilia Sundah Suntoso.





