Seorang mahasiswi aktif Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) jurusan Ilmu Komunikasi, Gita Septia Wardani (20) menjadi salah satu korban tewas dalam insiden kecelakaan kereta api di Bekasi Timur.

Gita tercatat sebagai mahasiswa kelas 44.6A.37 Kampus Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta rekan-rekan kampus yang mengenalnya sebagai sosok muda penuh semangat dalam menempuh pendidikan.
Rajihun, kakek Gita bercerita, sebelum kejadian, Gita sudah memberitahu orangtuanya melalui whatsapp bahwa dirinya akan sampai 10 menit lagi di Stasiun Cibitung. Namun Gita tak muncul, padahal ayahnya sudah menunggu di stasiun tersebut.
Keluarga Gita yakin Gita ada dalam kereta yang mengalami tabrakan itu. Mereka mencari Gita di sejumlah rumah sakit yang menjadi rujukan korban-korban kecelakaan. Pencarian keluarga Gita menemukan titik temu setelah 10 jenazah para teridentifikasi di RS Polri, Kramat Jati. Salah satunya adalah jenazah Gita.
Insiden kecelakaan KAI di Bekasi Timur ini menambah daftar panjang tragedi transportasi yang menelan korban jiwa. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan serta proses identifikasi korban.
Kampus UBSI, khususnya Jurusan Ilmu Komunikasi turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Gita, seraya berharap keluarga diberi ketabahan menghadapi musibah ini.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhumah, mengampuni dosa-dosanya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” demikian disampaikan Kepala Program Pendidikan Imu Komunikasi UBSI, Intan Leliana.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” sambungnya.





