Cakraline. com – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan bahwa ABPEDNAS memiliki peran strategis dalam mendampingi berbagai program pemerintah di desa, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam acara tersebut, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan bahwa ABPEDNAS memiliki peran strategis dalam mendampingi berbagai program pemerintah di desa, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Melalui sistem ini, laporan keuangan desa yang dibuat kepala desa dapat dimonitor dan diverifikasi langsung. Kami juga melibatkan anggota BPD di desa untuk melakukan cross check terhadap laporan di lapangan,” ujar Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPP ABPEDNAS) menggelar Jaga Desa Awards 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Minggu (19/4).
Ketua Pengawas DPP ABPEDNAS, Reda Manthoni, menjelaskan bahwa aplikasi Jaga Desa telah terintegrasi dengan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) milik Kementerian Dalam Negeri.
Ia menambahkan, kolaborasi antara Kejaksaan dan ABPEDNAS memungkinkan pengawasan lebih efektif. Anggota BPD di setiap desa berperan memastikan kesesuaian antara laporan dan kondisi nyata, seperti pembangunan infrastruktur desa.
Menurutnya, inovasi seperti aplikasi Jaga Desa menjadi langkah konkret dalam meningkatkan akuntabilitas. Aplikasi ini juga didukung berbagai fitur, termasuk pelaporan dan konten edukatif seperti film pendek desa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dan pengawasan tata kelola desa berbasis teknologi serta partisipasi masyarakat.
Selain itu, sistem pelaporan juga diterapkan dalam program MBG. Penerima manfaat seperti guru, siswa, dan pihak sekolah dapat melaporkan kualitas makanan secara langsung melalui platform digital, lengkap dengan foto atau video sebagai bukti.
Jika ditemukan ketidaksesuaian, laporan tersebut akan ditindaklanjuti, termasuk pemberian sanksi kepada pihak terkait. Reda menyebut sanksi dapat berupa teguran hingga penghentian sementara (suspend).
Sekretaris Jenderal ABPEDNAS, Aditya Yusma, menjelaskan bahwa Jaga Desa Awards juga menjadi ajang apresiasi melalui lomba film pendek bertema desa.
“Lebih dari 3.300 desa di seluruh Indonesia berpartisipasi. Malam ini akan diumumkan delapan nominasi terbaik, satu juara umum, dan satu juara favorit,” jelasnya.
Ia menegaskan, program ini bertujuan tidak hanya mempromosikan potensi desa, tetapi juga meningkatkan pemahaman terkait tata kelola yang baik agar kepala desa terhindar dari jerat hukum.
Ke depan, ABPEDNAS berharap program Jaga Desa dapat terus dikembangkan untuk mendorong masyarakat membangun desa secara mandiri tanpa harus bergantung pada urbanisasi.
Didirikan pada 2013, organisasi ini fokus pada penguatan peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), yang sering kali terpinggirkan.
Bertujuan meminimalkan potensi penyalahgunaan wewenang dan penyimpangan dana desa, memberikan konsultasi dan bimbingan hukum bagi kepaladesa, perangkat desa, sekalgus meningkatkan pemahaman hukum aparatur desa dan warga desa serta memastikan anggaran desa tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.





