Cakraline.com. — Pengusaha di bidang kesehatan dan kecantikan Marthen Malelak membagikan perjalanan panjangnya membangun bisnis hingga sukses di industri anti-aging. Ia mengungkapkan, ketertarikannya pada dunia kesehatan sudah dimulai sejak puluhan tahun lalu.

“Kalau bicara anti-aging, itu bukan hanya soal tampilan luar, tapi juga dari dalam tubuh. Namun memang masyarakat lebih mengenalnya dari sisi kecantikan,” ujar Marthen dalam wawancara.
Menurutnya, untuk mendapatkan hasil optimal dalam perawatan kecantikan, ada tiga faktor utama yang harus berjalan beriringan, yakni kemampuan dokter, kualitas produk, serta kecanggihan alat. “Tiga hal ini harus jadi satu paket supaya hasilnya maksimal,” jelasnya.
Marthen mengaku telah terjun ke dunia anti-aging sejak 1996, saat bekerja sama dengan perusahaan asal Jepang. Dari pengalaman tersebut, ia kemudian mengembangkan bisnisnya sendiri hingga memiliki berbagai lini usaha.
Kini, ia juga menggandeng mitra dari Jepang untuk memperkuat bisnisnya, termasuk menghadirkan konsep klinik kecantikan yang berbeda. Salah satunya melalui brand Olina yang berlokasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, dengan konsep “homie” atau kekeluargaan.
“Konsepnya seperti pulang ke rumah, tapi tetap mendapatkan treatment profesional. Kami juga menghadirkan layanan yang lengkap dalam satu tempat,” ujarnya.

Perjalanan bisnis Marthen sendiri dimulai sejak usia muda. Ia mengaku sudah berjualan sejak masa sekolah menengah demi memenuhi kebutuhan pribadi, karena berasal dari keluarga sederhana. Berbagai usaha pernah dijalaninya, mulai dari menjual produk hingga membuka usaha kopi.
“Dari kecil memang sudah terbiasa cari uang sendiri, dari hal-hal sederhana. Itu sebenarnya sudah bagian dari bisnis,” katanya.
Seiring waktu, ia mendirikan berbagai perusahaan di beragam sektor. Namun, fokus utamanya tetap berada di bidang kesehatan yang menjadi passion-nya.
Dari perjalanan panjang tersebut, Marthen menekankan bahwa kunci utama meraih kesuksesan adalah konsistensi dan kejelasan tujuan. Ia juga mengingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain.
“Yang penting kita tahu tujuan kita dan konsisten. Jangan terlalu dengar orang lain, karena mereka tidak tahu mimpi kita,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegagalan dalam bisnis sering kali bukan disebabkan faktor eksternal, melainkan dari dalam diri sendiri yang kehilangan fokus dan tujuan.
“Semua orang punya kemampuan untuk sukses, tapi kadang terpengaruh hal-hal yang membuat tujuan itu memudar,” tutup Marthen.





