Wednesday, January 21, 2026
Cakraline
  • Home
  • Celebrity
    • Lifestyle
  • Female
    • Inspiratif
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Isu Khusus
  • Film & Musik
    • Fashion
    • Musik
  • travel
    • Destinasi
    • Galeri
  • Video & TV Streaming
  • Olahraga
    • Lokal
    • Internasional
  • Home
  • Celebrity
    • Lifestyle
  • Female
    • Inspiratif
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Isu Khusus
  • Film & Musik
    • Fashion
    • Musik
  • travel
    • Destinasi
    • Galeri
  • Video & TV Streaming
  • Olahraga
    • Lokal
    • Internasional
Morning News
No Result
View All Result
Home Nusantara

Disintegrasi Bangsa Terancam  Refleksi Atas Kondisi Bencana Sumatera

by sal
January 14, 2026
0
0
SHARES

READ ALSO

Ekonomi Kreatif Sebagai Mitigasi Resesi Ekonomi 2030

Menakar Peta Jalan Ekonomi Kreatif Menuju Keberlanjutan dan Kualitas

Oleh : Syamil Shafa Besayef, Ketua Umum HMI Cabang Bulaksumur 2025-2026
Y
ogyakarta. Indonesia sebagai negara kepulauan berada di titik persimpangan dua peradaban besar di utara dan selatan, dan berada di dua samudra yang menghimpit kemudian secara geologis. Bangsa ini berdiri di atas cincin panas atau ring of fire dan berada di tiga lempeng yang saling bertemu.
Syamil-Shafa-Besayef-Ketua-Umum-HMI-Bulaksumur-2025-2026
Syamil-Shafa-Besayef-Ketua-Umum-HMI-Bulaksumur-2025-2026
Sehingga tidak jarang bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, longsor dan bencana ekologis lainnya terjadi di Indonesia. Penanganan bencana alam di negara yang memiliki kondisi geografis tersebut seharusnya sudah berada di level yang mumpuni dikarenakan potensi ancaman bencana yang cukup masif.
Namun cukup disayangkan pada penanganan bencana Indonesia tidak bisa dianggap tuntas, tetapi   tidak buruk juga secara praktis.  Semisal apa yang terjadi di Sumatera dengan tiga provinsi terdampak Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.     
Bencana yang simultan terjadi secara masif, destruktif, dan cukup menyayat kemanusiaan dengan banyaknya jumlah korban dan kondisi mengenaskan di daerah tersebut. Pemerintah sebagai otoritas berwenang disatu sisi melaksanakan apa yang menjadi tugasnya seperti penerjunan tim  penanggulangan bencana, bantuan sosial, perbaikan infrastruktur dan hal lain yang dibutuhkan.
Upaya tersebut tidak dibarengi dengan sikap pemerintah yang holistik seperti kebijakan yang bisa mendamaikan hati warga yang terdampak seperti menjadikan bencana tersebut sebagai bencana nasional. Dengan melihat kondisi yang terjadi seperti banyaknya korban yang terlihat jelas dari bencana banjir dan tanah longsor besar yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara,  dan Sumatera Barat pada akhir tahun 2025.
Menurut data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per tanggal 14 Desember 2025 korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor sudah mencapai lebih dari 1.016 jiwa, dengan rincian 414 jiwa di Aceh, 349 jiwa di Sumatera Utara, dan 243 jiwa di Sumatera Barat,  ratusan orang dinyatakan hilang dan
puluhan ribu lainnya mengungsi. Jumlah pengungsi dilaporkan mencapai lebih dari 624.670 orang, dan puluhan ribu rumah, fasilitas kesehatan, sekolah, serta infrastruktur publik rusak  parah akibat bencana ini.
Syamil-Shaya-Besayef-dalam-sebuah-kegiatan
Syamil-Shaya-Besayef-dalam-sebuah-kegiatan
Data lebih lanjut dari BNPB menunjukkan bahwa total angka kematian bisa melampaui angka 1.150 orang, dengan Aceh mencatat korban paling banyak mencapai lebih dari 500 jiwa, diikuti oleh Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Selain itu, korban luka mencapai ribuan orang dan terdapat puluhan ribu jiwa warga yang harus tinggal di pos pengungsian atau shelter sementara.
Kondisi yang mengenaskan ini dan disatu sisi tidak adanya empati secara resmi dari pemerintah yang seharusnya bisa dilakukan seperti menyatakan sebagai bencana nasional, menerima bantuan dari luar negeri, dan berbagai hal lain yang bisa menuntaskan bencana tersebut secara masif.
Alhasil kita tidak bisa mengekang rasa kekecewaan masyarakat yang terdampak atas bencana ini. Beberapa daerah terdampak terkhusus di Provinsi Aceh cukup mengejutkan ketika melihat banyak bendera GAM yang dikibarkan secara terang terangan dan mengeluarkan konfrontasi dengan aparat.
Rasa kekecewaan yang muncul tidak tanpa alasan, merasa tidak diperhatikan, tidak dihargai selayaknya manusia apalagi sebagai korban bencana. Masyarakat sebagai korban seakan akan tidak merasakan ketidakadilan sosial dan seakan akan termarjinalkan oleh kehidupan berbangsa.Seperti yang diutarakan Ralf Dahrendorf seorang teoritikus sosial mengenai teori konflik yang fokus pada kondisi “pusat pinggiran” hal ini berkesinambungan dengan apa yang terjadi di Sumatera terkhusus di Aceh bahwa terjadi gap dan ketidaksepakatan antara pusat dengan daerah.
Hal ini memicu konflik secara struktural apalagi melihat fakta di daerah dan secara historis mengalami peristiwa konflik yang serupa. Ditambah bencana yang terjadi seringkali dihubungkan perubahan ekologis yang disengaja akibat perluasan lahan sawit oleh berbagai perusahaan dan disinyalir berafiliasi dengan pejabat yang berada di pusat kekuasaan. Melihat kondisi tersebut alangkah baiknya antar berbagai pihak saling menurunkan ego sektoralnya masing masing dan saling mendengarkan tanpa adanya kepentingan apapun. Mengingat fakta
yang terjadi berawal dari kondisi bencana alam yang sangat memprihatinkan bagi kemanusiaan.

Related Posts

Bali-Destinasi-Wisata-Unggulan-berkat-keberagaman-fto-Kemenpar
Nusantara

Ekonomi Kreatif Sebagai Mitigasi Resesi Ekonomi 2030

January 17, 2026
Kemenpar-Widiyanti-Putri-Wirdana-apresiasi-Kepercayaan-Wisata.-ft-Kemenpar
Nusantara

Menakar Peta Jalan Ekonomi Kreatif Menuju Keberlanjutan dan Kualitas

January 17, 2026
Nafis-Ahnaf-kakak-Syafiq-Ridhan-Ali-Razan-memandangi-foto-adiknya-pada-saat-upacara-pelepasan-jenazah-di-halaman-Masjid-Baiturrosyidin-Perumahan-Depkes-Kota-Magelang
Nusantara

Dhani Rusman Orangtua Syafiq Pendaki hilang di Gunung Slamat. ‘Terima Kasih Anak Saya ditemukan’

January 17, 2026
Teguh-Rahardjo
Nusantara

Hegemoni Oligarki Tambang dan Ilusi Transisi Energi dalam Jerat Konflik Kepentingan

January 15, 2026
Syamil-Shaya-Besayef-dalam-sebuah-kegiatan
Nusantara

Islam Sebagai Pembentuk Peradaban Bukan Sekedar Ritualistik

January 15, 2026
Tim-Medis-RSUP-dr-Kariadi-Semarang-sata-melakukan-identifikasi-korban-meninggal-kecelakaan-bus-Cahaya-Trans-ft-Istimewa
Nusantara

Korban    Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak Semarang bertambah. Bus dikemudikan Sopir 

December 22, 2025
No Result
View All Result

Recent Posts

  • Ekonomi Kreatif Sebagai Mitigasi Resesi Ekonomi 2030
  • Menakar Peta Jalan Ekonomi Kreatif Menuju Keberlanjutan dan Kualitas
  • Dhani Rusman Orangtua Syafiq Pendaki hilang di Gunung Slamat. ‘Terima Kasih Anak Saya ditemukan’
  • SPHP  Beras diperpanjang : Strategi Jitu atau Sekadar Penunda Krisis Pangan?
  • Refleksi Kebijakan Dalam Sudut Pandang Perempuan

Recent Comments

    Archives

    • January 2026
    • December 2025
    • November 2025
    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • April 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • January 2025
    • December 2024
    • November 2024
    • October 2024
    • September 2024
    • August 2024
    • July 2024
    • June 2024
    • May 2024
    • April 2024
    • March 2024
    • February 2024
    • January 2024
    • December 2023
    • November 2023
    • October 2023
    • September 2023
    • August 2023
    • July 2023
    • June 2023
    • May 2023
    • April 2023
    • March 2023
    • February 2023
    • January 2023
    • December 2022
    • November 2022
    • October 2022
    • September 2022
    • August 2022
    • July 2022
    • June 2022
    • May 2022
    • April 2022
    • March 2022
    • February 2022
    • January 2022
    • December 2021
    • November 2021
    • October 2021
    • September 2021
    • August 2021
    • July 2021
    • June 2021
    • May 2021
    • April 2021
    • March 2021
    • February 2021
    • January 2021
    • December 2020
    • November 2020
    • October 2020
    • September 2020
    • August 2020
    • July 2020
    • June 2020
    • May 2020
    • April 2020
    • March 2020
    • February 2020
    • January 2020
    • December 2019
    • November 2019
    • October 2019
    • September 2019

    Categories

    • Destinasi
    • Ekonomi
    • Event
    • Exclusive
    • Fashion
    • Film
    • Galeri
    • Inspiratif
    • Isu Khusus
    • Kolom Mahasiswa
    • Musik
    • Nusantara
    • Regional
    • Transportasi

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    • Destinasi
    • Ekonomi
    • Event
    • Exclusive
    • Fashion
    • Film
    • Galeri
    • Home
    • Inspiratif
    • Internasional
    • Isu Khusus
    • Kontak
    • Lifestyle
    • Lokal
    • Musik
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Politik
    • Regional
    • Susunan Redaksi

    © 2024 Cakraline

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Celebrity
      • Lifestyle
    • Female
      • Inspiratif
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Politik
      • Isu Khusus
    • Film & Musik
      • Fashion
      • Musik
    • travel
      • Destinasi
      • Galeri
    • Video & TV Streaming
    • Olahraga
      • Lokal
      • Internasional

    © 2024 Cakraline