Praktisi hukum Ferry Juan menanggapi rencana Ruben Onsu untuk merebut hak asuh anak dari mantan istrinya, Sarwendah.

Konflik presenter Brownies itu dengan Sarwendah semakin panas, berawal dari Ruben mengaku dipersulit untuk bertemua kedua buah hatinya. Sementara Ruben Onsu sebagai ayah sudah memenuhi kewajibannya memberi nafkah Rp. 200 jutw setiap bulan.
Ruben sejak enam bulan lalu menghentikan pemberian nafkah, karena sulit ingin bermain bersama anak anaknya
Ferry Juan melihat peluang Ruben untuk merebut kembali anaknya akan mendapat perlawanan dari mantan istrinya.
Menurut Ferry, Ruben Onsu dan Sarwendah duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahanya dengan baik-baik dan kepala dingin.
” Jika ada masalah gono gini, hutang atau apapun yang masih tersisa saat berumah tangga, selesaikan baik-baik. Jangan saling menghujat, ingat jaga perasaan anak-anak. Bagaimanapun, mereka membutuhkan cinta dan perhatian dari kedua orang tuanya untuk fondasi tumbuh kembang mereka,” ungkap Ferry Juan.
Sebagai pengacara maupun sebagai orang tua, menurut Ferry, ia pernah mengalami masa-masa sulit seperti yang dialami Ruben-Wendah.
Ferry pernah berseteru dengan mantan istrinya, Zarima Mirafsur. Keduanya sama sama berjuang keras untuk memperokeh hak pengusahan putrinya, Niquita Juan. Pengadilan memberikan hak asuh pada Ferry Juan
Ferry Juan juga mengingatkan bagi para Ibu yang mendapatkan hak asuh anak-anak dari Pengadilan, tetap memiliki kewajiban untuk mempertemukan anak-anak dengan Ayahnya, sebagaimana Pasal 14 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang berbunyi Menjamin hak setiap anak untuk dapat berhubungan langsung dengan kedua orang tuanya, bila menghalanginya dapat diancam pidana dengan hukuman penjara maksimal 7 tahun dan bagi orang lain atau bahkan keluarganya bila ikut menghalang-halangi dapat dijerat pidana turut serta membantu kejahatan.
Lanjut Ferry Juan, maka sebaiknya Ruben Onsu dan Sarwendah meluangkan waktu untuk bertemu dalam momen yang lebih hangat, tanpa kehadiran orang-orang yang dikhawatirkan bisa menambah panas suasana.
“Kasihan anak-anaknya akan terbawa terus dalam situasi konflik kedua orang tuanya,” kata Ferry Juan




