Cakraline. com – Sepekan melawati masa berkabung relawan Gerang Bareng kembali melanjutkan misi kemanusian membantu korban-korban gempa yang masih bertahan ditenda-tenda pengungsian di daerah yang terdampak gempa berkekuatan 7,7 M yang meluluhlantakkan Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026.

Tiga orang relawan masing-masing Riskiyansyah, Ustad Budi dan Agil sudah berada Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mengantikan melanjutkan tugas yang selama ini dilakukan oleh Ahmad Zaki Ali, kordinator relawan Gerak Bareng, yang meninggal dunia karena serangan jangtung pada 21 Agustus lalu.
Kematian Zaki tentu saja mengejutkan, selama 5 hari menjalankan tugas suci di garis terdepan respons bencana, menembus medan operasional yang terjal demi menyalurkan bantuan dan mengevakuasi para penyintas.
Sebelum meninggal dunia, almarhum sempat melakukan siaran langsung (live) di akun instagramnya, Dari bawah terik matahari Flores, ia membagikan momen penyaluran bantuan sambil menyelipkan pesan-pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kepedulian terhadap sesama. Pesan terakhir yang kini menjadi warisan nasehat nan abadi bagi insan kemanusiaan.
“ Tim Gerang Bareng sudah sampai di Nusa Tenggara Timur, insyaallah mereka akan melanjutkan program yang sudah dijalankan sama abang disana,” ujar Hulaifah Khanza istri almarhum Ahmad Zaki.
Hulaifah mengaku, merasa berat melepas rombongan relawan. “Terasa berat saja, terkenang, biasanya kalau setiap tim yang berangkat mereka didampingi abang. Sekarang saya yang antarkan teman-teman,” ujarnya.
Dikatakan Hulaifah, Garek Bareng, sudah menyatakan tekad bahwa mereka akan melanjutkan perjuangan yang sudah diintis oleh seniornya. “Karena abang sudah tiada,teman-teman memutuskan akin terus melajutkan kebaikan yang sudah yang dilakukan selama ini. Melakukan apa saja untuk membantu korban yang tertimpa bencana gempa di NTT,” kata Hulaifah.
Ia berharap kehadiran tim dai Jakarta, bisa membantu teman-teman relawan di daerah untuk bersama-sama meringankan beban warga. “ Jadi mudah-mudah kehadiran tim bisa membantu teman relawan di daerah,” tegasnya.
Rombongan dipimpin oleh Riskiyansyah. Riski oleh Zaki, sejak tiga bulan lalu sudah dipesan jika terjadi sesuau pada dirinya, Rizki harus meneruskan perjuangan yang sudah dirintis dengan tidak mudah.
Sosok Zaki dikenal oleh seluruh kawan relawan sebagai pribadi yang tangguh, ceria, tulus, dan selalu memilih berada di barisan paling depan setiap kali ada saudara yang membutuhkan pertolongan.
Kepergian Zaki meninggalkan kesan mendalam bagi siapa saja yang pernah berjuang bersamanya. Iyan salah seorang kerabat Zaki, menceritakan, pepergiannya menjadi pengingat abadi betapa mulianya pengorbanan para pejuang kemanusiaan di lapangan. “ Dia selalu berada didepam,” ujar Iyan.
Menurut Iyan, ia tertarik bergabung bersama, karena kerabatnya berhasil mengumpulkan anak-anak jalanan untuk dijalan ke jalan kebaikan. Menurutnya, ia mulai bergabung ketika Zai sedang giat mengumpulkan anak-anak punk untuk diajak mengaji.
Iyan mengenang, ” Zak Ngapain sih lo ngumpul orang-orang jalanan kekayak gini ? . Zaki menjawab dengan santai. “Ngumpulin saja, nanti lu pantau aja, lu lihat kedepannya apa.”
Rasa penasaran Iyan, terjawab beberapa hari kemudian. Zaki mengumpulkan anak jalanan untuk diajak untuk mengaji, belajar agama. “ Ternyata dia buat kajian dimana-mana, dirangkul anak-anak untuk belajar mengaji,” katanya.
Disisi lain Zaki kegiatan relawan tetap berjalan, jika dalam situasi normal yang membagikan beras pada masyakarat dhuafa dipinggir Jakarta. Tahun 2017 Iyan memutuskan menjadi relawann. Tahun 2024 ia bergabung dengan Gerang Bareng..
Perjuangan Zaki membesar Gerak Bareng bukan dicapai dengan mudah. Menurut Iyan, setenggah hidup dihabiskan untuk melakukan kegiatan relawan. Iyan tak ikut dalam rombongan tim yang berangkat ke NTT. Namun dia menyatakan, sewaktu waktu diminta, dia siap untuk mengabdi. Saat ini ia fokus menyelesaikan pembangunan rumah tahfid di Muara Kamal, Jakarta Barat.
“ Banyak yang harus diselesaikan,” katanya. Seminggu sebelum berangkat ke NTT menurut Iya, Zaki mengontrol semua kegiatan yang dipercayakan pada relawan.. “ Dia minta semua pekerjaan dipercepat. Dia ingin semua cepat selesai,” kata Iyan.





