Ditengah proses sidang gugatan hak asuh anak di Pengadilan, Ruben Onsu kembali mendapat ujian, ia ditetapkan sebagai tersangka dugaan penipuan dan pengelapan.

Ruben belum memberi pernyataan mengenai kasus yang sedang melilitnya. Minola Sebayang sahabat (belum ditunjuk sebagai kuasa hukum untuk perkara ini-red) baiknya mengungkapkan saat awal mulanya kejadian tersebut.
Minola Sebayang menyebut saat itu kondisi Ruben Onsu terbilang sedih. Pasalnya, akibat dari perceraian dengan Sarwendah, Ruben Onsu tak bisa memegang asetnya secara keseluruhan.
Minola menjanjikan dalam.waktu dekat Ruben akan menyelesaikan persoalan tersebut dengan rekan-rekan bisnisnya. ” Dalam waktu yang secepat mungkin masalah ini bisa diselesaikan, ya, karena ini hanya masalah komunikasi. Karena berawal dari satu hutang piutang dan kerja sama, ” kata Minola Sebayang.
“Tapi inilah yang membuat Ruben sedih, karena dia punya aset gitu lho. Karena ada peristiwa perceraian tersebut, itu membuat dia juga tidak bisa memiliki otoritas dan memiliki kebebasan untuk bisa menggunakan aset-asetnya itu sebagai alat untuk membayar kewajibannya, ya,” ujarnya.
Sehingga Ruben mengalami kesulitan menyelesaikan hutang piutang. Dikatakan Minola Sebayang, Ruben Onsu semestinya dapat membayar kewajiban tersebut mengingat nominalnya Rp3,5 miliar. Namun, lantaran peristiwa perceraian dan kecurangan karyawannya, Ruben Onsu pun terhambat untuk menunaikan kewajiban.
” Dikatakan lebih kurang 3,5 miliar itu yang dikatakan sigelapkan dan ditipu sama Ruben. Padahal ini dari versi Ruben adalah berawal dari hutang. Tapi dia mengatakan akan menyelesaikan masalah secepat mungkin, ” tegas Minola.
Ruben mengalami kesulitan menyelesaikan hutang karena bisjis tak berjalan sesuai harapan. Ada karyawan yang mengelapkan keuangan.
Sementara aset yang dimiliki saat belum bisa dijual karena masih bermasalah. Sehingga Ruben tidak bisa membayar hutang piutang.
Ruben Onsu dilaporkan oleh seseorang berinisial P atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Saat ini, kasus tersebut berjalan di Polres Jakarta Selatan.
Minola menyatakan, hal itu berawal dari Ruben Onsu yang membutuhkan uang. Saat itu, Ruben Onsu pun melakukan peminjaman uang.
“Ruben bercerita masalah itu berawal dari Ruben butuh uang, ya. Butuh uang, dia butuh pinjaman, maka dia pinjam uang. Jadi awalnya itu adalah pinjaman,” jelas Minola.
Dari peminjaman uang tersebut, tercetus ide untuk melakukan kerja sama bisnis. Dimana dalam bisnis tersebut, Ruben Onsu memiliki kewajiban dan hak.
“Namun ada usulan atau ide, bagaimana kalau misalnya kemudian juga ada kerja sama, ya, kerja sama dalam kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan oleh pihak yang memberikan pinjaman ini,” kata Minola Sebayang.
Dari kerjasama itu bisa diperhitungkan berapa kewajiban Ruben dan beraoa hanya Ruben, jika kerjasamanitu berjakan.
” Jadi begini, kalau investasi kan berarti kan Ruben menyuntikkan anggaran, kan begitu ya? Kalau menurut cerita Ruben ke saya kan ini kerja sama. Jadi memang niatnya minjam uang gitu, tapi kemudian ada ide bagaimana kalau kerja sama Ruben digunakan untuk kepentingan perusahaan itu yang saling menguntungkan. Dan kemudian akan ada imbalan dan kemudian imbalan itu akan diperhitungkan sebagai pembayaran dari kewajiban, ” beber Minola.
Dalam perjalanan kerjasama terhenti atas keinginan yang meminjamkan uang. ” Nah, hutang ini kemudian berubah menjadi satu kewajiban dalam bentuk lain, ya,”ujarnya.
Menurut Minola Sebayang, usai perceraian dengan Sarwendah pada 2024, Ruben Onsu meminjam uang tersebut di tahun 2025. Menurutnya saat itu Ruben Onsu menghadapi berbagai peristiwa.
“Juni 2024 Ruben baru berpisah, baru bercerai, dan kemudian di 2024 hingga 2025, ketika Ruben itu pinjam uang itu, banyak peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Ruben, ya,” terangnya.
Menurut Minola Sebayang, saat itu Ruben Onsu dihadapkan dengan masalah keuangan. Salah satu masalah keuangan yang dihadapi Ruben Onsu yaitu terkait masalah rumah.
“Banyak peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Ruben, ya. Pertama tentu adalah biaya-biaya untuk rumah, ya Ruben bilang seperti itu. Kemudian biaya-biaya nafkah yang tidak kecil yang harus disiapkan oleh Ruben. Belum lagi cicilan-cicilan yang perlu diselesaikan. Termasuk gaji karyawan gitu ya, karena ada satu peristiwa juga yang membuat perusahaan Ruben tidak berjalan dengan baik karena ada kecurangan yang dilakukan oleh orang yang dia percaya. Dan itu membuat Ruben banyak mengalami kerugian. ” tutupnya





