Cakraline.com Jakarta- Di tengah pembicaraan tentang kecantikan dan perawatan kulit, Jennifer menempatkan kepercayaan diri sebagai hal yang tidak kalah penting. Menurut dia, penampilan memang dapat memengaruhi perasaan seseorang terhadap dirinya sendiri, tetapi keyakinan yang kuat perlu dibangun dari dalam.

“Kepercayaan diri datang dari dalam. Jadi, penting bagi kita untuk mulai dengan merasa baik terhadap diri sendiri,” ujar ibu dari Kiyomi Bachdim, Kenji Zizou Bachdim, Kiyoji Kaynem Bachdim dan Kiro Zayden Bachdim itu.
Ia menyadari bahwa perempuan memiliki banyak tanggung jawab yang harus dijalankan. Karena itu, menjaga diri sendiri, termasuk memperhatikan kesehatan mental, menjadi bagian dari upaya untuk tetap merasa baik ketika menghadapi berbagai tuntutan.
Jennifer juga ingin perempuan memahami bahwa merawat diri bukanlah perlombaan untuk terlihat paling muda. Setiap orang memiliki kondisi, kebutuhan, dan perjalanan yang berbeda. Hal terpenting adalah menemukan cara merawat diri yang sesuai, kemudian menjalaninya secara konsisten.
Baginya, kulit yang sehat dan terawat dapat menjadi salah satu hal yang membantu perempuan merasa lebih nyaman dengan penampilannya. Namun, makna kecantikan tidak berhenti pada kondisi fisik. Ada pula penerimaan diri, pengalaman hidup, dan keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri.
Memasuki usia 40 tahun, Jennifer ingin terus menunjukkan bahwa perempuan tidak perlu kehilangan keyakinan hanya karena tubuh dan penampilannya berubah. Ia juga tidak ingin kesibukan mengurus keluarga menjadi alasan untuk melupakan kebutuhan pribadi.
Pesannya sederhana, tetapi dekat dengan pengalaman banyak perempuan: mencintai keluarga tidak harus berarti melupakan diri sendiri. Merawat diri bukan tindakan egois, melainkan cara menjaga keseimbangan agar tetap bisa menjalani kehidupan dengan baik.
Bagi Jennifer, merawat diri bukan sekadar menjaga penampilan, melainkan juga mempertahankan kepercayaan diri di tengah berbagai peran yang dijalani. Sebab, bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti merawat diri, apalagi membatasi perempuan untuk terus berkembang dan memulai hal baru.





