Prosuaer Indra Yudhistira, menyebut, GJLS: Berapi-Api menegaskan lompatan kualitas dari karya sebelumnya. Film ini menolak sekadar mengulang formula lama, melainkan memadukan humor khas trio GJLS dengan nilai-nilai pelayanan damkar yang BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) serta pesan kemanusiaan yang mendalam.
“GJLS: Berapi-Api hadir dengan skala produksi yang jauh lebih ambisius dan cerita yang lebih dekat secara emosional dengan masyarakat. Kami ingin film ini menjadi tontonan wajib di bioskop yang tak hanya mengocok perut, tetapi juga memberikan pesan positif dan kehangatan yang dapat dinikmati bersama keluarga tercinta,” ucap Indra Yudhiatira sang Executive Producer dan CEO Amadeus Sinemagna.
GJLS: Berapi-Api mengikuti kisah tiga sahabat masa kecil: Rigen (Rigen Rakelna), Rispo (Ananta Rispo), dan Hifdzi (Hifdzi Khoir) yang terobsesi menjadi pemadam kebakaran heroik. Namun, kegagalan saat proses pelatihan bersama regu elite legendaris Algojo Api membuat ketiganya terperangkap dalam tugas-tugas pelayanan non-kebakaran yang kerap diremehkan. Ketika berniat mencari jalan pintas untuk membuktikan diri, ketiganya bersama Bu Guru Nana (Grace Emmanuela) justru terseret ke dalam konspirasi berbahaya demi membongkar sindikat perdagangan anak.
“Karakter Rigen di sini mewakili siapa pun yang punya mimpi berapi-api tapi jalannya gak selalu mulus. Perjuangan di film ini mirip banget sama perjalanan kami bertiga di dunia hiburan, harus konsisten, berani mencoba, dan gak gengsi meski dipandang sebelah mata,” jelas Rigen.
“Di film ini karakter Rispo punya sisi lembut yang berbeda, terutama kepeduliannya yang besar terhadap anak-anak panti. Lucunya tetap ada, tapi penonton bakal lihat kalau di balik kebodohan kita bertiga, ada persaudaraan yang gak pernah padam,” tambah Ananta Rispo.
“Hifdzi di sini membuktikan kalau mantan korban bully pun bisa punya hati besar buat nolong sesama. Di dunia nyata maupun di film, kami bertiga memang hobi saling ledek, tapi kalau urusan saling jaga, persahabatan kami pantang padam,” pungkas Hifdzi Khoir.





