Cakraline.com, Semarang – Ajar Triharjo menyimpan kenangan mendalam tentang putrinya Syabila Rizkia Putri Raharjo, atlet selam asal Jepara yang gugur saat lomba di ajang Porprov Jateng XVII Minggu (25/10).
Kepergian Syabilla meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun dunia atlet tanah air.
Kepergian mendadak putri yang sangat dia sayangi menjadi pukulan berat. Menjelang hari terakhir tragedi itu Ajar Tri masih mendapingi di hotel.
Ia bahagia melihat semangat Syabila menyiapkan diri. Dia menyadari selama ini anaknya selalu menunjuikan prestasi yang terbaik untuk daerahnya.
Ia mengamati bagaimana Syabila mempersiapkan diri menghadapi perlombaan. ” Saya masih berduka, kepergian membuat semua keluarga kaget, kami tak menduga seceoat itu,” ujar Ajar Triraharjo.
Dengan mata berkaca-kaca Ajar Triraharjo bercerita, ia sempat mendampingi putrinya saat ikut Porpov
” Hari Kamis saya dampingi saat persiapan. Saya menemaninya di hotel, nginap malam itu,” ucap Ajar Tri.
Namun malam itu menurut Ajar Tri, sempat menangkap perubahan pada raut wajah putrinya.
Jumat pagi Ajar Triraharjo pulang ke Kudus. Ajar sempat berpamitan kepada putrinya. “Nduk, Ayah pulang dulu ya. Kamu istirahat. Ayah pulang, nanti hari Minggu Ayah datang lagi untuk melihat lomba selam laut,” kenang Ajar Tri.
Ajar Tri mengungkapkan rasa syukur atas Syabila telah menyumbangkan dua medali emas untuk kontingennya.
Dia.mengatakan, pencaoaian tersebut tidak lepas dari dukungan banyak pihak, manajer,pelatih dan teman sesama atlet selam yang telah memberi kepercayaan.
Sesuai janji, Ajar Tri kembali mengunjungi putrinyan di hotel. Ia berjanji akan mendampingi saat perlombaan laut. Dalam pertemuan itu Ajar Tri menatap wajah anak berulang-ulang.
Syabilla terlihat berbeda dari biasanya, seolah menyimpan beban tersendiri menjelang perlombaan.
Di tengah situasi tersebut, Syabilla Melontarkan pertanyaanyang kini menjadi kenangan mendalam bagi sang ayah.
“Ayah, Syabilla kalau nanti finish, Ayah pasti nangis kan? Ayah pasti nangis kan, kalau Syabilla finish?” Ajar, menirukan ucapan putrinya.
Ajar Tri mengaku, kaget mendengar ucapan Syabila. Ia mencoba berpikir mungkin tantangan perlombaan cukup berat, namun ia menjawab, bahwa dirinya pasti menangis, apabila sang buah hatinya berhasil mencapai garis finish.
Tangis itu, menurutnya, merupakan luapan kebanggaan atas perjuangan dan pencapaian putrinya dalam perlombaan.
“Ya pasti, Dik. Kalau finish, Ayah bangga. (Terlepas juara atau tidak, red) Kalau Syabilla dapat juara, Ayah nangis pasti,” kata Ajar, menimpali pertanyaan putrinya.
Sudah menjadinkebiasaan setiap Syabila meraih prestasi, ia biasanya memintaa hadiah ditraktiran makan.
Menurutnya itulah bentuk kesederhaan keluarga merayakan prestasi anak-anak. ” Kalau juara, dia minta hadiah makan. Rewards-nya minta makan yang enak-enak,” kenang sang ayah.
Namun takdir tak dapat ditolak, Mahasiswi Universitas Gadjah Mata Fakultas Psikogi itu mengalami kesulitan menjelang garis finis saat bertanding dalam nomor Open Water Finswimming (OWF) 3.000 meter di perairan pesisir Awann Costa, Semarang Barat.
Ia sempat mengangak tangan, namun kemudian ia tetap melanjutkan menyelam.
Tim penyelamat sempat mengevakuasinya, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Ajar Tri, menyebut Syabila dikenal sebagai sosok mandiri. Amat memiliki kedekatan emosional dengan sang ayah.
Diceritakan Ajar Tri, keikutsertaan Syabilla dalam perlombaan selam laut bukanlah pengalaman pertama baginya.
Syabila pernah mengikuti kegiatan renang di kawasan Pulau Panjang dengan jarak sekitar 4,5 kilometer atau hampir 5 kilometer, sekitar tiga tahun sebelumnya.
Tahun berikutnya, Syabilla juga pernah mengikuti nomor selam laut sejauh 3.000 meter dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Untuk.mengenang sosok Syabila Pemerintah Kudus berencana pembangunan monumen dan pengabadian namanya di fasilitas olahraga daerah diharapkan menjaga semangat Syabilla tetap hidup.
Ajar Tri belum merespon soal penghargaan tersebut. ” Kami masih berduka, apa pun yang terbaik boleh saja.”

Kepergian Syabilla meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun dunia atlet tanah air.




