Cakraline.com – Pelopor sekaligus pendiri kosmetik lokal berbahan alami, Martha Tilaar telah dimakamkan di Sandiaga Hills pada Jumat (16/10) Karawang.

Martha dimakamkan disamping makam suamia tercinta Prof. Dr. Henry Alexis Rudolf Tilaar, M.Sc, yang dikenal sebagai tokoh dunia pendidikan Indonesia.
Prosesi pemakaman berlangsung hening, anak,cucu, kerabat dan ratusan karyawan pendiri Sari Ayu tersebut menundukkan kepala. Dua orang adik Martha yakni Ratna Handana dan Bambang Handana hadir dipemakaman.
Pingkan Engelien Tilaar putri Martha mengatakan, kepergian sang ibu meninggalkan duka mendalam bagi dirinya dan anggota keluargan lainnya, maupun industri kecantikan tanah air.
Meski demikian, ia menilai sang ibunda telah berpulang dengan indah. Pingkan mengatakan, keluarga siap tak siap sudah mengiklaskan kepergian sang bunda.
” Saat ini sebenarnya jika disuruh memberikan kata-kata penutup, sebenarnya itu berat bagi kami. Ya, karena tidak ada kata-kata yang bisa menggantikan ibu,” ujar Pingkan.
Ia mengaku, kepergiannya sang ayah pada 30 Oktober 2019, masih menyisakan perasaan duka dihati, kini ia dan keluarga harus kehilangan ibunda tercinta dalam usia 87 tahun.
” Jadi saat ini kami berempat, sebelumnya hampir 7 tahun yang lalu, ayah kami waktu meninggal, tanggal 30 gitu, bulan Oktober juga, hati kami sudah sempat kosong. Saat ini kita mengulang kejadian yang sama, tapi saat ini kami sudah belajar,” jelas Pingkan.
Pingkan menyebut, keluarga bersyukur telah memberikan perawatan yang terbaik untuk Martha diusia senja. ” Kami sudah memberikan pelayanan terbaik untuk ibu. Kami selalu diajarkan untuk menerima, untuk bersyukur. Jadi walaupun itu berat, walaupun kami bersedih,k ami selalu mencoba belajar untuk bersyukur setiap hari karena apapun kita bernafas saja setiap hari itu adalah suatu bentuk syukur,” ungkapnya.
Martha Tilaar meninggalkan empat anak, yaitu Bryan David Emil Tilaar, Pingkan Engelien Tilaar, Wulan Tilaar, dan Dr. Kilala Tilaar, serta 12 orang cucu.
“Saat ini, di sini, ibu kami sudah di tempat terbaring yang terakhir. Semoga doa Bapak dan Ibu semuanya bisa menyertai supaya ibu kami lebih tenang,” katanya.
Pingan tak lupa mengucapkan terima kasih pada semua tamu selama tiga hari datang kerumah memberikan ucapan doa, sebagai penghormatan terakhir.
Pingkan menceritakan Martha sangat dekat dengan seluruh karyawannnya. Bahkan sudah ada yang bekerja diatas 30 tahun.
Martha sudah berperan besar dalam dunia kecantikan. “Saya bisa membayangkan bagaimana sepak terjang ibu yang sudah menjamah banyak orang di Indonesia dan luar negeri. Ibu adalah seorang tokoh, seorang legenda. Kami benar-benar baru menyadari bahwa She’s a legend ” katanya.
Yang pasti, Indonesia juga kehilangan tokoh pionir beauty, pionir brand-brand lokal yang dari dulu memang digaungkan oleh Ibu Martha Tilaar selama ini
Sebagai anak Pingkan menceritakan karakternya berbeda dan kakak dan adiknya. Sebagai anak perempuan ia cenderung keras kepala. Sering berbeda pendangan dengan ibunya. Namun dibalik keras kepala tersebut Martha cukup mengandalkannya.
” Saya selalu bersama ihu setiap hari. Kalau dari saya sih melihat dia, dia super bawel. Nggak pernah berhenti ngomong gitu loh. Jadi kemarin saya bilang, ya ampun, siapa yang mau bawelin saya lagi ya? Udah nggak ada yang bawelin. Saya sih nggak mau bawelin sama mereka sebenarnya,” kenangnya.
Sebelum meninggal Martha berpesan agar meneruskan apa yang sudah dibangun puluhan tahun. ” Ibu itu adalah yang selalu mengingatkan sampai terakhir, beliau masih di rumah sakit, dia selalu bilang, jangan sampai ini selesai, kalian harus tetap melanjutkannya. Karena jika kita tidak melanjutkan, nanti ibu selalu takut ada yang banyak terdampak gitu. Kami berempat disini selalu bersama,” tegas Pingkan.
Mendiang Dr. (HC) Martha Tilaar mengembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (14/10) pukul 06.22 WIB di RS Medistra, Jakarta pada usia 89 tahun. Sebelumnya, Martha Tilaar merupakan pendiri Martha Tilaar Group yang tumbuh menjadi kelompok usaha yang bergerak di bidang manufaktur dan pemasaran kosmetik serta jamu, pendidikan kecantikan, spa, dan distribusi.
Martha Tilaar memulai perjalanan di dunia kecantikan pada 1970, ketika membuka salon sederhana di garasi rumah orang tuanya di Menteng, Jakarta.
Berbekal ilmu kecantikan modern dan terinspirasi oleh pengetahuan tradisional keluarga tentang jamu serta resep kecantikan Keraton Jawa, Martha Tilaar mengembangkan pendekatan kecantikan yang memadukan ilmu pengetahuan, kekayaan alam, dan kearifan lokal Indonesia.
Melalui berbagai merek yang dikembangkannya, perempuan kelahiran Kebumen pada 4 September 1937 itu turut meletakkan fondasi bagi tumbuhnya industri kecantikan lokal yang mengangkat potensi alam dan budaya Indonesia ke panggung global.





