Cakraline.com – Artis senior Widyawati dipertemukan kembali dengan Slamet Rahardjo dalam film Cinta Lama Babak Kedua (CLBK). Kali ini, keduanya dapuk sebagai pemeran utama dalam drama komedi romantis karya sutradara Tedjasukmana, film ini diproduksi oleh MIR Productions.

Widyawati menjadi salah satu sosok penting dalam film “CLBK: Cinta Lama Babak Kedua”. Dalam film yang tayang pada 2 Juli 2026 ini, ia memerankan Sita, perempuan yang kembali bertemu dengan cinta lamanya setelah terpisah selama lebih dari lima dekade.
Dalam film ini istri mendiang Sophan Sophian itu memerankan kaakter Sita, sedangkan Slamer Rahardjo memerankan karakter abi. Karakter Sita bukan sekadar tokoh pendukung. Ia menjadi salah satu pusat konflik yang menggerakkan seluruh cerita. “ Ini bukan pertama sih, jadi sudah beberapa kali bersama-sama main,” kata Widyawati, usai pemutaran fim CLBK di Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Slamet Rahardjo, tak sulit baginya membangun chemistry dengan Widyawati. ia mengaku bahagia bisa bermain satu film dengan Widyawati dalam usia seperti saat ini. “Luar biasa seneng ya, karena kita sudah sahabat lama, kita main bersama. Waduh, pantang tahu nggak ? Cintaku sama Widyawati susah ? Kenyataannya nggak boleh. Kita ini sahabat yang baik,” kata Slamet Rahardjo.
Menariknya, film ini tidak menempatkan pasangan muda sebagai pusat cerita romantis. Sebaliknya, kisah cinta pada usia senja justru menjadi penggerak utama konflik yang dihadapi para tokohnya.
Slamet mengaku tertarik menerima tawaran sutradara, peran yang dimainkan bukan hal yang dianggap biasa, “ Gini ya, kalian kan belum tua kan? Aku merasa kenangan itu, kenangan itu harganya mati ya. Hal-hal yang biasanya dianggap biasa-biasa saja bagi kita, tapi dalam sebuah kenangan ada sesuatu yang lebih, ungkap Slamet Rahardjo.
Widyawati menyambung, “ Seru aja. Seneng aja kita bisa kerjasama lagi. Jadi nggak ada masalah. Kita berusaha untuk pekerjaan itu jangan terlalu berat gitu lho. Jadi kita sendiri juga harus bisa membawa suasana jadi enak, rileks.”
Pertemuan Sita dengan Aby membuka kembali kenangan yang selama ini tersimpan dan perlahan memengaruhi kehidupan generasi berikutnya. “Jadi pemain itu selalu menjadi orang lain. Jadi kita tidak pernah tidak menghargai orang lain, karena kita selalu menjadi orang lain,’ jelas Slamet.
Vladimir Rama, Co-produser MIR Productions, PH yang baru memulai debutnya menyatakan, “ film CLBK membuat calon penonton penasaran, ‘seperti apa sih ceritanya?’ karena dari judul filmnya sendiri sudah cukup unik; CLBK”, ujar Vladimir Rama—yang akrab disapa Rama–, Co-Producer Film CLBK sekaligus founder dari MIR Productions.
Rama melanjutkan, “Filmnya sendiri diproduksi tahun lalu dan berlokasi di Jakarta dan Bandung. Kami menyulap jalan Braga di Bandung agar terlihat seperti setting tahun 1970, lengkap dengan segala properti dan ekstras yang berpenampilan dari tahun tersebut. Cukup rumit, tapi sangat puas dengan hasilnya,” ujarnya.
Selain Widyawati dan Slamet Rahardjo, film ini bintangi oleh, Sintya Marisca sebagai Ambar, Iskak Khivano sebagai Raka, Mahardika Yusuf (Yusuf Mahardika) Sarah Sechan sebagai Asih dan Gisellma Firmansyah Kiki Narendra




