Monday, March 23, 2026
Cakraline
  • Home
  • Celebrity
    • Lifestyle
  • Female
    • Inspiratif
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Isu Khusus
  • Film & Musik
    • Fashion
    • Musik
  • travel
    • Destinasi
    • Galeri
  • Video & TV Streaming
  • Olahraga
    • Lokal
    • Internasional
  • Home
  • Celebrity
    • Lifestyle
  • Female
    • Inspiratif
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Isu Khusus
  • Film & Musik
    • Fashion
    • Musik
  • travel
    • Destinasi
    • Galeri
  • Video & TV Streaming
  • Olahraga
    • Lokal
    • Internasional
Morning News
No Result
View All Result
Home Nusantara

Menakar Peta Jalan Ekonomi Kreatif Menuju Keberlanjutan dan Kualitas

by sal
January 17, 2026
0
0
SHARES

Oleh : Teguh Rahardjo

 

READ ALSO

Wong Hang Bersaudara Berangkatkan 600 Karyawan Mudik Gratis

Baru 20 SPBU yang Memiliki Alat VRS, Ini Tanggapan Kementerian ESDM

Yogyakarta – Gelombang ekonomi kreatif sering kali dipuja sebagai tulang punggung baru bagi perekonomian nasional di tengah ketidakpastian sektor ekstraktif. Penulis mengamati bahwa narasi yang dibangun pemerintah dan pelaku industri kerap berfokus pada angka pertumbuhan yang fantastis dan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB semata.

Kemenpar-Widiyanti-Putri-Wirdana-apresiasi-Kepercayaan-Wisata.-ft-Kemenpar
Kemenpar-Widiyanti-Putri-Wirdana-apresiasi-Kepercayaan-Wisata.-ft-Kemenpar

Namun di balik riuh rendah pencapaian valuasi startup dan viralnya produk lokal terdapat celah besar yang sering luput dari perhatian kita yaitu aspek keberlanjutan dan kualitas substansial. Penulis berpendapat bahwa mengejar pertumbuhan ekonomi kreatif tanpa mempedulikan daya dukung lingkungan dan kesejahteraan pekerjanya adalah sebuah bom waktu. Definisi berkualitas dalam ekonomi kreatif seharusnya tidak lagi sekadar bicara soal estetika atau kecanggihan teknologi melainkan bagaimana sektor ini mampu bertahan tanpa mengorbankan masa depan ekologis dan manusianya.

 

Data menunjukkan bahwa sektor ini memang menjanjikan secara kuantitas namun rapuh secara kualitas keberlanjutan. Merujuk pada Opus Creative Economy Outlook 2024 yang dirilis oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tercatat bahwa ekonomi kreatif menyumbang sekitar Rp1.300 triliun terhadap PDB nasional dan menyerap lebih dari 24 juta tenaga kerja.

 

Angka ini memang memukau penulis namun kita perlu kritis melihat sisi gelapnya. Sektor kriya dan fesyen misalnya merupakan penyumbang sampah terbesar kedua di dunia. Laporan dari United Nations Environment Programme atau UNEP menyoroti bahwa industri fesyen bertanggung jawab atas 10 persen emisi karbon global dan 20 persen limbah air dunia. Penulis melihat ironi di sini ketika kita bangga dengan ekspor wastra nusantara namun proses produksinya masih banyak yang belum ramah lingkungan dan justru mencemari sungai-sungai di sentra produksi batik atau tenun.

 

Penulis berargumen bahwa ekonomi kreatif yang berkualitas harus mengadopsi prinsip ekonomi sirkular secara radikal. Selama ini pola produksi kita masih linier yaitu ambil buat dan buang. Kita membutuhkan pergeseran paradigma menuju model desain regeneratif di mana limbah satu proses menjadi bahan baku proses lainnya. Penulis meyakini bahwa kualitas produk kreatif masa depan akan dinilai dari jejak karbonnya. Studi dari Ellen MacArthur Foundation menegaskan bahwa penerapan ekonomi sirkular dalam industri tekstil saja bisa menghemat miliaran dolar per tahun sekaligus mengurangi kerusakan lingkungan secara signifikan. Jika pelaku ekonomi kreatif Indonesia tidak segera beradaptasi dengan standar keberlanjutan global ini penulis khawatir produk kita akan kehilangan daya saing di pasar internasional yang semakin menuntut transparansi etis dan ekologis.

 

Selain isu lingkungan penulis juga menyoroti aspek keberlanjutan sumber daya manusia sebagai indikator kualitas yang sering diabaikan. Ekonomi kreatif sering kali mengagungkan hustle culture atau budaya kerja berlebihan yang merugikan kesehatan mental pekerja seni dan kreatif. Laporan Organisasi Buruh Internasional atau ILO mengenai Decent Work in the Creative Economy mengungkapkan bahwa pekerja kreatif rentan mengalami ketidakpastian pendapatan dan minim perlindungan sosial. Penulis menegaskan bahwa tidak ada ekonomi kreatif yang benar-benar berkualitas jika dibangun di atas keringat pekerja yang burnout dan dibayar murah. Keberlanjutan industri ini sangat bergantung pada kesejahteraan pelakunya. Jika kreatornya tumbang karena eksploitasi kerja maka inovasi akan mati dan kualitas karya pasti menurun.

 

Oleh karena itu penulis mendesak adanya redefinisi kesuksesan dalam peta jalan ekonomi kreatif nasional. Pemerintah perlu menyusun regulasi yang memberikan insentif nyata bagi pelaku usaha yang menerapkan prinsip keberlanjutan baik secara lingkungan maupun sosial. Penulis menyarankan agar hibah dan akses permodalan tidak hanya diberikan berdasarkan potensi viralitas atau keuntungan finansial tetapi juga berdasarkan audit jejak karbon dan standar pengupahan yang layak. Bagi penulis masa depan ekonomi kreatif Indonesia tidak terletak pada seberapa banyak konten yang kita produksi tetapi seberapa besar dampak positif yang bisa kita pertahankan untuk jangka panjang. Kita harus bergerak dari mentalitas fast creation menuju slow and sustainable creation demi mewujudkan ekonomi kreatif yang benar-benar berkualitas dan bermartabat.

Related Posts

Stephen-Wongso-bersama-Karyawan
Nusantara

Wong Hang Bersaudara Berangkatkan 600 Karyawan Mudik Gratis

March 18, 2026
Dr.-Angga-Wira-Satuan-Pengawas-SKK-Migas-yang-juga-Staf-Khusus-Kementerian-ESDM-dalam-diskusi-dengan-AJV
Nusantara

Baru 20 SPBU yang Memiliki Alat VRS, Ini Tanggapan Kementerian ESDM

March 15, 2026
ABPEDNAS-Mendorong-Partisipasi-Masyarakat-Mengawasi-Pembangunan-Desa-ft-Ist
Nusantara

Program Jaga Desa Diperkuat, Banten Jadi Proyek Percontohan Pengawasan Dana Desa

March 14, 2026
Kepala-BPKN-Muhammad-Mufti-Mubarok-Sekretaris-Aspek-Abdul-Gofur-CEO-IESR-Fabby-Tumiwa-dan-Brigita-Mahonara-ft-Dudut-SP
Nusantara

Uap VOCs, Bahaya Besar  Mengancam Pekerja dan Konsumen di SPBU

March 8, 2026
Bamsoet-bersama-mendiang-Wapres-Try-Sutrisno-ft-Ist
Nusantara

Bamsoet  Kenang  Try Sutrisno Sebagai Prajurit Sejati Penjaga Pancasila dan Konstitusi

March 3, 2026
Prambanan-Shiva-Festival
Nusantara

Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan Pariwisata Nasional 

February 19, 2026
No Result
View All Result

Recent Posts

  • Permata Sanny Peduli dan YPJI Kembali   Salurkan 100 Paket Lebaran untuk Jurnalis Jakarta 
  • Wong Hang Bersaudara Berangkatkan 600 Karyawan Mudik Gratis
  • Sharrad Sharan Sutrarada  Suamiku Lukaku ‘semua real story’
  • Desainer  Nina Nugroho, 14 koleksi modern dan fleksibel Hari Raya Idul Fitri 2026
  • Baru 20 SPBU yang Memiliki Alat VRS, Ini Tanggapan Kementerian ESDM

Recent Comments

    Archives

    • March 2026
    • February 2026
    • January 2026
    • December 2025
    • November 2025
    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • April 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • January 2025
    • December 2024
    • November 2024
    • October 2024
    • September 2024
    • August 2024
    • July 2024
    • June 2024
    • May 2024
    • April 2024
    • March 2024
    • February 2024
    • January 2024
    • December 2023
    • November 2023
    • October 2023
    • September 2023
    • August 2023
    • July 2023
    • June 2023
    • May 2023
    • April 2023
    • March 2023
    • February 2023
    • January 2023
    • December 2022
    • November 2022
    • October 2022
    • September 2022
    • August 2022
    • July 2022
    • June 2022
    • May 2022
    • April 2022
    • March 2022
    • February 2022
    • January 2022
    • December 2021
    • November 2021
    • October 2021
    • September 2021
    • August 2021
    • July 2021
    • June 2021
    • May 2021
    • April 2021
    • March 2021
    • February 2021
    • January 2021
    • December 2020
    • November 2020
    • October 2020
    • September 2020
    • August 2020
    • July 2020
    • June 2020
    • May 2020
    • April 2020
    • March 2020
    • February 2020
    • January 2020
    • December 2019
    • November 2019
    • October 2019
    • September 2019

    Categories

    • Destinasi
    • Ekonomi
    • Event
    • Exclusive
    • Fashion
    • Film
    • Galeri
    • Inspiratif
    • Isu Khusus
    • Kolom Mahasiswa
    • Musik
    • Nusantara
    • Regional
    • Transportasi

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    • Destinasi
    • Ekonomi
    • Event
    • Exclusive
    • Fashion
    • Film
    • Galeri
    • Home
    • Inspiratif
    • Internasional
    • Isu Khusus
    • Kontak
    • Lifestyle
    • Lokal
    • Musik
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Politik
    • Regional
    • Susunan Redaksi

    © 2024 Cakraline

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Celebrity
      • Lifestyle
    • Female
      • Inspiratif
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Politik
      • Isu Khusus
    • Film & Musik
      • Fashion
      • Musik
    • travel
      • Destinasi
      • Galeri
    • Video & TV Streaming
    • Olahraga
      • Lokal
      • Internasional

    © 2024 Cakraline