Cakraline.com — Perkembangan artificial intelligence (AI) semakin mengubah cara masyarakat dan perusahaan bekerja. Mulai dari mencari informasi, membuat analisis, menyusun dokumen, hingga membantu pengembangan aplikasi, AI kini semakin terintegrasi dalam berbagai aktivitas pekerjaan sehari-hari.

Di Indonesia, adopsi AI juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Microsoft Work Trend Index 2026 mencatat bahwa 33% pekerja Indonesia telah masuk dalam kategori pengguna AI tingkat lanjut, lebih dari dua kali rata-rata global sebesar 16%. Di sisi lain, World Economic Forum (WEF) menempatkan AI dan big data sebagai salah satu kelompok keterampilan dengan pertumbuhan kebutuhan paling cepat.
Perubahan tersebut turut mendorong kebutuhan terhadap keterampilan baru. Di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung semakin cepat, kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan memanfaatkan teknologi menjadi semakin penting, baik bagi individu maupun organisasi.
Memasuki tahun pertamanya, Kodinggo hadir dengan positioning baru sebagai AI & Technology Academy yang berfokus pada pengembangan keterampilan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri. Kodinggo menyediakan program pembelajaran untuk programmer maupun non-programmer, dengan pendekatan yang menekankan praktik dan penerapan langsung di dunia kerja.
Sejumlah program yang ditawarkan Kodinggo antara lain Vibe Coding & AI Agent, Python for Data Analyst, QA Automation Testing, Backend Golang, Full-stack JavaScript, serta Project Management.
Berbeda dari pendekatan pembelajaran yang hanya berfokus pada teori, Kodinggo mengutamakan pengalaman belajar berbasis praktik. Lebih dari 80% proses pembelajaran dilakukan melalui hands-on coding, project, dan case study, didukung oleh pengajar yang merupakan praktisi berpengalaman lebih dari lima tahun.
Era AI

Dalam keterangan tertulisnya diterima Cakraline.com, CEO Kodinggo, Khalif Radhian, menilai bahwa perkembangan AI tidak berarti setiap orang harus menjadi ahli AI. Namun, setiap individu perlu memahami bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan kemampuan mereka.
“AI mengubah cara orang bekerja. Kita tidak harus menjadi ahli AI, tetapi kita perlu tahu bagaimana memanfaatkannya. Karena teknologi terus berkembang, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi semakin penting,” ujar Khalif Radhian, CEO Kodinggo.
Menurutnya, pembelajaran teknologi saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan tools. Peserta juga perlu memahami bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk menyelesaikan permasalahan nyata.
Karena itu, Kodinggo mengembangkan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan skill, praktik, project, dan studi kasus, sehingga peserta tidak hanya memahami teknologi secara konseptual tetapi juga memiliki pengalaman menerapkannya.
Perkuat Layanan B2B
Selain program untuk individu, Kodinggo juga memperkuat layanan Business-to-Business (B2B) untuk perusahaan yang ingin meningkatkan kapabilitas teknologi dan digital timnya.
Program corporate training Kodinggo dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing organisasi, mulai dari assessment kemampuan peserta, penyusunan kurikulum, pelaksanaan training, hingga capstone project menggunakan studi kasus yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.
Pendekatan ini memungkinkan perusahaan tidak hanya memberikan pelatihan kepada karyawan, tetapi juga menghubungkan proses pembelajaran dengan kebutuhan bisnis dan pekerjaan yang mereka hadapi sehari-hari.
Ekosistem Ocean Group
Grand Launch dan rebranding Kodinggo juga menjadi bagian dari langkah strategis untuk membangun ekosistem yang lebih luas bersama Ocean Group melalui PT Enam Samudra Teknologi.
Dengan bergabungnya Kodinggo ke dalam ekosistem Ocean Group, layanan pengembangan talenta dan training menjadi bagian yang melengkapi solusi teknologi yang selama ini dikembangkan Ocean Innovation.
Sinergi tersebut membuka peluang bagi perusahaan untuk mendapatkan solusi yang lebih menyeluruh. Tidak hanya menyediakan teknologi dan solusi digital, tetapi juga membantu mempersiapkan talenta yang memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan, mengoperasikan, dan mengembangkan teknologi tersebut.
Kodinggo juga dapat menjadi pintu masuk bagi individu maupun perusahaan untuk masuk ke dalam ekosistem Ocean Group melalui pengembangan kompetensi dan pelatihan teknologi.
Sebaliknya, kebutuhan training yang muncul dari project dan client Ocean Innovation dapat dikembangkan menjadi bagian dari solusi, sehingga training dan technology solution dapat berjalan saling melengkapi dalam satu ekosistem.
Khalif menjelaskan bahwa langkah tersebut menjadi salah satu fokus utama Kodinggo di babak berikutnya. “Setelah menjadi bagian dari pengembangan layanan Ocean Group, Kodinggo ingin memperluas akses training AI dan teknologi, memperkuat layanan B2B, serta membantu lebih banyak perusahaan meningkatkan kemampuan timnya sesuai kebutuhan industri. Kami melihat ada peluang besar untuk menghubungkan training, talenta, dan kebutuhan project dalam satu ekosistem,” jelas Khalif.
Kodinggo by Ocean
Memasuki tahun kedua, Kodinggo juga menandai babak baru melalui perubahan identitas dan positioning brand. Ocean Group secara resmi telah mengambil alih kembali brand Kodinggo dari PT Menuju Karir Gemilang, sekaligus melakukan rebranding terhadap identitas visual Kodinggo menjadi “Kodinggo by Ocean”.
Rebranding ini menjadi penanda bahwa Kodinggo tidak hanya hadir sebagai lembaga pelatihan teknologi, tetapi menjadi bagian dari ekosistem Ocean Group dalam membangun talenta, teknologi, dan solusi digital.
Dengan identitas baru Kodinggo by Ocean, Kodinggo membawa visi untuk menjadi AI & Technology Academy yang membantu individu dan perusahaan membangun kemampuan yang relevan dengan perubahan dunia kerja, sekaligus memperkuat sinergi antara training, talent, technology, dan project dalam ekosistem Ocean Group.




