Cakraline.com. Nilai dan daya tarik sebuah roti itu adalah rasa. Orang orang Indonesia kini mengemari roti dengan berbagai varian rasa. Humbel Baker, menjawab tantangan tersebut, dengan meresmikan cabang ke tiga, dengan luas dan fasilitas lebih lengkap, di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Cabang ini jadi yang terbesar dari tiga gerai Humble Baker saat ini.

Peresmian dihadiri para shareholder Humble Baker. Dipimpin Chef Ibnu Pratama selaku CEO, Humble Baker memang tidak mau diposisikan sebagai bakery biasa.
“Semakin banyak pencapaian, semakin banyak manfaat yang bisa diberikan,” ujar Chef Ibnu.
Yang bikin Humble Baker beda ada di menu andalannya. Selain roti dan pastry, mereka mengusung produk bakery yang lebih sehat.
Bintang utamanya adalah Donat Gandum Panggang. Berbeda dari donat kebanyakan yang digoreng dan dominan tepung + gula, versi Humble Baker pakai gandum kasar dan gandum halus lalu dipanggang.
“Kalau hanya menggunakan tepung dan gula, tentu pilihan nutrisinya kurang. Di Humble Baker kami menambahkan gandum, baik gandum kasar maupun gandum halus. Donatnya juga tidak digoreng, tetapi dipanggang,” jelas Chef Ibnu.
Selain itu semua produk mengusung konsep no added sugar atau tanpa tambahan gula. Namun Chef Ibnu menekankan, produk tanpa tambahan gula bukan berarti produk tersebut sama sekali tidak memiliki kandungan gula.
“Kandungan gula secara alami masih dapat berasal dari bahan-bahan yang digunakan. Jadi tetap manis, tapi dari bahan alami,” kata Chef Ibnu.
Pilihan minumannya juga lengkap, mulai dari kopi sampai non-kopi dan cocok buat nongkrong seharian.
Cabang Duren Tiga ini dibangun dengan misi lebih luas, yakni memberdayakan karyawan, memakai pemasok lokal, dan menggerakkan ekonomi sekitar.
Selain area restoran yang nyaman, Humble Baker Duren Tiga juga menyediakan Function Room sebagai salah satu fasilitas andalan.
“Ruangan ini bisa dibagi dua dengan komposisi 60 – 40 persen dan layout kursi bisa fleksibel. Kapasitasnya bisa sampai 100 orang,” ujar shareholder Humble Baker, Indrawan Nugroho.
Dijelaskannya lagi, sejak awal, Humble Baker tidak hanya diarahkan menjadi bisnis kuliner yang berorientasi pada penjualan.
‘Perusahaan dibangun dengan tujuan memberikan manfaat kepada lebih banyak orang,” kata Chef Ibnu.
Berada di area Duren Tiga yang ramai perkantoran dan kampus, gerai ini dirancang “humble” sesuai namanya: terbuka, nyaman, dan mudah diakses semua kalangan.
Pamungkas, Chef Ibnu menyatakan jika Humble Baker mengusung bahan yang lebih baik, tempat yang multifungsi, dan dukungan ke UMKM lokal, .
“Untuk membuka cabang dan mengembangkan bisnis, tentu kami membutuhkan keuntungan. Karena itu, kami juga membutuhkan dukungan dari teman-teman semua, salah satunya dengan berbelanja di Humble Baker,” tutup Chef Ibnu.






