Cakraline.ocm. Pandeglang – Suasana duka, isak tangis di Pos SAR Nasional di Pantai Marina Carita, Pandeglang, Banten, dari keluarga lima Jurnalis yang hilang kontak sejak Senin lalu terdengar meyayat hati. Keluarga menunggu penuh ketegangan dan emosional.

Setiap detik menunggu kabar terbaik dari TIM SAR yang terus menyisir perairan Selat Sunda untuk mencari keberadaan para juru foto tersebut.
Desi Purnama, istri jurnalis ANTARA, M Bagus Khoirunnas, salah satu keluarga yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau meminta tim pencarian dan pertolongan memperluas penyisiran hingga ke Pulau Sertung.
Permintaan itu diungkap Desi kepada Gubernur Banten, Andra Soni yang mengunjungi posko SAR. Desi mengungkapkan adanya kemungkinan rombongan jurnalis yang hilang kontak sempat menuju atau turun di Pulau Sertung.
Menurut Desi, informasi itu berkaitan dengan foto yang dikirim Heriyanto, pemandu yang berada di dalam speedboat bersama rombongan. Foto tersebut dikirim melalui grup aplikasi pesan pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 18.13 WIB.
Dalam foto itu terlihat Gunung Anak Krakatau dengan kepulan asap putih. Desi menduga gambar tersebut diambil dari sekitar Pulau Sertung.
Desi juga menyebut suaminya sempat membicarakan kemungkinan turun di Pulau Sertung bersama rekannya. “Sempat ngomong juga, ‘Bisa nggak turun di Sertung?’,” ujar Desi kepada Andra Soni.
Menurut Desi, salah satu rekannya disebut menyarankan agar rombongan tidak ada turun apabila situasi tidak memungkinkan. “Nah, Bang Yandi ini ngasih rekomendasi, ‘Kalau memang nggak memungkinkan, nggak usah turun.’ Tapi kan kita nggak tahu, Pak, mereka di sana kayak gimana. Mereka turun atau nggak, kita nggak tahu,” kata Desi.
Pulau Sertung berada bersama Pulau Rakata dan kawasan Krakatau dalam radius sekitar 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau. Wilayah tersebut termasuk area yang perlu dihindari karena aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga.
Informasi awal itu juga sudah disampaikan Desi pada Tim SAR. Ia berharap Tim SAR dapat mengecek Pulau Sertung apabila kondisi memungkinkan. “Tapi informasinya kan nggak bisa, Pak, turun di Sertung. Itu gimana, Pak? Nggak memungkinkan katanya,” kata Desi.
Gubernur Banten Andra Soni kemudian berkomunikasi dengan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, untuk menindaklanjuti informasi tersebut. “Iya, informasi ini kan ditindaklanjuti ya, Pak, ya?” ujar Andra kepada Al Amrad.
Al Amrad menjelaskan bahwa personel SAR sebelumnya telah mencapai bagian luar Pulau Rakata. Namun, kondisi menjelang malam, angin, serta asap tebal menjadi pertimbangan dalam operasi pencarian.
“Sampai ke situ (Rakata), Pak. Sampai ke situ, hanya karena pas kondisi itu sudah mau malam, terus anggota saya balik. Balik karena memang kondisi angin kan masih, asap tebal,” jelasnya.
Sementara itu Benny Singa Butarbutar Berita dari ANTARA dalam keterngan menyebutkan, pihaknya terus mengikuti hasil pencarian tim operasi SAR Gabungan di Banten dan Lampung untuk mencari lima pewarta foto, salah satunya pewarta ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas, yang hilang kontak di Selat Sunda. Kelima pewarta foto tersebut hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Senin (7/9).
“Kami berharap yang terbaik dan proses pencarian bisa menemukan titik terang. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam pencarian tersebut,” kata Benny Siga Butarbutar dalam pernyataannya.
Ia juga mengharapkan koordinasi tim operasi SAR gabungan yang terdiri atas Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten, Korpolairud Baharkam Polri, Basarnas, TNI AL, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten hingga tim terpadu penanggulangan bencana dapat berjalan optimal.
Sebagai bagian dari upaya koordinasi, ANTARA saat ini telah mendirikan posko koordinasi bersama di wilayah Carita, Banten untuk memastikan komunikasi berjalan lancar. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi dan komunikasi untuk memastikan perkembangan informasi mengenai para pewarta yang hilang kontak dapat segera diketahui dan disampaikan secara akurat.
Direktur Pemberitaan ANTARA Virgandhi Prayudantoro saat ini berada di posko koordinasi di Carita, Banten, untuk melakukan koordinasi langsung sekaligus mendampingi keluarga pewarta foto yang hilang kontak. Ia mengatakan dirinya untuk sementara berkantor dari posko pencarian guna memastikan koordinasi penanganan berjalan secara langsung.
Delapan orang dilaporkan hilang kontak setelah berlayar menggunakan speedboat menuju kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau, merupakan jurnalis yang melakukan peliputan, yakni M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Mereka berangkat dari kawasan Carita, Pandeglang, bersama Warta selaku kapten speedboat, Sukarman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.





