Penyanyi Yura Yunita kembali menghadirkan karya terbaru melalui single bertajuk “Pertiwi”. Lagu tersebut membawa pesan emosional tentang keberanian untuk bersuara setelah terlalu lama memilih diam.
“Pertiwi” tidak hadir sebagai lagu yang buru-buru memberikan jawaban kepada pendengarnya. Sebaliknya, Yura mengajak publik masuk ke ruang yang lebih personal, tempat berbagai emosi yang selama ini disimpan kembali muncul ke permukaan.
Rasa takut, marah, kecewa hingga keberanian menjadi bagian dari perjalanan emosional yang terasa dalam lagu tersebut. “Pertiwi” pun dapat menjadi teman bagi siapa saja yang pernah kehilangan keberanian untuk menyampaikan apa yang diyakininya.
Lagu ini ditulis oleh Donne Maula, sementara notasinya digarap Yura Yunita. Produksi musik dipercayakan kepada Iwan Popo yang menghadirkan aransemen megah, tetapi tetap memberikan ruang bagi emosi vokal Yura untuk menjadi pusat perhatian.
Vokal Yura terdengar kuat sekaligus rapuh. Ada gambaran seseorang yang berusaha tetap berdiri meski rasa takut masih terasa. Namun, di tengah kegelisahan itu, muncul keputusan untuk tetap berbicara.
Yura tidak memberikan satu tafsir mutlak terhadap “Pertiwi”. Lagu tersebut dapat dimaknai berbeda oleh setiap pendengarnya, mulai dari persoalan sosial, sosok ibu, perempuan yang memilih diam, ketidakadilan, hingga pergulatan dengan diri sendiri.
Yura justru meminta pendengar menikmati lagu tersebut tanpa terlalu sibuk mencari makna yang pasti. “Dengarkan dan nikmati saja lagu dan video musiknya. Cari ruang yang sedikit sunyi, biarkan lagunya selesai. Lalu tunggu beberapa detik dalam hening,” ujar Yura.
Bagi Yura, keberanian tidak selalu harus hadir dalam bentuk suara yang lantang. Terkadang keberanian muncul ketika seseorang masih merasa takut dan gemetar, tetapi tetap memilih untuk tidak mundur.
Melalui “Pertiwi”, Yura seakan mengajak pendengar menemukan keberanian masing-masing untuk mengatakan sesuatu yang selama ini disimpan. ft ig@yurayunita





