Ruben Onsu melakukan beberapa perubahan dalam gugatan hak asuh anak yang diajukannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sarwendah mengaku belum menerima poin-poin perubahan tersebut.

Ruben Onsu tidak menghadiri sidang lanjutan pembacaan gugatan pada Rabu (2/9/2026), ia mengugat hak asuh anak pada Sarwendah pada 30 Juni 2026.
Sarwendah selalu datang menghadiri sidang bersama kuasa hukumnya Chris Same Siwu. Seperti biasa, Sarwendah datang selalu penuh senyum. Sarwendah yang merayakan ulantahun pada 29 Agustus 2026, optimis menghadapi proses sedang lanjutan karena telah gagal melakukan sidang mediasi.
Menurutnya proses ini harus dijalani dan dirinya siap menghadapi sidang baik secara mental maupun fisik. Ia berharap akan menemukan jalan keluar terbaik. “Banyak doa dan menyerahkan semuanya kepada pengacara saya,”ujar Sarwendah.
Namun Sarwendah tidak mengikuti sidang disebabkan, ibu dua orang anak harus ke rumah sakit untuk.melakukan cek kesehatan. ” Harus kerumah sakit, wendah nggak bisa mengikuti sidang,” kata Chris.
Menurut Chris pihak Ruben melakukan beberapa perubahan dalam tuntutannya. Chris menyatakan menunggu isi draf perubahan tersebut. ” Ada poin poin yang berubah, saya belum dalam dapat sampaikan, kami menunggu,” kata Chris.
Chris menyebut Ruben sudah delapan bulan tidak memberikan nafkah untuk anak-anak. ” Sudah 8 bulan klien kami membiayai anaknya semua sendiri. Jadi biaya pemeliharaan dan biaya pendidikan semua dibayar oleh klien kami, tidak lagi oleh klien Bang Minola. Karena Bang Minola juga bilang ya kan, kalau memang mau kita bayarkan ya ketemuin dulu anak. Jadi ya mungkin karena belumisa ketemu anak, dia belum bayarkan, mungkin seperti itu ya,” ujar Chris.
Sarwendah tetap dengan sikapnya, untuk sementara belum memberi kesempatan pada Ruben bertemu, berkumpul dan bermain dengan anak-anak. Pembatasan itu karena itu menyangkut kesehatan Ruben.
Disisi lain Sarwendah merasa prihatin status Ruben Onsu yang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penipuan investasi.
Sarwendah menurut Chris sangat terpukul mendengar status mantan suaminya itu. “Yang pasti buat kami keprihatinanlah ya, keprihatinan terhadap situasi itu. Kami sebenarnya berharapnya seharusnya jangan sampai tersangka dululah ya, kalau bisa sebelumnya pada saat lidik diselesaikan,” kata Chris.
Diungkap Chris, Ruben sudah menyelesaikan dengan perdamaian. “ Harus ada ya, asas praduga tak bersalah. Jadi jangan juga langsung mengaitkan bahwa ini sebuah penghakiman, janganlah ya. Karena proses itu memang proses hukum, tapi kan kita dengar semua sudah ada perdamaian, ya alhamdulillah. Karena status itu yang terdampak nanti kepada anak kalau berkepanjangan,”
Meski Ruben telah menyelesaikan perkara itu, Sarwendah tetap memyimpan rasa khawatir mental anak-anaknya akan terganggu dengan status sebagai tersangka.
” Sarwendah prihatin. Jangan ada yang memgatakan, ia senang. Wendah bersyukur Ruben sudah bisa menyelesaikan permaslaahan di Polres Selatan dengan sebaik-sebaiknya dengan perdamaian. Semoga ke depan bisa lebih kondusif. Saya juga tapi mungkin belum ada SP3 ya, baru ada perdamaian. Mungkin selanjutnya SP3 ya, itu luar biasalah, baik ya,” ucap Chris.
Chris juga meluruskan dua isu yang selama ini sangat menganggu kehidupan pribadi Sarwendah. Pertama isu Sarwendah melakukan pesugihan di Gunung Kawi, yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Dia berharap framing negatif tentanh Sarwendah agar dihentikan. ” Dan termasuk soal fitnah-fitnah lain terkait pesugihan. Saya mau luruskan sekarang ini bahwa pesugihan itu, Gunung Kawi itu, itu adalah programnya Ruben dan Samuel Onsu, ya. Ruben dan Samuel Onsu ada tim yang berangkat ke sana, lalu buat konten, ya. Tetapi tidak ada klarifikasi dengan
jelas dari pihak mereka bahwa itu adalah kontennya mereka juga gitu. Akhirnya semua masyarakat Indonesia mem-bully seakan-akan klien kami ini pesugihan. Itukan menurut saya enggak paslah, janganlah gitu, ya,” sesal Chris.
Isu yang lain harus diluruskan soal beredar vidoa perselingkuhan Sarwen denngan Jordi Onsu, adik Ruben. ” Termasuk fitnah juga terkait dengan apa namanya… ada video asusila antara klien kami dengan adiknya RSO. Nah, itu sekali lagi tadi pesan klien kami: itu hoaks, itu fitnah, ya. Jadi itu tidak benar. Biar saya clear-kan, itu tidak benar. Jangan lagi di-framing, kasihanlah, ya. Jadi hal-hal itu yang mau kita luruskan,” tegas Chris.
Sementara itu Tiffani Setiawaty kuasa hukum Ruben Onsu menegaskan, kliennya tidak ada kewajiban untuk harus hadir. Gugatannya hanya fokus pada permohonan hak asuh anak agar dikembalikan kepadanya, tanpa tuntutan lain.
Selama ini Ruben.merasa dipersulit untuk bertemu anaknya. Tiffani Setiawaty, ada perubahan redaksi dalam tuntutan Kliennya. Ia menyebut perubahan itu untuk menyempurnakan redaksi. Namun secara substansinya tetap sama dengan gugatan yang sebelum.
Tiffani tak menyebutkan secara rinci apa isi perunahan tersebut. Menurutnya itu sudah dalam pokok perkara. ” Ini sifatnya pribadi, jadi tertutup. Yang pasti tidak merubah daripada gugatan yang pertama, yaitu terkait dengan hak asuh anak, adanya eksploitasi, kemudian adanya dugaan—patut dugaan ya—bahwa anak tuu berada di tempat lingkungan yang tidak baik, dan juga tidak memenuhi sebagaimana apa yang telah disepakati dalam akta kesepakatan gitu,” terang Tiffan
Ruben menurut Tiffani menyesalkan bahwa Sarwendah mempersoalkan mengenai kesehatan dirinya. Selama ini ia bebas untuk bertemu anak-anak, termasuk kesempatan bertemu saat hendak menunaikan ibadah umrah.
” Mengapa syarat itu baru diajukan sekarang gitu lho? Apa perbedaannya dulu sama sekarang? Sama aja, kan? Kenapa syarat itu baru diajukan sekarang? Kalau memang ada syarat, pada waktu Ruben mau berangkat umrah, langsung disodorkan saja kepada si Ruben, anak-anak. Apakah ada syarat saat itu? Kan enggak ada,” katanya.
Sarwendah juga mempertanyakan apakah Ruben masih terus makan obat atau tidak. ” Dari mana dia tahu bahwa ada minum obat, ada pengawasan atau tidak, dari mana tahu? Dan itu sudah—enggak sesuai dengan jm gugatan. Apapun yang itu terjadi, bagaimanapun itu, tetap tidak menghilangkan hak orang tua terhadap anaknya. Hak ayah tetap tidak berubah, hak ibu tetap tidak berubah terhadap anak-anaknya. Itu yang paling terpenting, ya,” ungkap Tiffani Mengenai perdebatan kesehatan Ruben, Tiffani menegaskan, itu adalah soal penafsiran.
“Kalau itu perbedaan bagaimana-bagaimananya, itu kan bukan hak kami ya untuk menjawab, ya. Itu kan nanti kan ada ahli ya untuk bisa menjelaskan hal itu gitukan. Dan itu sudah merupakan pokok perkara dalam persidangan. Jadi nanti itu biarkan di ruang persidangan. Yang pasti dari hasil klien kami adalah sudah ditunjukkan pada waktu yang lalu yaitu non-reaktif. Itulah yang kami dapat dari klien kami,” ujar Tiffani.






