Seluruh delegasi Indonesia yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF), yang ditahankan militer Isreal, sudah dipastikan berkumpul dengan selamat di kantor Konjen RI di Istanbul untuk mendapatkan pendampingan dan dukungan keselamatan mereka.

“ Hari ini Sembilan anggota delegasi kita yang bergabung dalam misi perdamaian GSF, walau selama tiga hari mereka mengalami kekerasan fisik, ada yang ditendang, dipukul dan diseterum, alhamdulillah dalam kondisi sehat walfiat,” ungkap kepala perwakilan Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJI), di Istanbul, Darionto Harsono.
Saat memberikan keterangan Darionto di dampingi sembilan aktifitas tersebut. dalam video singkat. Raut wajah seluruh anggota delegasi terlihat segar. .Darinato berjanji dalam wakatu dekat rombongan akin dipulangkan ke tanah air.
” Nanti kami anak atur kepulangan saudara-saudara ke tanah air, dalam kesempatan pertama,” ucap Darianto.Sembilan relawan Indonesia ditangkap dalam dua kesempatan terpisah saat kapan mereka tumpangi tengah berlayar dilaur Mediterania.
Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat (kapal Josef), wartawan RepublikaBambang Noroyono (kapal BoraLize), serta fotografer Republika Thoudy Badai Rifan Billah, wartawan TV TempoAndre Prasetyo, koresponden iNews TV, Berita1, dan CNN Nugroho Rahendro Herubowo (kapal Ozgurluk) ditangkap Senin lalu.
Sedangkan Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa (kapal Zapyro) serta Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqsa dan Hendro Prasetyo dari Smart 171 (kapal Kasr-1) Selasa lalu.
Sementara Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Harfin Naqsyabapndy mengatakan seluruh delegasi yang sebelumnya ditahan di penjara Ktziot sedang dalam proses pemulangan. Harfin memgirim sebuah video pendek saat rombongan keluar dikapal dan disambut antusias oleh para aktivis yang sudah lama menunggu kedaangan mereka. De“Masih di Istanbul,” ucap Harfin
Maimon Herawati dari perwakilan GPCI, mengatakan, selama ditahan delegasi mengalami kekerasan fisik, sehingga mereka masih trauma. Dalam video singkat Hendro menceritakan, ia mengalami kekerasan dipukul pasukan zionis di bagian pipi kanan, ditendang dua kali dan disentrum. “ Ditonjok disini, “ kata Hendro.





