Dua film dalam semesta Suzanna produksi Soraya Intercine Films mencatatkan jumlah penonton signifikan. Suzanna: Bernapas dalam Kubur (2018) ditonton lebih dari 3 juta orang, sementara Suzanna: Malam Jumat Kliwon (2023) meraih lebih dari 2 juta penonton.

Kini Soraya Intercine Films merilis teaser trailer kedua film horor Suzanna: Santet Dosa Di Atas Dosa yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2026. Cuplikan terbaru ini menampilkan dialog intens antara Luna Maya dan Reza Rahadian, yang memerankan karakter dengan kepentingan saling berseberangan.
Dalam teaser trailer tersebut, penonton diperlihatkan situasi ketidakadilan yang mendorong karakter Suzanna mengambil jalan gelap. Skala film terlihat lebih besar dibandingkan film-film sebelumnya dalam semesta Suzanna, dengan visual berskala luas, adegan ledakan, keterlibatan ratusan figuran, serta pengambilan gambar di lokasi alam terbuka seperti hutan dan sungai.
Dalam keterangan tertulisnya, Luna Maya mengatakan teaser trailer kedua ini memberi gambaran pengalaman sinematik yang lebih kuat. Menurut dia, film ini menghadirkan pendekatan visual yang berbeda dari dua film Suzanna sebelumnya.
“Teaser kedua ini menunjukkan cinema experience yang meningkat dari universe Suzanna sebelumnya. Azhar Kinoi Lubis menghadirkan visual yang berbeda, dan saya berharap ketika film ini rilis pada 2026, ekspektasi penonton dapat terpenuhi,” kata Luna Maya.
Reza Rahadian menilai sejak tahap produksi, film ini sudah menunjukkan ambisi besar. Ia menyebut Suzanna: Santet Dosa Di Atas Dosa sebagai semesta Suzanna dengan pendekatan yang berbeda.
“Dari proses syutingnya, saya sudah membayangkan ini akan menjadi sesuatu yang epik. Ini adalah universe Suzanna yang lain, termasuk proses riasan Luna Maya yang memakan waktu panjang dan membutuhkan energi luar biasa,” ujar Reza Rahadian.
Teaser trailer kedua juga mengumumkan sejumlah pemeran pendukung yang terlibat dalam film ini, di antaranya Djenar Maesa Ayu, Clift Sangra, Restu Triandy, Iwa K, Budi Bima, Yatti Surachman, Adi Bing Slamet, Aziz Gagap, dan Ence Bagus.
Film Suzanna: Santet Dosa Di Atas Dosa disutradarai Azhar Kinoi Lubis, diproduseri Sunil Soraya, serta ditulis oleh Jujur Prananto bersama Sunil Soraya dan Ferry Lesmana. Film ini merupakan hasil kolaborasi Soraya Intercine Films dengan Legacy Pictures dan Navvaros.
Azhar Kinoi Lubis mengatakan proyek ini menjadi tantangan tersendiri karena memadukan horor dengan unsur aksi serta jumlah karakter yang cukup banyak.
“Ini pertama kalinya saya menggarap film horor dengan banyak karakter dan unsur action. Tujuannya bukan hanya memperkuat cerita, tetapi juga menghadirkan visual dan adegan yang memiliki daya dorong kuat,” kata Azhar.
Luna Maya menambahkan film ini berlatar era 1980-an dan menjadi film pertama dalam semesta Suzanna yang tidak menampilkan sosok Sundel Bolong.
“Suzanna di film ini masih sebagai manusia yang mengalami perjalanan hidup menyakitkan hingga akhirnya mengambil keputusan yang mengubah hidupnya. Ini yang membedakannya dari dua film sebelumnya,” ujar Luna.





