Thursday, January 22, 2026
Cakraline
  • Home
  • Celebrity
    • Lifestyle
  • Female
    • Inspiratif
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Isu Khusus
  • Film & Musik
    • Fashion
    • Musik
  • travel
    • Destinasi
    • Galeri
  • Video & TV Streaming
  • Olahraga
    • Lokal
    • Internasional
  • Home
  • Celebrity
    • Lifestyle
  • Female
    • Inspiratif
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Isu Khusus
  • Film & Musik
    • Fashion
    • Musik
  • travel
    • Destinasi
    • Galeri
  • Video & TV Streaming
  • Olahraga
    • Lokal
    • Internasional
Morning News
No Result
View All Result
Home Isu Khusus

Dr. Zastrouw Al-Ngatawi, Diskusi Kebudayaan Indonesia jangan lupakan sejarah

by sal
December 28, 2023
0
0
SHARES

Cakrline.com. Jakarta – Diskusi Kebudayaan bertajuk , ‘Indonesia di Persimpangan Sejarah’ digelar di Warung Apresiasi, Bulungan, Jakarta, Rabu (27/12/23). Sejumlah jurnalis, seniman dan budayawan hadir menyimak obrolan hangat dan mencerahkan pikiran.

Dr.-Zaztrouw-Al-Ngatawi-dalam-diskusi-Indonesia-di-Persimpangan-Sejarah-bersama-Isti-Nugroho-dengan-moderator-Amien-Kamil.-foto-Dudut-Suhendra-Putra
Dr.-Zaztrouw-Al-Ngatawi-dalam-diskusi-Indonesia-di-Persimpangan-Sejarah-bersama-Isti-Nugroho-dengan-moderator-Amien-Kamil.-foto-Dudut-Suhendra-Putra

 

Diskusi menghadirkan nara sumber Dr. Zastrouw Al-Ngatawi dan Isti Nugroho dengan moderator Amien Kamil.

 

 

Amien  Kamil mengawali acara dengan mengungkap dasar pemikiran diskusi ini digelar. Menurut Amien, melihat realitas yang ada, saat ini Indonesia sedang berada di persimpangan sejarah. Tiga sampai lima tahun belakangan ini, kita menyaksikan berbagai macam kejadian yang seringkali jauh dari apa-apa yang diniatkan oleh Bapak pendiri bangsa dan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga serta pikirannya untuk kemerdekaan Indonesia.

 

 

Katerangan  tertulisnya Amien Kamil, mengatakan,  “Lihatlah, korupsi merajalela hampir di semua instansi pemerintahan. Diskusi ini kita coba untuk turun rebuk pikiran bagaimana membaca situasi Indonesia dan bersama-sama belajar untuk mencintai Indonesia. Entah yang bergerak dalam bidang kesenian atau siapapun yang peduli dengan masa depan Indonesia, haruslah jadi Pelopor penyadaran dan agen perubahan ke arah yang lebih baik!.”

 

 

Amien yang dikenal di panggung sastra dan seni rupa dan penulis beberapa buku. Salah satunya buku antologi puisi Tamsil Tubuh Terbelah (2007), kemudian memperkenalkan dengan panjang lebar dan detail latar belakang dua narasumber hari itu, yakni , seorang budayawan dari kalangan nahdliyin yakni Dr. Ngatawi Al-Zastrow, S.Ag., M.Si, dan Isti Nugroho adalah aktivis 1980-an, yang delapan tahun dipenjara rezim Orde Baru atas tuduhan subversif.

 

 

Bukan di Persimpangan Sejarah Tapi di Lika-Liku Sejarah

 

Soal judul Diskusi Kebudayaan, ‘Indonesia di Persimpangan Sejarah’, Isti Nugroho menilai  lebih tepat Indonesia di Lika liku Sejarah.   Karena Republik Indonesia mengalami up and down justru ketika di awal-awal Proklamasi dan sebelum proklamasi dari mulai 1930 sampai 65.  

 

“Nah  di masa itu  Indonesia betul-betul dalam dalam persimpangan sejarah.  Artinya,  Indonesia mau ke kiri atau ke kanan, tetapi kemudian Indonesia setelah tahun 65 betul-betul berkibar dan berdarah, karena yang dulu dikatakan ditolak Soekarno diterima oleh Soeharto,”ujar Isti,

 

 

Menurit Isti, jadi Indonesia saat ini bukan  lagi di persimpangan sejarah tetapi Indonesia ini ada dalam lika-liku sejarah.  Lika-liku sejarah itu dibuat didesain justru ketika reformasi. Jadi kalau orang-orang seusia saya, seusia Mas Amin dan lain-lainnya masih kecil,  itu pasti ada residu yang mencari tahu apa itu ideologi?  Apa itu cara pandang? Apa itu  spirit perjuangan?  Tetapi anak milinial sekarang ini merasa yang penting bisa hidup nyaman dan aman dan menjadi bagian Kapitalisme,  sementara kita masih berdarah-darah  dengan ideologi tadi.  Indonesia sudah betul-betul ada dalam situasi yang disebut dengan demokrasi liberal dan ekonomi kapitalis!”

 

 

Rusaknya kondisi bangsa Indonesia saat ini, kata Isti   akibat dari ulah oknum penguasa. “Penguasa telah mengutak-atik aturan. Jadi arah bangsa ini (Indonesia) berliku-liku ndak keruan. Rakyat dianggap tidak ada dan ini (kerusakan) harus dihentikan,” tegasnya.

 

 

Apalagi, kata dia, Indonesia memiliki sejarah yang panjang dalam merebut kemerdekaan melawan penjajah.

 

 

“Apa yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa, saat ini telah dirusak oleh penguasa dan oligarki. Sebagai warga yang cinta Tanah Air, kita tidak boleh berdiam diri,” jelasnya.

 

 

Semua elemen, jelas dia, harus memberikan kontribusi untuk melakukan perbaikan dengan berbagai kemampuan yang dimiliki.

 

Vaksin Sejarah Bangsa

 

 

Sementara itu, Dr. Ngatawi Al-Zastrow menilai generasi milenial harus terus diberikan soal literasi sejarah bangsa Indonesia.  Milenial menganggap tidak  ada untungnya belajar sejarah, karena tidak menghasilkan uang. Padahal, dari masa lalu, kita bisa hidup seperti sekarang ini .

 

 

Sejarah buat anak sekarang cuma sebagai hafalan dari sebuah peristiwa masa lalu. “Misalnya, cerita Perang Diponegoro, mereka menghafalnya perang itu sebagai perang yang terjadi setelah azan maghrib dalam waktu 5 menit, karena terjadi pada  (tahun) 1825 sampai 1830.  Kan magrib menurut waktu  Indonesia bagian barat terjadi pada pukul 18.25,” kata  Al-Zastrow

 

 

Menurut Al-Zastrow,  sejarah bukanlah sebuah rekonstruksi masa lalu, melainkan petunjuk arah sebagai pedoman masa depan bangsa “Saat ini masyarakat Indonesia bukan hanya membutuhkan vaksin Covid-19, tetapi juga vaksin sejarah. Tujuannya, supaya generasi milenial dan seluruh unsur masyarakat tidak lupa akan sejarah besar Bangsa Indonesia. Agar kita semua memahami arah dan tujuan membangun bangsa Indonesia sesuai dengan cita-cita pendirinya. Penguasa yang korup harus dihentikan,” jelasnya.

 

 

Dalam pengamatan Al-Zastrow pendidikan  di Indonesia sekarang ini lebih mengarah pada dimensi kognitif, di mana pemikiran konsep berdasarkan pengetahuan,  sehingga orang belajar agama pun,  agama merjadi pengetahuan “Karenanya,  banyak orang yang pintar Islam tapi kelakuannya berbeda dari Islam,” ungkapnya.

 

 

Al Zaztrow menawarkan alternatif, sebaiknya pendidikan sekarang ini juga mengarah pada penguatan dimensi afektif karena dimensi afektif ini akan merasa mengelola kinerja rasa nurani .

 

 

“Dimensi afektif adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan sikap, watak, perilaku, minat, emosi, dan nilai yang ada di dalam diri setiap individu. Pembelajaran yang berkaitan dengan sikap, lebih menekankan pada nilai, bagaimana seseorang dapat bertindak dan dapat memilah apa yang dipandang benar adan apa yang dipandang salah!”jelasnya. 

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Ekonomi Kreatif Sebagai Mitigasi Resesi Ekonomi 2030
  • Menakar Peta Jalan Ekonomi Kreatif Menuju Keberlanjutan dan Kualitas
  • Dhani Rusman Orangtua Syafiq Pendaki hilang di Gunung Slamat. ‘Terima Kasih Anak Saya ditemukan’
  • SPHP  Beras diperpanjang : Strategi Jitu atau Sekadar Penunda Krisis Pangan?
  • Refleksi Kebijakan Dalam Sudut Pandang Perempuan

Recent Comments

    Archives

    • January 2026
    • December 2025
    • November 2025
    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • April 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • January 2025
    • December 2024
    • November 2024
    • October 2024
    • September 2024
    • August 2024
    • July 2024
    • June 2024
    • May 2024
    • April 2024
    • March 2024
    • February 2024
    • January 2024
    • December 2023
    • November 2023
    • October 2023
    • September 2023
    • August 2023
    • July 2023
    • June 2023
    • May 2023
    • April 2023
    • March 2023
    • February 2023
    • January 2023
    • December 2022
    • November 2022
    • October 2022
    • September 2022
    • August 2022
    • July 2022
    • June 2022
    • May 2022
    • April 2022
    • March 2022
    • February 2022
    • January 2022
    • December 2021
    • November 2021
    • October 2021
    • September 2021
    • August 2021
    • July 2021
    • June 2021
    • May 2021
    • April 2021
    • March 2021
    • February 2021
    • January 2021
    • December 2020
    • November 2020
    • October 2020
    • September 2020
    • August 2020
    • July 2020
    • June 2020
    • May 2020
    • April 2020
    • March 2020
    • February 2020
    • January 2020
    • December 2019
    • November 2019
    • October 2019
    • September 2019

    Categories

    • Destinasi
    • Ekonomi
    • Event
    • Exclusive
    • Fashion
    • Film
    • Galeri
    • Inspiratif
    • Isu Khusus
    • Kolom Mahasiswa
    • Musik
    • Nusantara
    • Regional
    • Transportasi

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    • Destinasi
    • Ekonomi
    • Event
    • Exclusive
    • Fashion
    • Film
    • Galeri
    • Home
    • Inspiratif
    • Internasional
    • Isu Khusus
    • Kontak
    • Lifestyle
    • Lokal
    • Musik
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Politik
    • Regional
    • Susunan Redaksi

    © 2024 Cakraline

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Celebrity
      • Lifestyle
    • Female
      • Inspiratif
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Politik
      • Isu Khusus
    • Film & Musik
      • Fashion
      • Musik
    • travel
      • Destinasi
      • Galeri
    • Video & TV Streaming
    • Olahraga
      • Lokal
      • Internasional

    © 2024 Cakraline