Cakraline.com. Jakarta – Artis cantik Tamara Bleszynki mengaku mengalami kerugian puluhan miliar, didampingi kuasa hukumnya Djohansyah SH, Tamara mendatangi Bareskrim Polri untuk membuat pengaduan.

Usai bertemu penyidik selama 4 jam lebih, Tamara menyebut dirinya membuat aduan dugaan penipuan yang dilakukan rekannya bisnis menyebabkan kerugian sekitar 10 miliar.
Tamara datang pukul 13.05 Wib baru keluar Bareskrim pukul 17.30 WIb. Tamara mengenakan pakaian berwarna hijau. Dia juga menggunakan celana hitam sambil membawa tas hitam.
”Saya mau berterima kasih kepada semua teman-teman, ada keluarga saya juga yang tak putus berdoa supaya saya bisa mendapatkan keadilan,” ungkap Tamara Bleszynki,saat ditemui di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa 912/10).
Tamara belum mau menjelaskan secara detail dugaan kasus penipuan yang dilakukan rekannya bisnisnya itu. Sambis terisak menahan tangis bintang film Air Terjung Pengantin itu hanya menceritakan secara singkat bahwa sudah sangat lama dirinya sangat menderita. Sebab itulah kini Tamara berjuang untuk merebut kembali hak-hak yang hilang.
Tamara berharap dengan dokumen yang dimilikinya polisi bisa mengusut kasus tersebut. Sayangnya laporan Tamara belum terigistri karena itu penyidik minta dilengkapi, ” Saya belum bisa ngomong banyak karena saya tidak bisa mendahului,” ucap Tamara Bleszynki.
Walaupun laporan ditolak Tamara berharap keadilan akan berpihak kepada dirinya.”Saya berdoa mudah-mudahan ada keadilan buat saya dan orang-orang lain yang ikut terlibat,” tutur Tamara Bleszynki.
Tamara mengaku sudah lama mengalami kerugian namun baru sekarang memutuskan untuk mambawa kasus ini pada ranah hukum. Menurut sebelumnya sudah berbagai cara dilakukan agar bisa mendapatkan kembali hak-haknya tetapi tidak membuah hasil. ”Beberapa kali ketemu, berkomunikasi tetapi tidak ada penyelesaian,” ujar Tamara.
Perempuan kelahiran Bandung 25 Desember 1974 itu mengaku tidak bisa berbuat banyak kecuali minta tolong kepada negara.
” Saya sudah pasrah, tidak bisa berbuat aapa-apa, kecuali menanyakan keadialan pada negara, gimana hukumnya. Saya sudah balasan tahun menderita, saya sedih sekali, “ kata Tamara.
Tamara yakin dengan membasa kasus ini keranah hukum, masalahnya bisa diselesaikan dengan baik. ”Saya sudah nggak ada jalan kecuali meminta perlindungan pada negara. Mudah-mudahan bisa selesai. Mohon dibantu doa, ya mudah-mudahan keadailan ada untuk saya,” harap Tamara.
Menurut Djohansyah SH laporannya belum diterima polisi, sehingga dia menahan diri untuk tidak membuka secara detail bagaimana ”Laporan belum diterima, ada dokumen yang masih harus kami penuhi,” kata Djohansyah.
Djohansyah berjanji akan melengkapi dokumen yang kurang sehingga Tamara Bleszynki bisa membawa masalah yang dihadapi ke ranah hukum. ”Kita masih melengkapi semua dokumen-dokumen baru nanti kita jelaskan secara detil. ,” kata Djohansyah.
”Tadi kita habis diskusi dengan penyidik Bareskrim untuk kasus tindak pidana yang dilakukan pihak lain kepada Tamara. Penyidik meminta kami memenuhi dokumen yang belum lengkap,” turur Djohansyah.
Seba itu Djohansya belum mau membeberkan bagaiimana kronolis kasus bisnis yang menyebabkan Tamara mengalami kerugian puluhan miliar.” Jadi kita mesti sedikit lagi kerja untuk keadilan semoga terpenuhi. Nanti kita bicara lengkap,” ujarnya.