Cakraline.com- Jakarta. Bukan hanya disekitar halaman rumah Pimpinan pondok pesantren Daarul Quran Ketapang, Cipondoh, Tangerang, Ustad Yusuf Mansyur dikelilingi oleh berbagai tanaman seperti, cabe, tomat, rambutan, mangga, bawang, dan beberapa jenis durian, dan melon sedang dibudidayakan.

Bahkan atap rumahnya di dak beton disulap menjadi kebun hijau untuk menaman aneka jenis sayuran dan buah. Semua tumbuh dan mekar di dalam pot berbagai ukuran dan bentuk.
“Sebagian halaman rumah sengaja saya tanam aneka jenis sayuran dan buah. Ini namanya ketahanan pangan, dulu kita negara agraris, berubah ke dunia kerja sekarang berkembang menjadi negara industri. Sawah banyak digunakan untuk kawasan industri. Lahan makin sempat, jadi masyarakat harus bisa memanfaatkan lahan disekitar rumah untuk menaman aneka sayuran dan buah,” ungkap ustad UYM di kediamannya di Cipondok, Tanggerang, Selasa (21/1/2020).
Ustad yang hobi berkebun ini memanfaatkan setiap jengkal lahan terbuka di rumahnya untuk menyalurkan hobi berkebun. UYM mengaku mulai senang berinteraksi dengan tanaman mulai tumbuh sejak menggagas program sedekah sawah bersama teman-temannya beberapa tahun silam. Mereka mengumpulkan dana untuk membeli sebidang sawah. Selanjutnya, pada setiap panen hasilnya dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, saat ini di rumah kami setiap makan buah, maka bijinya tidak dibuang percuma, melainkan ditanam. Misalnya, kami beli sebuah melon jepang. Puluhan bijinya kemudian disemai menjadi puluhan bibit melon jepang yang siap ditanam,” jelasnya.
Dihalaman rumah yang tidak terlalu luas, tampak aneka warna dan ragam tanaman buah, sayuran dan tanaman hias sedang bermekaran. Banyak pula tanaman yang menjuntai.
Tembok yang mengelilingi sebagian halaman, disulap menjadi taman hijau nan asri. Mulai dari taman vertikal, memanfaatkan botol plastik bekas menjadi pot, hingga ranjang bertingkat bekas pun disulap menjadi taman bertingkat.
Pada sudut lain tembok halaman rumah, disulap menjadi taman vertikal yang menggunakan media air untuk bertanam sayuran organik. “Orang lain biasa menyebutnya tanaman hydroponic. Kalau disini, saya sebut ‘Masyurponic’,” ujar UYM sambil tertawa.
Rumah yang berdiri diatas tanah seluas 800 meter itu kini terlihat hasil asri, hijau menyegarkan, selain menjadikan sekeliling rumah menjadi hijau asri yang menyegarkan, mendapat suplai oksigen yang tiada habisnya.
“Rasa capek langsung hilang saat melihat tanaman mulai berbunga atau berbuah. Kita akan mengalami girangnya metik. Pengalaman seperti itu enggak pernah dimiliki oleh mereka yang enggak pernah nanam.
Menurutnya, dengan memanfaatkan lahan yang ada bisa digunakan untuk mensiasati kebutuhan sehari-hari. Apalagi, menanam sayuran maupun buah bukanlah ilmu yang rumit. Semua sudah tersaji di media sosial.
“Begitu juga memelihara ikan lele. Saat ini tidak perlu harus memiliki lahan kolam ikan. Bisa pakai terpal, yang ditaruh di teras, kalau sama sekali tidak punya lahan,” kilahnya.
“Banyak yang bisa dilakukan untuk menciptakan ketahanan pangan, kalau ada 10 juta rumah yang atapnya berukuran minimal 100 meter persegi. Itu artinya ada tambahan lahan baru seluas 1 miliar meter persegi. Nah, kalau dimanfaatkan sebagai lahan tanaman, maka ketahanan pangan negara kita akan semakin mantap,” ujarnya. (nisa)