Friday, April 24, 2026
Cakraline
  • Home
  • Celebrity
    • Lifestyle
  • Female
    • Inspiratif
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Isu Khusus
  • Film & Musik
    • Fashion
    • Musik
  • travel
    • Destinasi
    • Galeri
  • Video & TV Streaming
  • Olahraga
    • Lokal
    • Internasional
  • Home
  • Celebrity
    • Lifestyle
  • Female
    • Inspiratif
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Isu Khusus
  • Film & Musik
    • Fashion
    • Musik
  • travel
    • Destinasi
    • Galeri
  • Video & TV Streaming
  • Olahraga
    • Lokal
    • Internasional
Morning News
No Result
View All Result
Home Nusantara

Pengaruh Jurnalis Merdeka dalam Pilpres 2024

by sal
November 12, 2023
0
0
SHARES

Cakraline.com. Jakarta – Aliansi Jurnalis Video  (AJV) melantik  Chandra Nazirun (Ketua Umum), Dr. Rully Nasrullah (Sekjen), Puput Nurmawarni (Bendahara Umum) sebagai  Pengurus Pusat AJV periode 2023-2026 di Hotel Amaris, Pancoran Jakarta Selatan (11/11) yang dilantik oleh Dewan Pengawas Erland Hidayat.

Aliansi-Jurnalis-Video-selenggarakan-diskusi-pentingnya-Pilpres-Jurdil-2024-foto-Dudut-SP
Aliansi-Jurnalis-Video-selenggarakan-diskusi-pentingnya-Pilpres-Jurdil-2024-foto-Dudut-SP

Gilang Iskandar selaku Dewan Pembina AJV  dalam sambutannya, berharap pengurus baru AJV  dapat melakukan hal yang terbaik  untuk organisasi  juga  dapat mencerahkan bangsa dan negara. “Ini tidak mudah, tetapi dengan kekompakan, kita yakin bisa melangkah ke arah lebih baik!” ungkap Gilang.

Sebelum acara pelantikan yang ditayangkan pula via Instagram dan YouTube tersebut dilaksanakan pula diskusi publik  bertajuk “Menguak Pengaruh Jurnalis Merdeka Dalam Pilpres  2024  dengan narasumber Prof. Dr. Ibnu Hamad (Guru Besar Komunikasi UI), BivitriSusanti SH. L.LM (Ahli Hukum Tata Negara PSHK), H.N Jusuf Rizal (Ketua Umum PWMOI), Nugroho Fery Yudho (Jurnalis Senior) dengan host Maula Isnarto ((Jurnalis Senior RRI).

*Jurnalis Tidak Merdeka*

“Secara normatif, dari dulu sampai hari ini wartawan tidak boleh berpihak ke manapun.  Namun, sekarang ini wartawan lebih takut kepada pemilik media ketimbang  kepada ayah dan Ibunya, bahkan kepada Tuhannya!” begitu pendapat Prof Dr. Ibnu Hamad, Guru Besar Komunikasi UI saat diminta pendapatnya  tentang  peran wartawan di tengah situasi Pilpres 2024.  

Ini bukan fenomena  baru di Indonesia, tapi juga  terjadi di seluruh dunia. Karena sekarang ini luar negeri juga begitu. Prof Dr Ibnu melihat, jika kemerdekaan  tidak ada pada pemiliki media, maka harus ada pada konsumen atau pemakai media.

“Sebagai pembaca atau penonton, kita yang harus merdeka. Makanya, silahkan konsumsi semua berita yang ada. Mau lewat berita podcast, mau sosial media, mau dari berita online. Dan jadilah pembaca yang merdeka!”

Prof.  Dr.  Ibnu  juga melihat fakta di lapangan yang menunjukan,   bahwa di dunia industri media di Indonesia banyak  pemilik media yang terlibat politik. “Bahkan banyak teman-teman  wartawan yang menjadi tim sukses. Ini kan jauh dari peran jurnalis  yang merdeka!”

Dengan kondisi ini, Prof Ibnu melihat  keadilan jurnalisme  semakin tidak berlaku di media di Indonesia,  bahkan soal keadilan ini tidak diatur dalam kode etik manapun di lndonesia. 

Pengurus-Aliansi-Jurnalis-Video-terpilih-2023-2026-foto-Dudut-SP
Pengurus-Aliansi-Jurnalis-Video-terpilih-2023-2026-foto-Dudut-SP

“Bayangkan, pada satu media  tertentu bisa memuat headline dari tokoh yang itu-itu saja  selama berhari-hari, dan  pilihan narasumber  juga nama yang sama.  Yang muncul  lue lagi… lue Lagi. Sebaiknya, kalau bicara soal keadilan dan kemerdekaan, maka untuk Pilpres mendatang misalnya,  sebaiknya dibuat jurnal pemilu. Di mana setiap kontestan bisa dimuat secara merata untuk pemuatan cetak dan online, maupun dalam durasi pemberitaan  video,” ujarnya

*Jurnalisme Warga Dikutip Mainstream*

Sementara itu Nugroho Fery Yudho (Jurnalis Senior Kompas)  mengakui banyak yang berubah  dari  industry media  belakangan ini. Zaman tahun 1980-an,  pemimpin  dan pemilik media rata-rata berprofesi sebagai jurnalis. Sebut saja  BM Diah, Yacob Utama dan Harmoko, misalnya.

“Sekarang ini, setiap orang bisa jadi pemimpin redaksi.  Dan bikin kartu nama sebagai wartawan. Sehingga, kesadaran dan kemandirian pers tidak sebesar dulu,” kata Nugroho.

Perkembangan sosial media yang dengan sangat cepat, menurut Nugroho juga  melahirkan setiap orang menjadi wartawan.  Dan kemudian muncul pula istilah jurnalisme warga. “Di mana setiap orang bisa merekam  sebuah peristiwa dan menyebarkannya,” kata Nugroho.

Namun, sayangnya dengan keterbatasan pengetahuan,  mereka membuat berita tanpa dasar yang jelas seperti layaknya wartawan menulis berita,  dengan patokan rumusan wartawan menulis  berita yang   harus memuat 5 W . 

“Di sinilah muncullah  istilah berita hoax, dan kebanyakan dibuat oleh pelajar  dan mahasiswa. Awalnya, mereka tidak menyadari  apa yang dibuat  itu sebagai berita hoax.  Mereka membuat  berita tidak lengkap asal usulnya!”  

Nugroho  menyebut bersama AJV,  ia kemudian  masuk ke berbagai sekolah dan kampus, untuk memperkenalkan pola penulisan berita yang benar. 

Dalam jangka panjang,  Nugroho melihat jusrnalistik mainstream, harus bisa belajar dari  pola jurnalisme warga.  “Jujur saja, sekarang kondisinya terbalik. Banyak media mainstream belakangan ini  yang mengambil  (bahan) dari jurnalisme warga yang tersebar di  sosial media. Ini harusnya membuat kita sadar, dan tidak berlebihan. Jangan juga membuat persyarat macam-macam. Seperti ujian kompetensi  watawan yang tidak jelas!” katanya di tengah sekitar lebih dari 100 peserta diskusi, di antaranya  21 Mahasiswa BSI jurusan Broadscast.

*Jujur dan Adil*

Sementara itu Yusuf Rizal, Wartawan Senior, Ketua Umum PWMOI sekarang ini tidak ada kemerdekaan bagi wartawan  dan sikap wartawan  sekarang ini lebih nanyak memperhtungkan bagaiamana mendapat cuan. “Di atas semua itu, kepentingan politik para pemilik media, menjadi dominan. Dan ini mengurangi kemerdekaan dalam melihat  dan menyajikan informasi secara jujur dan adil  (Jurdil).”

Dalam konteks pilpres , di lapangan  wartawan dan pemilik media  faktanya  sudah terkotak-kotak. “Harapan  kita wartawan  bisa kembali ke khitohnya, yang punya idealis  tapi realistis!”

Sedangkan Bivitri  Susanti SH  menyebut peran media harus ditempatkan kembali secara jujur dan adil dalam mengawasi pilpres mendatang. “Misalnya, kita tahu sekarang ini, meski ada KPU,  Bawaslu, Panwaslu,  banyak poster  dan baliho dari pasangan calon Presiden dan wakil Presiden yang sudah bertebaran, meski belum masuk masa kampanye.  Dan media mestinya harus bisa menyikapi kondisi ini!”

Sementara itu,  dalam kaitan dengan profesi  wartawan di AJV, Bivitri mengusulkan harus ada self regulation yang mengatur para anggota, “agar wartawan AJV bisa bekerja lebih professional dan mandiri, sehingga  free and fair election dalam Pilpres bisa diterapkan,“ ujar Bivitri.

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Peluncuran 100 CTFP Happiness Golden Hope di Tengah Tanah Bergerak: 6 Kartini Bantargadung Hadirkan Harapan
  • ABPEDNAS Gelar Jaga Desa Awards 2026, Dorong Transparansi dan Partisipasi Warga Desa
  • Marthen Malelak Pedagang Kopi ke  Bisnis  Kecantikan, Sukses di Industri Anti-Aging
  • Mpok Atiek  Rutin Perawatan, Dokter  Patrick  Ungkap Tren Kecantikan 2026 Tanpa Operasi
  • Rossa, Somasi Pemilik Akun Medsos Yang Sengaja Menyebar Fitnah

Recent Comments

    Archives

    • April 2026
    • March 2026
    • February 2026
    • January 2026
    • December 2025
    • November 2025
    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • April 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • January 2025
    • December 2024
    • November 2024
    • October 2024
    • September 2024
    • August 2024
    • July 2024
    • June 2024
    • May 2024
    • April 2024
    • March 2024
    • February 2024
    • January 2024
    • December 2023
    • November 2023
    • October 2023
    • September 2023
    • August 2023
    • July 2023
    • June 2023
    • May 2023
    • April 2023
    • March 2023
    • February 2023
    • January 2023
    • December 2022
    • November 2022
    • October 2022
    • September 2022
    • August 2022
    • July 2022
    • June 2022
    • May 2022
    • April 2022
    • March 2022
    • February 2022
    • January 2022
    • December 2021
    • November 2021
    • October 2021
    • September 2021
    • August 2021
    • July 2021
    • June 2021
    • May 2021
    • April 2021
    • March 2021
    • February 2021
    • January 2021
    • December 2020
    • November 2020
    • October 2020
    • September 2020
    • August 2020
    • July 2020
    • June 2020
    • May 2020
    • April 2020
    • March 2020
    • February 2020
    • January 2020
    • December 2019
    • November 2019
    • October 2019
    • September 2019

    Categories

    • Destinasi
    • Ekonomi
    • Event
    • Exclusive
    • Fashion
    • Film
    • Galeri
    • Inspiratif
    • Isu Khusus
    • Kolom Mahasiswa
    • Musik
    • Nusantara
    • Regional
    • Transportasi

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    • Destinasi
    • Ekonomi
    • Event
    • Exclusive
    • Fashion
    • Film
    • Galeri
    • Home
    • Inspiratif
    • Internasional
    • Isu Khusus
    • Kontak
    • Lifestyle
    • Lokal
    • Musik
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Politik
    • Regional
    • Susunan Redaksi

    © 2024 Cakraline

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Celebrity
      • Lifestyle
    • Female
      • Inspiratif
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Politik
      • Isu Khusus
    • Film & Musik
      • Fashion
      • Musik
    • travel
      • Destinasi
      • Galeri
    • Video & TV Streaming
    • Olahraga
      • Lokal
      • Internasional

    © 2024 Cakraline