Friday, April 24, 2026
Cakraline
  • Home
  • Celebrity
    • Lifestyle
  • Female
    • Inspiratif
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Isu Khusus
  • Film & Musik
    • Fashion
    • Musik
  • travel
    • Destinasi
    • Galeri
  • Video & TV Streaming
  • Olahraga
    • Lokal
    • Internasional
  • Home
  • Celebrity
    • Lifestyle
  • Female
    • Inspiratif
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Isu Khusus
  • Film & Musik
    • Fashion
    • Musik
  • travel
    • Destinasi
    • Galeri
  • Video & TV Streaming
  • Olahraga
    • Lokal
    • Internasional
Morning News
No Result
View All Result
Home Nusantara

DR Ahmad Basarah: Persatuan Nasional Merupakan Pesan Penting Sumpah Pemuda

by kaha
October 28, 2019
0
6
VIEWS
Wakil Ketua MPR RI DR Ahmad Basarah
Wakil Ketua MPR RI DR Ahmad Basarah

Kongres Pemuda di tahun 1926 dan 1928 menjadi bukti otentik, bahwa segenap pemuda-pemudi sepakat menanggalkan identitas kedaerahan (etnonasionalisme) dan melebur ke dalam identitas tunggal ke-Indonesia-an.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDI Perjuangan) di Jakarta, Senin (28/10/2019) dalam rangka memperingati 91 tahun Sumpah Pemuda hari ini, Senin. 28 Oktober 2019.

Basarah menjelaskan, pelajaran penting yang bisa kita teladani dari Sumpah Pemuda adalah spirit persatuan nasional. Karena itulah tidak mengherankan, jika dalam Kongres Pemuda II begitu kental dengan simbol-simbol persatuan.

Sebagai contoh, kata dia mengapa saat itu tidak Bahasa Jawa yang dipilih sebagai Bahasa Persatuan? Bahasa Jawa dianggap memiliki stratifikasi sosial yang ketat dan berkebudayaan tinggi, padahal bangsa yang hendak diwujudkan adalah bangsa egaliter.

Menurut Basarah, jika Bahasa Jawa  yang dipilih atau ditetapkan sebagai bahasa persatuan Indonesia, maka kesan yang muncul akan lebih mengukuhkan posisi dominan orang Jawa, dan berpotensi menyebabkan disintegrasi bangsa. Demi Persatuan Nasional maka dipilihlah Bahasa Melayu, kata dia.

“Bahasa Melayu adalah Lingua Franca (bahasa perhubungan) yang menjembatani pergaulan antar suku dan perdagangan serta antar wilayah. Bahasa Melayu terbuka dan demokratis, sehingga terpilih sebagai Bahasa Persatuan,” jelas dosen tetap Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) tersebut.

Dijelaskan Basarah, pelajaran penting lain yang bisa dipetik dari momentum Sumpah Pemuda adalah soal peran dan partisipasi peranakan Tionghoa dan keturunan Arab. Tempat yang digunakan sebagai lokasi deklarasi Sumpah Pemuda tahun 1928 adalah di jalan Kramat Raya Nomor 106 (kini Museum Sumpah Pemuda), adalah rumah milik peranakan Tionghoa Sie Kong Liong.

Kemudian empat orang pemuda peranakan Tionghoa juga hadir dalam Kongres Pemuda II. Mereka adalah Kwee Thiam Hong, Oey Kay Siang, John Liauw Tjoan Hok, dan Tjio Djin Kwie. Selanjutnya Surat kabar berbahasa Melayu-Tionghoa, Sin Po adalah surat kabar yang  pertama kali memuat Lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman, dimuat pada edisi mingguan No. 293 tanggal 10 November 1928.

Sejarah juga mencatat peran AR Baswedan dalam menggelorakan semangat Sumpah Pemuda di kalangan peranakan Arab. AR Baswedan menjadi motor penggerak Sumpah Pemuda keturunan Arab yang dilaksanakan di Semarang pada 4 Oktober 1934. Ada tiga  pernyataan sumpah pemuda Keturunan Arab: Pertama, Tanah air peranakan Arab adalah Indonesia. Kedua, Peranakan Arab harus meninggalkan kehidupan menyendiri (mengisolasi diri),  dan Ketiga, Peranakan Arab memenuhi kewajibannya terhadap tanah air dan bangsa Indonesia.

“Inilah pesan kebangsaan penting yang bisa kita teladani. Bahwa sejak awal fondasi bangsa Indonesia adalah keberagaman. Puspa ragam kemajemukan tersebut, tidak hanya sebagai modal utama bangsa Indonesia, melainkan sebagai warisan dari generasi terdahulu. Karena itulah sudah menjadi kewajiban bagi generasi penerus untuk menjaga dan merawatnya,” terang Ketua Umum Persatuan Alumni GMNI itu.

Di sisi lain, Basarah juga menyoroti dinamika kehidupan pemuda di era milenial. Menurut dia, ada banyak perbedaan mencolok antara pemuda dahulu dengan pemuda kekinian. Sumpah Pemuda sepakat menyatukan perbedaan dengan memperkuat identitas nasional, sedangkan pemuda di era kekinian justru sibuk memperdebatkan perbedaan.

Dulu Pemuda menghasilkan Sumpah Pemuda. Namun kini, sebagian pemuda mendeklarasikan Sumpah Khilafah. Sumpah Pemuda sepakat menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa dan simbol persatuan, namun pemuda di era milenial justru mencampuradukan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Asing.

“Sebagai bangsa Indonesia kita wajib bangga terhadap Bahasa Indonesia. Terlebih Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 63 tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia. Perpres tersebut tidak hanya sebagai upaya meneguhkan identitas kebangsaan, melainkan sebagai upaya memperkokoh karakter bangsa,” demikian penjelasan Basarah.

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Peluncuran 100 CTFP Happiness Golden Hope di Tengah Tanah Bergerak: 6 Kartini Bantargadung Hadirkan Harapan
  • ABPEDNAS Gelar Jaga Desa Awards 2026, Dorong Transparansi dan Partisipasi Warga Desa
  • Marthen Malelak Pedagang Kopi ke  Bisnis  Kecantikan, Sukses di Industri Anti-Aging
  • Mpok Atiek  Rutin Perawatan, Dokter  Patrick  Ungkap Tren Kecantikan 2026 Tanpa Operasi
  • Rossa, Somasi Pemilik Akun Medsos Yang Sengaja Menyebar Fitnah

Recent Comments

    Archives

    • April 2026
    • March 2026
    • February 2026
    • January 2026
    • December 2025
    • November 2025
    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • April 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • January 2025
    • December 2024
    • November 2024
    • October 2024
    • September 2024
    • August 2024
    • July 2024
    • June 2024
    • May 2024
    • April 2024
    • March 2024
    • February 2024
    • January 2024
    • December 2023
    • November 2023
    • October 2023
    • September 2023
    • August 2023
    • July 2023
    • June 2023
    • May 2023
    • April 2023
    • March 2023
    • February 2023
    • January 2023
    • December 2022
    • November 2022
    • October 2022
    • September 2022
    • August 2022
    • July 2022
    • June 2022
    • May 2022
    • April 2022
    • March 2022
    • February 2022
    • January 2022
    • December 2021
    • November 2021
    • October 2021
    • September 2021
    • August 2021
    • July 2021
    • June 2021
    • May 2021
    • April 2021
    • March 2021
    • February 2021
    • January 2021
    • December 2020
    • November 2020
    • October 2020
    • September 2020
    • August 2020
    • July 2020
    • June 2020
    • May 2020
    • April 2020
    • March 2020
    • February 2020
    • January 2020
    • December 2019
    • November 2019
    • October 2019
    • September 2019

    Categories

    • Destinasi
    • Ekonomi
    • Event
    • Exclusive
    • Fashion
    • Film
    • Galeri
    • Inspiratif
    • Isu Khusus
    • Kolom Mahasiswa
    • Musik
    • Nusantara
    • Regional
    • Transportasi

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    • Destinasi
    • Ekonomi
    • Event
    • Exclusive
    • Fashion
    • Film
    • Galeri
    • Home
    • Inspiratif
    • Internasional
    • Isu Khusus
    • Kontak
    • Lifestyle
    • Lokal
    • Musik
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Politik
    • Regional
    • Susunan Redaksi

    © 2024 Cakraline

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Celebrity
      • Lifestyle
    • Female
      • Inspiratif
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Politik
      • Isu Khusus
    • Film & Musik
      • Fashion
      • Musik
    • travel
      • Destinasi
      • Galeri
    • Video & TV Streaming
    • Olahraga
      • Lokal
      • Internasional

    © 2024 Cakraline