Cakraline.com, Jakarta – Penyanyi Angel Pieters memperluas kiprahnya di industri musik dengan mengambil peran sebagai Creative Contributor dalam konser internasional YE Live in Jakarta. Konser yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, tersebut menjadi kesempatan bagi Angel untuk terlibat dalam proses kreatif pertunjukan musik berskala internasional, tidak hanya tampil sebagai penyanyi.

Acara ini memanfaatkan ruang publik perkotaan sebagai lokasi pertunjukan dengan menghadirkan interpretasi sejumlah karya ikonik YE atau Kanye West melalui perpaduan musik gospel, paduan suara, dan aransemen kontemporer.
Bagi Angel, keterlibatannya dalam proses kreatif membuka kesempatan untuk memahami pertunjukan dari sudut pandang yang lebih luas. Pengalaman sebagai penyanyi menjadi bekal untuk melihat hubungan antara musik, visual, suasana panggung, dan cara seluruh elemen tersebut membangun pengalaman bagi penonton.
“Selama ini aku banyak mengenal panggung dari sisi seorang penyanyi. Ketika mendapat kesempatan untuk terlibat sebagai Creative Contributor dalam YE Live in Jakarta, aku bisa melihat bagaimana sebuah pertunjukan dibangun dari berbagai elemen kreatif yang saling terhubung. Buat aku panggung bukan hanya tentang siapa yang tampil, tetapi juga bagaimana musik, visual, dan energi dalamnya bisa menyampaikan cerita serta menghadirkan pengalaman yang benar-benar dirasakan penonton,” kata Angel Pieters.
Dalam Tunnel Vision: An Ode to YE, Angel juga berkolaborasi dengan Tony Williams, vokalis sekaligus produser musik asal Amerika Serikat yang pernah meraih Grammy Award. Tony dikenal melalui keterlibatannya dalam sejumlah karya YE. Pertunjukan ini turut menghadirkan Dre Synth dan Glorify TLE, mempertemukan musisi dari Indonesia dan luar negeri dalam satu panggung.
Selama kurang lebih satu jam, para musisi membawakan interpretasi lagu-lagu YE, termasuk Jesus Walks, Use This Gospel, dan Closed on Sunday. Ketiga lagu tersebut memiliki keterkaitan dengan nuansa gospel yang menjadi salah satu elemen musikal dalam pertunjukan. Aransemen yang dihadirkan tidak sekadar mengandalkan vokal dan harmoni paduan suara, tetapi juga mengeksplorasi perpaduan instrumen yang berbeda.
Salah satu unsur yang menonjol adalah penggunaan instrumen tradisional Indonesia, seperti kendang, di tengah aransemen gospel kontemporer. Akustik alami Underpass SCBD juga menjadi bagian dari pertunjukan, menghadirkan suasana berbeda dibandingkan konser yang berlangsung di gedung pertunjukan konvensional. Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana karya musik internasional dapat diinterpretasikan melalui elemen musikal lokal.
Tunnel Vision: An Ode to YE menjadi bagian dari rangkaian menuju YE Live in Jakarta sekaligus ruang eksplorasi artistik bagi para musisi yang terlibat. Format pertunjukan di ruang publik mempertemukan musik, arsitektur perkotaan, dan interaksi langsung dengan penonton. Melalui pendekatan ini, karya yang dikenal secara global memperoleh interpretasi baru tanpa meninggalkan karakter musikal yang menjadi dasarnya.
Keterlibatan Angel bersama Raw Vision juga menyoroti peluang bagi talenta Indonesia untuk berkontribusi dalam produksi pertunjukan internasional. Peran musisi tidak terbatas pada aktivitas bernyanyi atau memainkan instrumen, tetapi dapat mencakup pengembangan konsep dan pengalaman kreatif yang membentuk keseluruhan acara.
Konser YE Live in Jakarta dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Berdasarkan informasi penyelenggaraan yang disampaikan dalam bahan acara, Jakarta menjadi satu-satunya destinasi konser YE di Asia Tenggara dalam rangkaian turnya tahun ini. Kehadiran konser tersebut turut menempatkan Indonesia dalam agenda pertunjukan musik internasional yang menyasar penonton di kawasan Asia Tenggara.
Melalui perannya sebagai Creative Contributor, Angel berharap keterlibatannya dapat membuka ruang lebih luas bagi talenta kreatif Indonesia untuk mengambil bagian dalam produksi musik berskala global. Ia menilai pengalaman di balik panggung dapat menjadi bagian penting dari perjalanan seorang musisi, sekaligus kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan kreatif Indonesia di hadapan industri internasional.
“Aku berharap kesempatan ini juga bisa menjadi ruang untuk menunjukkan potensi dan kualitas talenta kreatif Indonesia, yang mampu berkontribusi dan mengambil peran penting, baik di atas maupun di balik panggung internasional,” pungkas Angel.





