Cakraline.com – Sorong, Papua. Sebagai drummer cilik sosok Shelyn Adlyani Hendroharto, asal Sorong, Papua Barat Daya, tengah mencuri perhatian. Usianya baru menginjak 8 tahun, Shelyn sudah mendapatkan banyak kesempatan manggung bersama band-band lokal. “ Shelyn anak yang berbakat luar biasa. Ia selalu tampil penuh percaya diri,” ucap penyanyi Agus Dhukun, ayah Shelyn.

Menariknya, ia mampu mengikuti permainan para personel band dewasa meski tampil tanpa latihan terlebih dahulu. “ Biasanya dia mendengarkan lagu satu dua kali, hafalin, langsung manggung, itu yang membuat Shelyn berbeda,” jelas penyanyi yang populer lewat lagu Warteg dan Hitam Putih.
Sebuah video yang beredar memperlihatkan pengagum composer kenamaan Titi Radjo Padmaja, tetap tenang ketika stick drum yang digunakannya terjatuh saat tampil di usia 7 tahun. Ia tak panik atau menghentikan permainan, ia mengambil stik cadangan dan kembali melanjutkan permainan tanpa terlihat kehilangan kendali atas irama lagu.
Video lain memperlihatkan stick terlampar, ia segera berdiri mengambil kembali ke posisi, diam sejenak, konsetrasi memgiringi penyanyi.
Kemampuan menjaga konsentrasi ketika bermain bersama musisi lain menjadi bekal penting bagi seorang drummer, termasuk bagi anak seusianya. “ Kemampuan musikalnya bagus,” puji Agus Dhuku.
Kemampuan Shelyn menjadi perbincangan setelah dirinya tampil bersama dua band berbeda di dua kafe di Sorong dalam satu malam. Bocah kelahiran 5 Maret 2018 ini menunjukkan kemampuannya bermain drum di hadapan pengunjung yang memadati tempat pertunjukan.
Kesibukan tersebut tidak membuat Shelyn meninggalkan aktivitas utamanya sebagai pelajar. Di sela-sela kegiatan sekolah dan bermain, ia tetap mendapat kesempatan untuk mengembangkan bakat musiknya.
Dalam penampilannya pada 18 September 2026, Shelyn mengawali malam dengan bermain drum bersama Tosca band di Wabi Sabi Cafe sekitar pukul 20.00 WIT. Selama kurang lebih 1,5 jam, ia mengiringi sejumlah lagu bersama para personel band yang seluruhnya berusia dewasa.
Setelah menyelesaikan penampilan pertamanya, Shelyn melanjutkan perjalanan ke Selagi Dingin Cafe. Di lokasi kedua ini, ia kembali bergabung dengan band Selagi Atmost.
Hal yang membuat penampilannya semakin menarik adalah Shelyn menjalani dua kesempatan manggung tersebut tanpa latihan terlebih dahulu bersama kedua band. Meski begitu, ia tetap mampu mengikuti alur musik dan mengiringi lagu-lagu yang dibawakan.
Sejumlah lagu yang dimainkan Shelyn antara lain Genit & Sakit Hati dari Type-X, Jogja Istimewa, Pergi Pagi Pulang Pagi, Empat Mata, Puspa dari ST12, Bring Me to Life milik Evanescence, hingga Ngapain Mo Repot.
Kemampuannya membawakan lagu dari beragam genre menunjukkan bahwa Shelyn tidak hanya mengandalkan keberanian tampil, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyesuaikan permainan drum dengan musik yang dibawakan.
Kehadiran Shelyn di atas panggung menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung kafe. Pemandangan seorang anak perempuan berusia 8 tahun bermain drum bersama musisi dewasa tentu bukan hal yang biasa ditemui.
Suasana di Selagi Dingin Cafe pun menarik perhatian salah seorang pengunjung yang sudah sering datang ke tempat tersebut. Ia mengaku melihat suasana kafe yang berbeda saat Shelyn tampil.
Antusiasme penonton tersebut memperlihatkan bagaimana kemampuan Shelyn mampu menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Setiap kesempatan tampil menjadi ruang baginya untuk menunjukkan bakat sekaligus menambah pengalaman bermusik.
Kemampuan bermain drum bukan satu-satunya hal yang membuat Shelyn menarik perhatian. Keberaniannya menghadapi situasi tak terduga saat berada di atas panggung juga menjadi bagian dari perjalanan bermusiknya.
Dua Panggung

Pengalaman tampil bersama dua band berbeda tanpa latihan sebelumnya pun menjadi tantangan tersendiri. Shelyn harus mampu mendengarkan permainan musisi lain, menjaga tempo, serta menyesuaikan ketukan drum dengan lagu yang dibawakan.
Di balik penampilannya yang mencuri perhatian, kemampuan Shelyn bermain drum tidak diperoleh secara instan. Ia telah mengenal beberapa alat musik sebelum akhirnya semakin serius menekuni drum.
Shelyn rutin mengasah kemampuanya di Purwacaraka Music Sorong di bawah bimbingan Yada Simamora. Di tempat tersebut, ia mempelajari teknik dasar bermain drum sekaligus mengembangkan kemampuannya menjaga ritme ketika mengiringi lagu.
Latihan yang dijalani secara rutin menjadi bagian penting dalam perjalanan Shelyn. Kemampuan mengikuti permainan band tanpa latihan bersama sebelumnya tentu membutuhkan penguasaan dasar musik, konsentrasi, dan kepekaan terhadap irama.
Bersama Juan Reza
Seiring berkembangnya kemampuan tersebut, kesempatan tampil yang diterimanya pun semakin beragam. Shelyn pernah diundang menjadi bintang tamu di sejumlah podcast dan media, serta mendapatkan kesempatan bermain bersama beberapa grup musik.
Nama Shelyn juga dikenal melalui kemampuannya memainkan lagu Tabola Bale yang populer di kalangan pencinta musik Tanah Air. Permainan drumnya menjadi salah satu cara bagi Shelyn untuk memperlihatkan bakat bermusik yang terus diasah.
Tak hanya itu, Shelyn juga pernah mengiringi Juan Reza, salah satu musisi yang menjadi inspirasinya. Pertemuan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi seorang drummer cilik yang tengah membangun perjalanan di dunia musik.
Shelyn Adlyani menjadi salah satu talenta muda dari Sorong yang menarik untuk diikuti. Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, ia terus mendapatkan pengalaman tampil, berlatih, dan berinteraksi dengan para musisi yang lebih dewasa.
Perjalanan Shelyn masih panjang. Namun, keberaniannya tampil di atas panggung, kemampuannya mengikuti permainan band tanpa latihan bersama, serta konsistensinya berlatih menjadi modal berharga untuk terus mengembangkan bakatnya di dunia musik





