Difilm terbarunya Ayu Azhari, bukan hanya tampil sebagai pemeran dalam film drama Suamiku Lukaku, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi. Ayu membantu tim menentukan lokasi syuting yang dinilai sesuai dengan nuansa cerita film tersebut.

Saat menghadiri dalam gala premiere Suamiku Lukaku di kawasan Epicentrum Kuningan, Kamis (21/5) Ayu didampingi putranya, Lennon Tramp mengenakan kopiah khas Bangka yang disebut sebagai simbol berjuangan.
Hari itu Lennon sepulang dari sekolah datang menghadiri promosi film yang bintanginya ibundanya. Ayu menjelaskan alasan putranya mengenakan kopiah tersebut. “ Aku mintadi Lennon dampingi dan pakai ikon Bangka, kopiah Depati Amir, lambang perjuangan, harus figth,” kata Ayu.
Ayu lantas bercerita, dirinya ikut menjembatani komunikasi dengan sejumlah daerah, termasuk kampung halamannya di Pulau Bangka. Terpilihnya Bangka, tempat lokasi syuting bagi Ayu jadi pengalaman yang sangat punya kaitan sejarah emosional.
“Saya coba untuk mencari, membantu mengkoordinasikan. Saya coba di beberapa tempat, ada pulau-pulau di Bangka, hingga Palembang, juga ada tempat lain.Nah ternyata dijawab dari Bangka gercep banget, jadi di sana diterima kita untuk survei, dari Pemprov, dari surat ke Gubernur, diterima, Alhamdulillah,” kata Ayu Azhari (21/5).
“ Film ini mudah-mudahan bisa menjadi sesuatu yang baik buat masyarakat Bangka, dan bisa bangga melihat keindahan pulau Bangka,” harapnya.
Proses pencarian lokasi tetap membutuhkan usaha meski ia memiliki hubungan baik dengan pemerintah daerah setempat. Namun, seluruh tahapan akhirnya berjalan lancar hingga proses syuting bisa dilakukan di sejumlah titik di Pulau Bangka.
Ayu berharap keterlibatan Bangka dalam produksi film ini dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat setempat ketika film mulai tayang di bioskop pada 27 Mei 2026. “Mudah-mudahan masyarakat Bangka punya kebanggaan sendiri dengan ditayangkannya film ini. Mudah-mudahan masyarakat Bangka nonton semua,” ujarnya.
Anak Muda Wajib Nonton
Dalam film tersebut, Ayu memerankan sosok ibu dari karakter Amina yang dimainkan Acha Septriasa. Karakter itu digambarkan sebagai perempuan konservatif yang hidup dalam keterbatasan dan sangat bergantung pada suami.
Lewat perannya, Ayu menunjukkan bagaimana seorang ibu akhirnya mendorong anaknya untuk berani keluar dari hubungan rumah tangga yang penuh tekanan
Menurut Ayu film sangat baik untuk anak muda. Dari film ini bisa lebih mengenal dan melihat pola dari orang-rang red flag. Bukan hanya terjadi pada suami istri, tapi bisa juga di pertemanan, atau lingkungan keluarga dan sekolah.
“ Saya berperan sebagai perempuan yang memang konservatif gitu ya, perempuan yang sangat mengikuti tradisi Islami, jadi yang hidupnya tuh tergantung suaminya secara ekonomi, jadi dia nggak banyak kebebasan untuk menolak sesuatu yang dia nggak suka, gitu. Sampai akhirnya dia melihat itu terjadi pada anaknya, dan akhirnya dia memberikan motivasi bahwa hidup anaknya itu harus berubah, harus berani mengambil langkah gitu, jadi jangan hanya diam. Jadi perannya cukup bagus sih di film ini,” jelasnya.
Film Suamiku Lukaku sendiri berkisah tentang Amina yang terjebak dalam pernikahan penuh kekerasan dengan Irfan, karakter yang diperankan Baim Wong. Di hadapan publik, Irfan dikenal religius dan inspiratif, tetapi memiliki sisi berbeda dalam kehidupan rumah tangganya.
Bagi Ayu Azhari, film ini tidak sekadar menghadirkan drama keluarga, tetapi juga membawa pesan sosial tentang pentingnya menghentikan normalisasi kekerasan dalam rumah tangga. “Ada imbauan ke masyarakat bahwa perempuan itu layak untuk bahagia. Di rumah tangga itu suami-istri berhak untuk bahagia keduanya, dan tidak boleh menormalisasi kekerasan,” tutup Ayu Azhari.





