Yasmin Napper kembali menyapa pengemar lewat serial terbaru berjudul Balas Dendam Istri yang Tak Dianggap. Serial itu merupakan drama keluarga penuh intrik , air mata, perjuangan seorang perempuan yang dikhianati oleh orang terdekatnya produksi kolaborasi WeTV Indonesia dengan Leo Pictures.

Memerankan Kirana, penampilan Yasmin Nappe diserial ini menjadi salah satu sorotan utama, mengingat peran yang ia bawakan disebut-sebut sangat emosional, dan perjuangan seorang perempuan yang selama ini tak dianggap oleh orang terdekatnya.
Yasmin Napper menyampaikan rasa bangga dan antusiasme mereka terhadap proyek ini, yang memiliki kekuatan cerita yang sangat emosional dan dekat dengan realitas. Yasmin menceritakan serial berbeda dengan serial sebelumnya, mendapat tantangan yang lebih besar memerankan karakter Kirana.
“ Karakter Kinara itu rumit, walaupun dia kelihatan sangat tegar tapi di luar, tapi dia menyimpan duka yang sangat dalam ya, dan apa yang sulit bagi aku adalah, Kinara itu kadang-kadang dia harus berubah-rubah,” ungkap Yasmin Napper dalam konferensi pers bertajuk Cast & Story Reveal yang digelar di Atrium Lippo Mall Nusantara, Kawasan Bisnis Granadha, Jl. Jend. Sudirman, Rabu (6/8/2025).
Yasmin berbagi pengalaman tentang karakternya. “Maksud aku adalah, Kinara itu kadang-kadang hidup di masa sekarang. Tapi kadang-kadang dia juga hidup di masa lalu karena dia merasa masa lalu dia belum selesai,” ujarnya.
“Sebenernya hampir semua beratt, karena selama ini aku dapetin karakter itu yang lemah-lembut
Terus kayak orang tersakiti dan lukanya itu disimpan di dalam. Tapi kalau Kinara itu lebih ekspresif, dia lebih berani,” beber Yasmin Napper.
Selain Yasmin Napper, serial ini dibintangi Ria Ricis, Riyuka Bunga, Arya Saloka dan Yasmin Napper. Disutradarai oleh Fajar Nugros, serial ini akan mengangkat kisah seorang istri yang selama ini hidup dalam bayang-bayang ketidakadilan dan pengabaian dari orang-orang terdekatnya, hingga akhirnya ia memilih jalan balas dendam untuk mendapatkan kembali harga dirinya.
“Cerita ini bukan sekadar drama, tapi juga cermin dari realitas banyak perempuan yang suaranya tak terdengar. Kami ingin menghadirkan narasi yang kuat secara emosional namun tetap menghibur,” ujar Fajar Nugros.
Febriamy Hutapea selaku Executive Producer WeTV Indonesia, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen WeTV dalam menyajikan konten lokal yang berkualitas tinggi dan relevan dengan audiens Indonesia.
“WeTV selalu berupaya memberikan ruang bagi kisah-kisah yang mengangkat suara perempuan dan realita sosial. Serial ini adalah refleksi dari itu,” ungkap Febriamy.
Senada dengan itu, Agung Saputra, Produser Leo Pictures, menambahkan bahwa produksi ini akan menjadi langkah baru dalam kolaborasi kreatif antara rumah produksi dengan platform OTT untuk menghasilkan karya yang bukan hanya menghibur, tapi juga menyentuh.
Serial Balas Dendam Istri yang Tak Dianggap akan memasuki proses syuting dalam waktu dekat, namun produksi dijadwalkan rampung sebelum akhir tahun ini, dengan target tayang eksklusif di platform WeTV Indonesia pada awal 2026.
Dengan penggarapan yang matang, deretan pemeran papan atas, dan tema cerita yang kuat, serial ini digadang-gadang akan menjadi salah satu tayangan unggulan WeTV di tahun mendatang.





