Cakraline.com. Jakarta – Pandemi Corona atau Covid-19 berdampak pada hampir seluruh kehidupan masyarakat. Termasuk industri fesyen. Desainer Samuel Wongso mengatakan penurunan yang omzet yang ia alami sangat signifikan.

Samuel yang juga sedang merintis konsep traveling tailor di Indonesia, dimana sang tailor perindah-pindah dari satu kota ke kota lain terpaksa ditunda.
Sejak awal pandemi Samuel harus menunda sejumlah perjalanan yang sudah diagendakan tersebut. “Semua program terganggu, banyak jadwal yang tertunda seperti harus ke Medan , Batam , Singapore dan Melbourne,” ujar Samuel, Senin (22/6).
Samuel Wongso dikenal sebagai perancang jas untuk pria, khususnya untuk acara pernikahan. Samuel harus kehilangan banyak pesanan, karena pemerintah tidak mengizinkan adanya keramaian seperti pesta pernikahan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Dunia fashion dam dunia wedding sangat terdampak sekali karena covid ini.Bahkan selama 3 bulan masa PSBB omzet ikut turun hingga 85 persen,” ungkap pemain film A Man Called Ahok, itu.
“Banyak klien yang membatalkan rencana pre-wedding keluar negeri dan banyak juga yang menunda pernikahan sampai waktu yang belum ditentukan,” lanjutnya
Kini memasuki new normal Samual sudah memulai traveling tailor yang dirintis sejak tahun lalu. Pekan lalu, ia sudah mulai bekerja bertemu kliennya di Medan, Sumatera Utara. Samuel senang, memasuki fase normal kembali mendapat pesanan sampai ke luar kota. Samuel pun mulai bepergian, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Kemarin untuk pertama kali travelling lagi karena permintaan di kota Medan. Yang mengantri di Medan orang yang melakukan pernikahan masih relatif lebih banyak walaupun dengan metode new normal,” ungkapnya.
Diakui Samuel ketat aturan perjalanan membuat dirinya merasa lelah. Dia datang lima lebih cepat dari jadwal penerbangan.
“Traveling kali ini cukup berat karena kita harus benar-benar menjaga diri agar selalu sehat , jadi saya minum banyak vitamin untuk daya tahan tubuh, saya membawa alkohol untuk semprot-semprot kursi dan toilet dan saya memakai APD medis dan topeng transparan agar merasa aman, memang agak lebay tapi utk safety reason aku harus lebih repot dalam perjalanan,” jelas Samuel.