C
akraline.com. Masih ingat drama tahun 1990-an, Sitti Nurbaya di TVRI ? Kini tayang kembali, setelah mengalami restorasi. Drama berepisode enam seri ini, telah mengalami restorasi, hasilnya, visual dan audionya tak kalah bagus dari layar lebar.

Sitti Nurbaya karya sastrawan Marah Roesli ini, bukan sekadar kisah cinta klasik, tetapi juga cerminan realitas sosial pada masanya. Diangkat dari novel klasik Marah Roesli yang diterbitkan Balai Pustaka tahun 1922 dan merupakan karya sinematik pertama – bahkan paling sukses – dari novel legendaris tersebut.
“TVRI dalam merestorasi drama ini merupakan bentuk nyata pelestarian budaya yang harus terus didukung,” kata Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.
Restorasi drama televisi Sitti Nurbaya ini, bukan merupakan suatu upaya teknis, tapi langkah strategis upaya menghidupkan kembali memori kolektif bangsa. “Selain itu, juga serta memastikan generasi mendatang tetap dapat menikmati dan belajar dari karya-karya sastrawan bangsa kita dan karya sastra ini saya pikir adalah karya yang fenomenal dari seorang penulis sastrawan Marah Rusli yang ditulis dan diterbitkan pertama kali oleh Balai Pustaka pada tahun1922,” jelasnya.
TVRI terus melakukan restorasi karya-karya bersejarah lainnya, guna melestarikan warisan budaya Indonesia dan memperkenalkannya kepada generasi bangsa. Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno menyampaikan bahwa banyak aset audio visual yang dimiliki oleh TVRI sebagai stasiun televisi tertua. “Ketika saya masuk bekeja di TVRI, saya melihat kaset-kaset drama lama yang terlantar. Padahal isinya adalah ‘sesuatu’,” tegasnya.
Proyek restorasi Sitti Nurbaya sendiri telah dirintis sejak 2023 dengan tujuan agar mampu menghasilkan kualitas gambar dan suara agar lebih tajam, jernih agar sesuai dengan teknologi generasi masa kini.
“Restorasi Sitti Nurbaya adalah langkah besar dalam menghadirkan kejayaan sinema klasik Indonesia. Drama Sitti Nurbaya pada tahun 1990-an ini, sudah menghadirkan drama Korea versi Indonesia,” kata Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno.
Novel Sitti Nurbaya menurutnya, tidak kalah dengan skenario drama Korea yang populer saat ini. “TVRI merasa terpanggil untuk mengembalikan kejayaannya dalam kualitas terbaik agar generasi sekarang dapat menikmatinya dengan pengalaman yang lebih baik,” lanjutnya.
Gusti Randa, pemeran utama drama Siiti Nurbaya sebagai Samsul Bahri, mengatakan pesan moral drama ini, masih nyambung dengan kondisi Indonesia saat ini “Masih relevan. Misalnya tokoh lintah darat, pinjaman online, terus karena materi, kawin dengan orang kaya, hastag kabur aja dahulu, pergi ke Betawi, terus jadi orang Belanda.
Gusti juga berharap, agar dalam pembuatan restorasi TVRI harus terus berlanjut, jangan sekali pukul saja, sayang. Momentumnya di sini. Namun, ada baiknya berkolaborasi dengan televisi swasta,” harapnya.
Drama televisi ini diproduksi oleh tim internal TVRI. Dedi Setiadi, sutradara senior TVRI kala itu, menyutradarai drama dengan setting lokasi di Studio Alam Depok Jawa Barat.
Hal ini tak lepas dari interpretasi yang sangat baik dari penulis naskah senior Asrul Sani. Para tokoh dalam novel juga diperankan dengan apik oleh sejumlah artis dan aktor ternama, seperti; Novia Kolopaking, Gusti Randa, HIM Damsyik, Remy Silado, Ninik L Karim, Rina Hassim dan Dian Hasri
Drama TVRI adalah karya sastrawan Marah Roesli, beliau wafat di usianya yang ke-79 tahun pada 17 Januari 1968. Marah Roesli dianggap sebagai pencetak tradisi sastra Indonesia modern berkat karyanya, Sitti Nurbaya (1922). Novel Sitti Nurbaya menceritakan tentang cinta remaja antara Samsul Bahri dan Sitti Nurbaya.
Namun Sitti Nurbaya terpaksa menikah dengan Datuk Meringgih yang kaya tetapi kasar. Pernikahan ini dilakukan untuk melunasi utang-utang ayah Sitti Nurbaya pada Datuk Meringgih.
Drama ini Sitti Nurbaya dengan judul Kasih Tak Sampai, akan kembali tayang TVRI mulai Jumat pekan ini (21/3). Drama produksi tahun 1991 ini kembali hadir berkat proses restorasi yang berbasis teknologi Artificial Intellegence (AI). Enam episode drama Siti Nurbaya kini akan hadir setiap Jumat malam jam 20.00 – 21.00 WIB (BBS)