Sunday, November 30, 2025
Cakraline
  • Home
  • Celebrity
    • Lifestyle
  • Female
    • Inspiratif
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Isu Khusus
  • Film & Musik
    • Fashion
    • Musik
  • travel
    • Destinasi
    • Galeri
  • Video & TV Streaming
  • Olahraga
    • Lokal
    • Internasional
  • Home
  • Celebrity
    • Lifestyle
  • Female
    • Inspiratif
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Isu Khusus
  • Film & Musik
    • Fashion
    • Musik
  • travel
    • Destinasi
    • Galeri
  • Video & TV Streaming
  • Olahraga
    • Lokal
    • Internasional
Morning News
No Result
View All Result
Home Nusantara

 Gara-gara Rewel dan Kerap Menangis, ayah tega bunuh anak sendiri

by admincakra
August 23, 2024
0
0
SHARES

Cakraline.com.  SIWALAN – Sungguh kejam perbuatan yang dilakukan Nur Fadilah (27). Tanpa merasa kasihan Nur Fadilah tega menganiaya anak kandung sendiri yang masih berusia dua bulan, dengan cara dicekik, Rabu (21/8/2024).

Tim-Resmob-Satreskrim-Polres-Pekalongan-amankan-Nur-Fadilah-ayah-yang-diduga-membunuh-bayinya-sendiri-yang-berusia-2-bulan-ke-Mapolres-Pekalongan-kemarin-siang.-Foto-Hadi-Waluyo
Tim-Resmob-Satreskrim-Polres-Pekalongan-amankan-Nur-Fadilah-ayah-yang-diduga-membunuh-bayinya-sendiri-yang-berusia-2-bulan-ke-Mapolres-Pekalongan-kemarin-siang.-Foto-Hadi-Waluyo

Aksi keji terduga pelaku bernama Nur Fadilah (27)  ini dilakukannya di rumahnya sendiri di Desa Mejasem RT 1 RW 1, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan  sekitar pukul 10.00 WIB.

Pagi itu, ia diminta menjaga anak pertamanya tersebut lantaran istri dan neneknya akan pergi kondangan ke rumah tetangganya

Dugaan pembunuhan ini diketahui saat ibu korban membawa bayi tersebut ke Puskesmas Sragi 1. Namun, saat tiba di Puskesmas, bayi itu sudah meninggal dunia dengan temuan beberapa luka di bagian tubuhnya.

Sekretaris Desa Mejasem, Kamal Yusuf, mengatakan, pada saat itu, sekitar pukul 10.00 WIB, bayi malang itu ditinggal ibu dan neneknya yang pergi untuk kondangan di tetangganya. Bayi laki-laki ini dititipkan ke bapaknya untuk menjaganya.

Namun, sesampainya ibu korban ke rumahnya usai kondangan, ia tidak mendengar suara anaknya. Setelah dicek ke kamar, anaknya sudah dalam kondisi lemas.

“Saat itu, ibu korban sempat ketemu suaminya, lalu ditanya mau ke mana, terus dijawab sama suaminya mau beli plastik dan kemudian langsung lari,” kata dia.

Dikatakan, bapak bayi itu berjualan tempe di Comal. “Setelah melihat anaknya lemas, keluarga langsung membawa anaknya ke Puskesmas,” ujar dia.

Yusuf mengatakan, hasil pemeriksaan di Puskesmas Sragi 1, korban ada luka di leher dan di perut dan punggung ada luka memar. “Bayi umur dua bulan. Jenis kelamin laki-laki. Berdasarkan keterangan dari Puskesmas sudah meninggal dunia saat tiba di Puskesmas,” tambahnya.

Kapolsek Sragi AKP Prisandi Tiar mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari kepala Puskesmas Sragi 1 jika ada bayi dalam kondisi meninggal dunia diperiksakan di Puskesmas. “Dari pemeriksaan petugas medis, ada luka memar di perut dan bibir,” kata dia.

Jajaran Polsek Sragi langsung cek tempat kejadian perkara dan memeriksa keterangan dari pihak keluarga. “Saat kita datang, terduga pelaku yang merupakan ayah dari bayi ini masih berada di rumah. Kita langsung evakuasi ke Mapolsek Sragi,” ujar dia.

Menurutnya, penyelidikan lebih lanjut kasus ini ditangani Satreskrim Polres Pekalongan. “Kondisi ibu si bayi ini masih syok tadi saat kita datang ke TKP,” kata dia.

Ia mengimbau kepada pihak keluarga dan masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah karena kasus ini sudah ditangani secara hukum.

Sementara itu, Nur Fadilah mengatakan, kesehariannya bekerja sebagai penjual tempe di wilayah Comal, Kabupaten Pemalang. Ia menjual tempe secara keliling di wilayah perkampungan warga.

Ia mengaku pagi itu minum minuman keras jenis ciu sebanyak satu botol. Setelah pulang berjualan tempe, ia diminta menjaga anaknya yang bernama Muhammad Zafran Alfariski yang baru berusia sekitar dua bulan. 

Istri dan neneknya akan pergi kondangan ke rumah tetangganya yang tengah menggelar hajatan. Saat dalam penjagaannya itu, Nur Fadilah mengaku bayinya rewel dan terus menerus menangis. Ia berdalih istrinya tidak mau menyusuinya, sehingga anaknya rewel.

Entah apa yang ada di benaknya, Nur Fadilah tiba-tiba mencekik bayinya itu hingga lemas. “Saya cekik sekitar lima menit. Dari tadinya nangis sampai terdiam. Anak saya di kasur saat saya cekik,” tutur Nur Fadilah.

Ditanya kenapa mencekik anak pertamanya itu, ia mengaku anaknya rewel dan menangis terus menerus saat ia menjaganya. “Rewel, nangis terus,” ungkap dia.

Ia mengaku sudah menikah dengan istrinya sekitar dua tahun. Bayi itu merupakan anak pertamanya. Selama dua tahun menjalani pernikahan dengan istrinya, ia mengaku tidak pernah terlibat masalah serius di rumah tangganya. “Ini anak pertama. Saya menyesal,” tutur dia.

Meski mulutnya mengakui menyesali perbuatannya, namun raut mukanya tampak tak ada penyesalan. Saat Radar memperlihatkan foto bayinya yang ia bunuh, tak ada perubahan ekspresi penyesalan atau kesedihan terpancar dari matanya. 

Bahkan sesekali ia tampak tersenyum sendiri saat wartawan mencoba mengorek keterangan darinya. Ia pun mengakui sebelum berjualan tempe, ia minum minuman keras jenis ciu sebotol. Miras itu ia beli di sekitar kampung tempat tinggalnya. “Ya minum sebotol,” kata dia. (had/Radar Pkl)

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Sambut Ramadhan Lagu ‘Tanda’  dinyanyikan Yura Yunita sudah diputar 39 juta kali
  • Fahmi Bo Ngajak  Rujuk, Mantan, ” Tanya Sama Anak-Anak Saja”
  • Pesan Mendalam Acha Septriasa di Film Air Mata Mualaf
  • Perceraian  Raisa  Andriana-Hamish Daud  Menunggu Putusan Verstek
  • Konser di Bawah LangitMu,  30 tahun Perjalanan Opick

Recent Comments

    Archives

    • November 2025
    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • April 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • January 2025
    • December 2024
    • November 2024
    • October 2024
    • September 2024
    • August 2024
    • July 2024
    • June 2024
    • May 2024
    • April 2024
    • March 2024
    • February 2024
    • January 2024
    • December 2023
    • November 2023
    • October 2023
    • September 2023
    • August 2023
    • July 2023
    • June 2023
    • May 2023
    • April 2023
    • March 2023
    • February 2023
    • January 2023
    • December 2022
    • November 2022
    • October 2022
    • September 2022
    • August 2022
    • July 2022
    • June 2022
    • May 2022
    • April 2022
    • March 2022
    • February 2022
    • January 2022
    • December 2021
    • November 2021
    • October 2021
    • September 2021
    • August 2021
    • July 2021
    • June 2021
    • May 2021
    • April 2021
    • March 2021
    • February 2021
    • January 2021
    • December 2020
    • November 2020
    • October 2020
    • September 2020
    • August 2020
    • July 2020
    • June 2020
    • May 2020
    • April 2020
    • March 2020
    • February 2020
    • January 2020
    • December 2019
    • November 2019
    • October 2019
    • September 2019

    Categories

    • Destinasi
    • Ekonomi
    • Event
    • Exclusive
    • Fashion
    • Film
    • Galeri
    • Inspiratif
    • Isu Khusus
    • Kolom Mahasiswa
    • Musik
    • Nusantara
    • Regional
    • Transportasi

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    • Destinasi
    • Ekonomi
    • Event
    • Exclusive
    • Fashion
    • Film
    • Galeri
    • Home
    • Inspiratif
    • Internasional
    • Isu Khusus
    • Kontak
    • Lifestyle
    • Lokal
    • Musik
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Politik
    • Regional
    • Susunan Redaksi

    © 2024 Cakraline

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Celebrity
      • Lifestyle
    • Female
      • Inspiratif
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Politik
      • Isu Khusus
    • Film & Musik
      • Fashion
      • Musik
    • travel
      • Destinasi
      • Galeri
    • Video & TV Streaming
    • Olahraga
      • Lokal
      • Internasional

    © 2024 Cakraline