Tuesday, January 27, 2026
Cakraline
  • Home
  • Celebrity
    • Lifestyle
  • Female
    • Inspiratif
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Isu Khusus
  • Film & Musik
    • Fashion
    • Musik
  • travel
    • Destinasi
    • Galeri
  • Video & TV Streaming
  • Olahraga
    • Lokal
    • Internasional
  • Home
  • Celebrity
    • Lifestyle
  • Female
    • Inspiratif
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Isu Khusus
  • Film & Musik
    • Fashion
    • Musik
  • travel
    • Destinasi
    • Galeri
  • Video & TV Streaming
  • Olahraga
    • Lokal
    • Internasional
Morning News
No Result
View All Result
Home Isu Khusus

Dibalik tragedi Ponpes Miftahul Khoirot Karawang,  Riski Amelia :   Reno adalah penyemangat  aku

by nisa
February 26, 2022
0
0
SHARES

Cakraline.com. Riski Amelia  (25) tak berhenti menangis  mengenang putranya Ananda Moreno yang meninggal  terbakarnya  Pondok Pesantren Miftahul Khoirot di desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten  Karawang, Jawa Barat,  pada Senin (21/2) lalu

Riski-Amelia-ibunda-Ananda-Moreno-foto-Cakraline.com
Riski-Amelia-ibunda-Ananda-Moreno-foto-Cakraline.com

Dia tak henti-hentinya memeluk, mengusap  peti pati berwarna putih, meski keluarga sudah berusaha untuk menguatkan. Riski sadar putranya tak akan kembali, namun perasaannya begitu terasa berat untuk bisa mengiklaskan. Dia merasa butuh waktu untuk bisa menerima takdir tersebut. 

”Nggak secepat itu untuk iklas dan melupakan tragedi itu,” ungkap Riski Amelia ketika ditemui dirumahnya dusun Pulo Luntas, Desa Suka Mulya, Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat,  belum lama ini.

Riski sudah berusaha untuk menerima, berusaha menenangkan diri  karena  menyadari  bahwa  peristiwa  tersebut adalah sebuah musibah. ”Reno anak yang baik, mau mendengarkan kata orangtua, saya hanya bisa berdoa, dia sudah tenang,” tuturnya.

Riski juga belum mau membuka dokumen foto foto mengenang masa-masa indah bersama buah hatinya tercinta. “Saya sempat membuka beberapa foto-foto Reno,  rasanya  lebih sakit lagi,” ucapnya Riski, menanggis.

”Nggak mimpi, nggak ada firasat apa-apa, biasa saja. Cuma sejak pagi  hari  aku kok merasa lemas,  tulang tulang rasanya nggak ada. Saat bekerja aku juga tidak semangat. Ngak tahu siangnya dikasih kabar  pondok terbakar,” jelas Riski.

 Riski mengetahui pondok terbakar dari sepupunya. ”Ada sepupu kebetulan siang itu lihat FB, ada berita kebakaran.  Dia kirim video singkat. Dia bilang,  itu tempat Reno kebakaran.  Aku tanya, terus Renonya gimana ?   Aku minta sepupu melihat langsung ke pondok dan cari tahu tentang Reno,” kata Riski.

Mendengar kabar itu Riski minta izin pulang kampung.  Rizki begitu shock ketika mengetahui Reno salah satu korban.  ”Aku kirain hanya kebarakan biasa, tidak sampai ada meninggal, ( Riski tak kuasa menahan menanggis),  nnggak taunya  anak aku juga jadi korban,” ucapnya berlinang air mata.

Dalam perjalanan pulang dari Tanggerang menuju Karawang, selama tiga jam lebih  Riski mengaku merasa gelisah, cemas dan deg-degan.   Sambil berusaha agar tak sampai menanggis  Riski mengikuti perkembangan lewat  grup WhattApps keluarga dan teman-teman. Dari sejumlah video yang beredar  dia merasa gelisah melihat  gumpalan asap tebal dari kamar yang ditampati putranya.

”Rasanya kepengen cepat sampai rumah. Saya juga tak sabar mendengar kabar Reno, rasanya hari itu lama sekali, “ tutur Riski  saat wawancara didampingi keluarga dan tetangga rumahnya.

Dalam perjalanan pulang itu Riski sempat menghubungi beberapa pengurus pesantren, tetapi tidak ada  yang mengangkat telepon. ”Mungkin mereka juga sibuk,” katanya.

Saat mobil travel  mengantarkannya kerumah sampai di desa Tamangung Jaya, sekitar pukul 17.20 wib, di depan pesantren dia melihat orang-orang masih ramai berkumpul. Mobil tak berhenti, Riski hanya melihat  suasana diluar pesantren dari balik kaca. 

Melihat kondisi pesantren dia tak terlalu khawatir, dia juga berpikir putra  semata wayangnya selamat. Sebelumnya Riski  sudah mendapat kabar, kalau Reno hanya mengalami luka ringan dan dirawat disebuah klinik.

Sampai dirumah Riski kaget,  warga sudah banyak berkumpul didepan.  Ada tenda lengkap kursi plastik.  Jantungnyaberdetak kencang.  Keluarga berusaha menenangkan, semua sama-sama  menunggu kabar  apa yang terjadi pada Reno.

Namun  sebagai ibu nalurinya mengatakan  bahwa Reno menjadi satu korban meninggal dunia.  ”Sebenarnya saat melihat video itu pikiran aku sudah nggak bagus lagi, karena aku yakin itu kamar ditempati Reno.  Aku tahu kamar itu.  Aku panik saat  tahu dari daftar nama yang meninggal ada nama Reno juga,” ujar Riski berurai air mata.

Simpang siur kabarnya Reno membuat Riski  tambah cemas.  Sejak siang  keluarga terus mencari ke setiap klinik, ada kabar yang beredar bahwa  Reno selamat hanya mengalami luka di kaki.  ”Dicari kemana-mana nggak ada kabar,” katanya.

Pukul 22.00 wib, keluarga baru mendapatkan kepastian dari  pesantren bahwa Reno salah satu  korban yang meninggal dan jenazahnya  sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Karawang.  ”Dada aku sesak sekali,  dapat kabar dari Pondok kalau Reno sudah ada RUSD.  Keluarga dan bapaknya Reno langsung kesana,” jelas Riski.

Riski-Amelia-bersama-buah-hatinya-Ananda-Moreno-foto-Dok-pri
Riski-Amelia-bersama-buah-hatinya-Ananda-Moreno-foto-Dok-pri

”Aku telpon bapaknya, dia sedang mengurus di rumah sakit, tapi nggak sempat lihat jenazah anaknya, nggak kuat dan tega dia. Disana juga ada kakak dan saudara aku,” sambungnya.

Riski menikah dalam usia mudah dengan Irwan. Pernikahan mereka hanya  bertahan beberapa tahun. Tahun 2015 Riski-Irawan bercerai, saat Reno berusia 2 tahun 5 bulan.   Pasca bercerai Riski memilih  bekerja  di Qatar selama 2 tahun.  Habis kontrak Riski pulang kampung. Satu bulan kemudian dia kembali mendapat pekerjaan di Singapore, selama 3 tahun.  Saat ini Riski bekerja di Tangerang.

5 bulan Mondok

Tahun pertama bercerai Reno diasuh oleh ibu mertuanya. Tahun kedua Riski mengambil Reno dan dititipkan pada kakak perempuannya Endang.  ”Satu tahun diasuh neneknya yang disana (ibu mertua), terus adiambil dibawa kesini. Intinya aku cari uang, Reno diasuh kakak, “ ujarnya.

Risky sangat menyadari kekurangannya namun berusaha memberikan yang terbaik untuk putranya. ”Aku jarang bersama Reno, paling hanya video call saja, aku cari duit,” katanya.

Sebelum mondok Reno belajar di sekolah dasar dikampungnya. Namun sejak Oktober 2021,  Reno masuk pesantren. “Dia sudah lama ingin mondok, aku bilang nanti saja karena masih kecil. Nanti tunggu keluar SD,” ujar.

Diceritakan Riski sebagai anak-anak Riski berantem dengan teman sekolahnya, orangtuanya nggak terima, menolak berdamai.  Riski menceritakan Reno tak terima ketika dirinya diolok-olok oleh temannya.  “ Dia nggak terima, dia sakit hati. Dia berantem,” ujarnya.

Agar tak terjadi  sesuatu yang lebih  merepotkan keluarga,  sejak itu Riski memutuskan Reno masuk pesantran Miftahul Khoirot.  ”Dia masuk kelas empat,” katanya.

Harapan Riski agar Reno kelak akan menjadi seorang anak yang hafiz Al-Qur’an pun kandas.   ”Aku pengen dia bisa pintar ngaji, sholat, bisa menyenangkan orangtua nanti. Tapi kalau akhirnya begini  mau bagaimana lagi,” tuturnya.

Tanggis Riski kembali pecah saat menceritakan perasaan kecewanya karena tak bisa merayakan ulang tahun  Reno ke 10 pada 6 Februai lalu.   Ulangtahun hanya dirayakan melalui video call.  Riski tak izin untuk pulang.  ”Hanya tiup lilin melalui video call,” sesalnya.

Membesarkan Reno sendiri diakui Riski cukup berat.  ”Aku yang cari duit kakak yang urusin, kalau  yang urusin aku  siapa yang nyari duit,”ujarnya.

Masih tergiang dalam pikiran Riski  Sabtu siang melalui  pengurus pondok  Reno tiba-tiba menelponnya.  ”Bun, Reno minta dibelikan sepatu.  Kenapa sepatunya, itu kan baru ?  Habis dicuci warnanya luntur.  Ternyata dia mencuci pakai bayclin (pemutih). Ya udah nanti bunda kirim uang,”

Sabtu sore Reno pulang kerumah. Minggu siang Endah mendampingi Reno membeli sepatu disebuah toko.  Sekitar pukul 16.00 wib, Endah mengantarkan Reno kembali ke pondok. Namun sore itu Reno ingin ditemani oleh tantenya  sampai selesai mengaji.  Reno tak mengizinkan Endah pulang.  Endah baru meninggalkan pesantren menjelang sholat magrib.

 ”Kalau aku tahu hari Senin akan kejadian seperti ini, hari Minggu  aku  tidak antarkan  Reno ke pondok,” ucapnya.

Sambil menundukkan wajah dan mengusap air mata Riski mengatakan, ”Dia satu-satunya darah daging sendiri,” katanya.

Diakui Riski ada perasaan menyesal karena  tak selalu bisa bersama dengan buah hatinya. ”Ada rasa menyesal juga, kalau aku tahu begini, pas dia ulangtahun bagaimanapun juga aku pulang dong,” katanya.

Riski mengaku walaupun jarang bersama Riski hubungannya sangat dekat.  ”10 tahun aku merasakan singkat banget kan aku nggak ada disisi dia.  Kurang merawat dia, aku sibuk cari duit, “katanya.

Riski  kini berusaha untuk mengiklaskan. ”Reno adalah semangat aku, dia anak satu-satunya, kini nggak ada lagi. Aku nyari duit buat dia sedangkan dia ninggalin aku,” ucap Riski kembali menanggis. 

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Rizki Ridho Dorong Anak Aktif Bermain Tanpa Takut Kotor
  • Meiline Tenardi Perempuan Harus Kuat Fisik, Mental dan Emosional
  • Sarinah Penghubung Produk  Lokal ke Pasar Global di Indonesia Pavilion, World Economic Forum 2026 di Davos
  • Ekonomi Kreatif Sebagai Mitigasi Resesi Ekonomi 2030
  • Menakar Peta Jalan Ekonomi Kreatif Menuju Keberlanjutan dan Kualitas

Recent Comments

    Archives

    • January 2026
    • December 2025
    • November 2025
    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • April 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • January 2025
    • December 2024
    • November 2024
    • October 2024
    • September 2024
    • August 2024
    • July 2024
    • June 2024
    • May 2024
    • April 2024
    • March 2024
    • February 2024
    • January 2024
    • December 2023
    • November 2023
    • October 2023
    • September 2023
    • August 2023
    • July 2023
    • June 2023
    • May 2023
    • April 2023
    • March 2023
    • February 2023
    • January 2023
    • December 2022
    • November 2022
    • October 2022
    • September 2022
    • August 2022
    • July 2022
    • June 2022
    • May 2022
    • April 2022
    • March 2022
    • February 2022
    • January 2022
    • December 2021
    • November 2021
    • October 2021
    • September 2021
    • August 2021
    • July 2021
    • June 2021
    • May 2021
    • April 2021
    • March 2021
    • February 2021
    • January 2021
    • December 2020
    • November 2020
    • October 2020
    • September 2020
    • August 2020
    • July 2020
    • June 2020
    • May 2020
    • April 2020
    • March 2020
    • February 2020
    • January 2020
    • December 2019
    • November 2019
    • October 2019
    • September 2019

    Categories

    • Destinasi
    • Ekonomi
    • Event
    • Exclusive
    • Fashion
    • Film
    • Galeri
    • Inspiratif
    • Isu Khusus
    • Kolom Mahasiswa
    • Musik
    • Nusantara
    • Regional
    • Transportasi

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    • Destinasi
    • Ekonomi
    • Event
    • Exclusive
    • Fashion
    • Film
    • Galeri
    • Home
    • Inspiratif
    • Internasional
    • Isu Khusus
    • Kontak
    • Lifestyle
    • Lokal
    • Musik
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Politik
    • Regional
    • Susunan Redaksi

    © 2024 Cakraline

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Celebrity
      • Lifestyle
    • Female
      • Inspiratif
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Politik
      • Isu Khusus
    • Film & Musik
      • Fashion
      • Musik
    • travel
      • Destinasi
      • Galeri
    • Video & TV Streaming
    • Olahraga
      • Lokal
      • Internasional

    © 2024 Cakraline