Cakraline.com – Riyadh Group Indonesia ( RGI) juga telah menyiapkan master plan untuk pengembangan kawasan, baik di darat maupun laut, serta akan membantu pengurusan perizinan yang dibutuhkan investor.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai bekerja sama dengan Riyadh Group Indonesia (RGI) untuk mengembangkan kawasan destinasi wisata seluas sekitar 5.000 hektare beserta fasilitas pendukungnya di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat
Dalam keterangan tertulisnya diterima Cakraline.com, kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) oleh Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana dan Presiden Direktur RGI Bally Saputra Datuk Janosati di Jakarta, Senin (10/8/2026) lalu.
Melalui kerja sama tersebut, RGI akan menjadi pengembang utama (master developer) yang menangani investasi, pengembangan, dan pemasaran kawasan. Destinasi wisata terpadu itu akan mengusung konsep Luxury Eco Resort dengan prinsip ramah lingkungan.
Pengembangan kawasan mencakup sejumlah fasilitas pendukung, seperti pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT), pusat data, pengolahan air bersih, jaringan komunikasi, perikanan, budi daya laut, pelabuhan, dan bandar udara. Investor dari Eropa, Timur Tengah, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, dan Indonesia disebut berpotensi terlibat dalam proyek tersebut.
Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana mengatakan pemerintah daerah ingin mengembangkan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata berdaya saing global. Pemkab Mentawai juga mendorong agar proyek itu dapat masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) atau kawasan ekonomi khusus (KEK).
“Kami ingin mendorong kawasan destinasi wisata ini beserta sarana-sarana pendukungnya menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berdaya saing global,” kata Rinto.
Menurut Rinto, pemerintah daerah akan memfasilitasi legalitas lahan, pembangunan infrastruktur jalan, serta perizinan sesuai kewenangan. Pemerintah juga akan memprioritaskan tenaga kerja lokal dan memperkuat pendidikan serta pelatihan di bidang pariwisata.
“Perizinan tentu menjadi domain pemerintah daerah. Sedangkan terkait lahan, kami sudah melakukan persiapan dan prapersiapan untuk pembebasan lahan kawasan seluas 5.000 hektare tersebut,” jelas Rinto.
RGI Siapkan Master plan
Presiden Direktur RGI Bally Saputra mengatakan pihaknya akan menangani pengembangan kawasan melalui skema pembelian, penyewaan, dan kerja sama pemanfaatan lahan.
RGI juga telah menyiapkan master plan untuk pengembangan kawasan, baik di darat maupun laut, serta akan membantu pengurusan perizinan yang dibutuhkan investor.
“Kami telah membuat semua perencanaan kawasan (master plan) yang dibutuhkan untuk pengembangan kawasan, baik darat maupun lautnya,” jelas Bally yang juga Sekretaris Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) Realestat Indonesia (REI).
Bally mengatakan pengembangan kawasan akan diarahkan untuk menjaga ekosistem ekonomi sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Konsep ecogreen resort juga akan mengintegrasikan ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan logistik kawasan secara mandiri.
Selain itu, RGI akan mendorong kerja sama sister city antara Mentawai, Miami, dan Hawaii yang disebut sebagai M2H. Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat posisi Mentawai sebagai salah satu pusat pariwisata dan olahraga selancar dunia.
Rinto menambahkan, pengembangan pariwisata Mentawai tidak hanya mengandalkan potensi ombak, tetapi juga kekayaan budaya, termasuk Sikerei yang merupakan salah satu ritual adat Mentawai.
“Saya termotivasi menjadikan sektor pariwisata sebagai andalan di Mentawai. Selain ombak yang paling bagus dan menantang, kami juga memiliki budaya unik yang dinamakan Sikerei, yakni salah satu ritual adat Mentawai. Karena itu, branding pariwisata yang kami usung adalah Surf and Soul (Berselancar dan Jiwa),” ungkapnya.
Menurut Rinto, perpaduan potensi alam dan budaya tersebut diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui sektor akomodasi, kuliner, dan kerajinan.





