Wednesday, January 21, 2026
Cakraline
  • Home
  • Celebrity
    • Lifestyle
  • Female
    • Inspiratif
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Isu Khusus
  • Film & Musik
    • Fashion
    • Musik
  • travel
    • Destinasi
    • Galeri
  • Video & TV Streaming
  • Olahraga
    • Lokal
    • Internasional
  • Home
  • Celebrity
    • Lifestyle
  • Female
    • Inspiratif
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Isu Khusus
  • Film & Musik
    • Fashion
    • Musik
  • travel
    • Destinasi
    • Galeri
  • Video & TV Streaming
  • Olahraga
    • Lokal
    • Internasional
Morning News
No Result
View All Result
Home Nusantara

Eifie Julian Hikmah Atlet Disabilitas diterima Kuliah Gratis di UGM

by sal
August 5, 2025
0
0
SHARES

Setiap orangtua tentu menginginkan buah hatinya  lahir secara sempurna. Namun harapan Eny Nawangsih, tak sesuai seperti harapannya.  Eifie Julian Hikmah  putri cantik yang dilahirkannya tak sempurna.

Eifie-Julian-Disibilitas-diterima-UGM-foto-Donnie-Ugm
Eifie-Julian-Disibilitas-diterima-UGM-foto-Donnie-Ugm

Mochamad Farid suaminya hanya bisa pasrah melihat kenyataan  bahwa putrinya lahir hanya dengan memiliki satu tangan, pada Minggu, 23 Juli 2006 silam. Eifie kini berusia 19 tahun.  Ia diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM)  gratis melalui jalur atletk disabilitas.

READ ALSO

Ekonomi Kreatif Sebagai Mitigasi Resesi Ekonomi 2030

Menakar Peta Jalan Ekonomi Kreatif Menuju Keberlanjutan dan Kualitas

 

Perasaan Eny campur aduk. Dengan penghasilan sang suami sebagai tukang kayu, kekhawatiran menyergap: mampukah mereka membesarkan putrinya dengan sebaik-baiknya?

 

Di tengah rasa cemas, dukungan keluarga mengalir. Tak perlu ada yang disalahkan, keluarga besarnya memberi dukungan. Mereka yakin,  putrinya hadir selayaknya rezeki. “Membawa banyak hikmah di bulan Juli, makanya diberi nama Eifie Julian Hikmah,” ungkap Eny Nawangsih.

 

Dikutip dari ugm. ac.id,  Eifie tumbuh menjadi anak yang cerdas dan ceria.  Ia jadi perhatian anak-anak di lingkungannya karena disabilitas daksa yang ia miliki. Kondisi ini menyebabkan keterbatasan fungsi tangan kanannya. “Tangannya putul, tangannya putul,” kenang Eny, mengingat teriakan polos anak-anak kecil dari balik pagar. Meski Eifie cukup percaya diri, di momen-momen seperti itu, air matanya tetap jatuh.

 

“Setiap kali mengaji, saya tunggu di samping masjid. Anak yang mengejek saya cari, saya tegur baik-baik supaya berhenti. Yang lihat-lihat dari pagar juga saya usir,” ucap Eny saat ditemui di kediamannya di Jamsaren, Kediri, Jawa Timur, Minggu (2/8/2025).lalu

Saat akan masuk SD, Eny dihadapkan pada dua opsi: menyekolahkan Eifie di SLB atau di SD negeri dekat tempat tinggalnya. “Tidak ada masalah,” kata gurunya saat itu.

 

Benar saja, kondisi disabilitasnya tidak menghalangi langkah akademik Eifie. Ia meraih peringkat pertama dari kelas 1 hingga 6 SD. Mentalnya tumbuh dan terus menguat seiring waktu.

 

Efie tumbuh dengan rasa percaya. Ia tak peduli dengan orang yang menatapnya.  “Dengan keadaan seperti ini, aku masih bisa beraktivitas, berprestasi, dan belajar dengan baik. Jadi, buat apa harus dengerin omongan orang? Lebih baik percaya sama kemampuanku sendiri.”

 

Atletik

 

Eifie masih ingat jelas pertemuannya dengan Pak Karmani, pelatih pertamanya yang juga berjualan es krim keliling. Seperti anak-anak lain, Eifie mampir membeli jajan. Karmanni tertarik melihat fisiknya, ia ditawari apakah mau ikut latihan.

Karmani sudah lama memperhatikan Eifie, ia baru berani mengajak latihan setelah kelas 3. Dunia atletik sebetulnya asing baginya. Satu-satunya olahraga atletik yang ia tahu hanya lari. Bahkan saat mulai latihan pun, ia hanya mengenakan sepatu sekolah seadanya. “Ibu sempat khawatir dengan biaya, tapi ternyata tidak perlu beli seragam atau bayar iuran apa pun,” tambahnya.

 

Selang beberapa bulan berlatih, Eifie diikutkan pada kompetisi pertamanya. Ia mendapat bantuan Rp200.000 untuk membeli sepatu paku. Namun, harga di toko ternyata jauh lebih mahal. Ayahnya kala itu hanya memiliki tabungan Rp150.000, sementara sang ibu membawa Rp19.000. “Tunggu di sini dulu,” kata ayahnya sebelum pergi mencari tambahan. Entah bagaimana caranya, beliau kembali membawa sisa uang yang dibutuhkan. Sepatu paku pertama Eifie akhirnya terbeli.

 

Hasilnya tak sia-sia. Di kompetisi perdananya, Eifie meraih juara kedua untuk nomor lari 200 meter pada Kejuaraan Walikota Cup Surabaya Se-Jawa Timur. Sekolah bahkan memasang banner ucapan selamat untuknya.

 

Sejak saat itu, ia semakin rajin berlatih, tiga kali seminggu di sela-sela kegiatan belajar. Dari lomba antarpelajar tingkat daerah hingga kejuaraan nasional, ia terus berlari. Tak hanya di lintasan 100, 200, atau 400 meter, ia juga menjajal lompat jauh dan tolak peluru.

 

Meski begitu, perjalanan tidak selalu mulus. Eifie mengaku, tantangan terberat bukan hanya lawan tanding, tetapi dirinya sendiri. Ia kerap merasa gugup menjelang lomba. Meski sudah pemanasan, tubuhnya bisa tiba-tiba kaku saat start. Pernah, di kejuaraan provinsi, ia kehilangan fokus dan gagal mendengar aba-aba. “Pernah juga, sisa 50 meter, aku malah melambat. Harusnya bisa dapat perunggu, tapi tersalip, dan selisih waktunya cuma 0,0 detik. Nangis waktu itu,” kenangnya.

 

Ujian kian berat ketika ayahnya meninggal dunia, sebulan sebelum Pekan Paralimpiade Provinsi Jawa Timur 2024. Saat itu, mentalnya belum pulih. Di ajang ini, ia tak mendapat emas. Eifie sempat khawatir gagal melangkah ke ajang nasional. Terlebih, ini merupakan impian ayahnya. “Dulu suka marah kalau ayah telat sedikit jemputnya, padahal ayah juga capek. Sekarang aku mikir, kenapa ayah nggak nunggu sampai aku ada di titik ini,” ucapnya sedikit bergetar.

 

Tekanan dan rasa kehilangan memberinya banyak pelajaran. Debutnya di Pekan Paralimpiade Nasional 2024 dilalui dengan susah payah. Dua nomor awal berakhir tanpa medali. “Takut nggak bawa pulang apa-apa,” ujarnya mengingat momen itu. Syukurlah, di nomor 400 meter, ia bangkit dan menyabet perunggu.

 

“Kompetisi di Palembang (Pekan Paralimpik Pelajar Nasional 2023) juga berkesan buatku. Ternyata aku bisa lompat jauh dan malah bawa pulang emas dari sini,” katanya sambil tersenyum.

 

Dukungan Ayah

 

Sejak SMP, Eifie bertekad harus kuliah. Harapan itu tidak datang tiba-tiba, melainkan tumbuh dari cerita almarhum ayahnya yang sempat menempuh pendidikan tinggi, tetapi harus terhenti di tengah jalan karena kendala biaya. Keinginan untuk kuliah pun semakin menguat saat ayahnya berpulang. Eifie merasa perlu menuntaskan mimpi sang ayah yang tertunda. Ia ingin menunjukkan bahwa ia bisa mengenyam pendidikan tinggi, bahkan di kampus terbaik.

 

Bagi anak kedua dari empat bersaudara ini, orang tuanya saling melengkapi. Sang ayah merupakan sosok yang mengalir dan mendukung minat dan bakat anak-anaknya, termasuk saat Eifie mulai menekuni olahraga atletik. Sementara itu, ibunya hadir sebagai penyeimbang, yang sejak ia kecil selalu menekankan pentingnya pendidikan. Satu hal yang selalu Ibunya ingatkan, “Sekolah nomor satu. Jadilah orang pintar, tapi kalau sudah pintar, ojo minteri uwong.”

 

Tiga Kali Gagal

 

Awal ketertarikannya pada Universitas Gadjah Mada bermula secara tak sengaja. “Waktu itu lihat video PPSMB Palapa di media sosial. Aku langsung bilang mau kuliah di UGM, pakai almamater karung goni, dan nyanyi lagu PPSMB (Pionir saat ini),” kenangnya. Sejak saat itu, impian masuk UGM menjadi salah satu target pribadinya.

 

Namun, jalan menuju kampus impian penuh dengan rintangan. Ia sempat gagal di jalur SNBT, lalu kembali ditolak di UM UGM CBT. Ketika pengumuman PBU tiba, Eifie tidak berani membukanya. “Udah ketampar kalimat ‘maaf, belum diterima’ berkali-kali. Sebelum buka pengumuman, aku minta maaf ke Ibu kalau gagal lagi,” ceritanya.

 

Atas dorongan ibunya, ia pun membuka pengumuman. Dan kali ini, kabar baik datang. Ia diterima di Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. “Langsung peluk Ibu. Nangis banget,” ucapnya haru.

 

Pilihan Akuntansi bukan asal ambil. Ketertarikannya pada pelajaran ini tumbuh sejak bersekolah di SMAN 2 Kediri, berkat cara mengajar gurunya yang menyenangkan. Bersama teman kelasnya, ia kerap berebut maju ke papan tulis untuk menjawab soal. Setelah melalui sholat istikharah dan berbagai pertimbangan, ia mantap memilih jurusan ini. “Harapannya, nanti bisa jadi akuntan atau auditor di perusahaan yang menjanjikan atau melanjutkan karier sebagai paraatlet,” harapnya.

 

Kini, sebagai mahasiswa UGM yang diterima melalui jalur PBUTM, Eifie bersyukur bisa berkuliah tanpa harus membebani ibunya. “Subsidi UKT 100% dari UGM sangat meringankan jalanku ke depan,” ucapnya penuh syukur.

 

Selain fokus kuliah, Eifie ingin aktif berorganisasi, ikut berbagai lomba, hingga menjajal program magang. Dengan status sebagai mahasiswa UGM, ia ingin mengoptimalkan setiap peluang yang ada sebaik-baiknya.

 

Eifie juga bertekad untuk tidak meninggalkan dunia atletik. Ia tetap akan berlatih tiga kali seminggu dengan meminta program latihan mandiri kepada pelatih. Ia sadar kini harus lebih pandai membagi waktu agar mimpi untuk bertanding di ajang internasional tidak berhenti sebagai angan-angan. “Aku mau mecahin rekor pribadi dan ngalahin lawan-lawan yang selama ini susah dikalahkan,” tuturnya bersemangat.

 

Eifie menekankan pentingnya menjadi seseorang yang berpendidikan. Pendidikan membantu seseorang memiliki prinsip dan mampu mengambil keputusan dengan lebih bijak. Semua itu bisa dimulai dengan menggali minat dan bakat, lalu mengembangkannya dari hal-hal sederhana di sekitar.

 

“Nggak usah dengerin omongan orang yang menjatuhkan. Semua punya waktunya masing-masing,” pungkasnya. (Salma. ugm.ac.id)

Related Posts

Bali-Destinasi-Wisata-Unggulan-berkat-keberagaman-fto-Kemenpar
Nusantara

Ekonomi Kreatif Sebagai Mitigasi Resesi Ekonomi 2030

January 17, 2026
Kemenpar-Widiyanti-Putri-Wirdana-apresiasi-Kepercayaan-Wisata.-ft-Kemenpar
Nusantara

Menakar Peta Jalan Ekonomi Kreatif Menuju Keberlanjutan dan Kualitas

January 17, 2026
Nafis-Ahnaf-kakak-Syafiq-Ridhan-Ali-Razan-memandangi-foto-adiknya-pada-saat-upacara-pelepasan-jenazah-di-halaman-Masjid-Baiturrosyidin-Perumahan-Depkes-Kota-Magelang
Nusantara

Dhani Rusman Orangtua Syafiq Pendaki hilang di Gunung Slamat. ‘Terima Kasih Anak Saya ditemukan’

January 17, 2026
Teguh-Rahardjo
Nusantara

Hegemoni Oligarki Tambang dan Ilusi Transisi Energi dalam Jerat Konflik Kepentingan

January 15, 2026
Syamil-Shaya-Besayef-dalam-sebuah-kegiatan
Nusantara

Islam Sebagai Pembentuk Peradaban Bukan Sekedar Ritualistik

January 15, 2026
Syamil-Shafa-Besayef-Ketua-Umum-HMI-Bulaksumur-2025-2026
Nusantara

Disintegrasi Bangsa Terancam  Refleksi Atas Kondisi Bencana Sumatera

January 14, 2026
No Result
View All Result

Recent Posts

  • Ekonomi Kreatif Sebagai Mitigasi Resesi Ekonomi 2030
  • Menakar Peta Jalan Ekonomi Kreatif Menuju Keberlanjutan dan Kualitas
  • Dhani Rusman Orangtua Syafiq Pendaki hilang di Gunung Slamat. ‘Terima Kasih Anak Saya ditemukan’
  • SPHP  Beras diperpanjang : Strategi Jitu atau Sekadar Penunda Krisis Pangan?
  • Refleksi Kebijakan Dalam Sudut Pandang Perempuan

Recent Comments

    Archives

    • January 2026
    • December 2025
    • November 2025
    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • April 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • January 2025
    • December 2024
    • November 2024
    • October 2024
    • September 2024
    • August 2024
    • July 2024
    • June 2024
    • May 2024
    • April 2024
    • March 2024
    • February 2024
    • January 2024
    • December 2023
    • November 2023
    • October 2023
    • September 2023
    • August 2023
    • July 2023
    • June 2023
    • May 2023
    • April 2023
    • March 2023
    • February 2023
    • January 2023
    • December 2022
    • November 2022
    • October 2022
    • September 2022
    • August 2022
    • July 2022
    • June 2022
    • May 2022
    • April 2022
    • March 2022
    • February 2022
    • January 2022
    • December 2021
    • November 2021
    • October 2021
    • September 2021
    • August 2021
    • July 2021
    • June 2021
    • May 2021
    • April 2021
    • March 2021
    • February 2021
    • January 2021
    • December 2020
    • November 2020
    • October 2020
    • September 2020
    • August 2020
    • July 2020
    • June 2020
    • May 2020
    • April 2020
    • March 2020
    • February 2020
    • January 2020
    • December 2019
    • November 2019
    • October 2019
    • September 2019

    Categories

    • Destinasi
    • Ekonomi
    • Event
    • Exclusive
    • Fashion
    • Film
    • Galeri
    • Inspiratif
    • Isu Khusus
    • Kolom Mahasiswa
    • Musik
    • Nusantara
    • Regional
    • Transportasi

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    • Destinasi
    • Ekonomi
    • Event
    • Exclusive
    • Fashion
    • Film
    • Galeri
    • Home
    • Inspiratif
    • Internasional
    • Isu Khusus
    • Kontak
    • Lifestyle
    • Lokal
    • Musik
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Politik
    • Regional
    • Susunan Redaksi

    © 2024 Cakraline

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Celebrity
      • Lifestyle
    • Female
      • Inspiratif
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Politik
      • Isu Khusus
    • Film & Musik
      • Fashion
      • Musik
    • travel
      • Destinasi
      • Galeri
    • Video & TV Streaming
    • Olahraga
      • Lokal
      • Internasional

    © 2024 Cakraline