Mimpi seniman, budayawan dan pengusaha I Made Putrawan untuk menerbitkan proyek buku dokumentasi seni budaya suku (tribal art) Indonesia dalam waktu dekat rampung. Made Putrawan mengandeng sutradara sekaligus tokoh fotografi, Ian Wibowo mengerjakan proyek ini.

Ditujukan untuk pasar internasional, proyek buku yang digarap di Studio Alam 1AN Movie Academy ini kabarnya bernilai fantastis hingga Rp1 triliun dan digadang-gadang jadi mahakarya seni budaya suku.
“Penulisnya kurator ternama dari Belanda. Penyiapan buku museum Puma itu sudah dilakukan sejak tahun lalu. Tahun 2026 akin selesai,” ujar Made Putrawan. Buku itu akan dirilis sekaligus pembukaan museum Puma di Bali.
Museum Puma akan menjadi pusat pelestarian alam dan peradaban budaya, yang selama ini telah banyak kunjungi masyarakat maupun para selebritis tanah air seperti Paramitha Rudady, Angelina Sondakh, Ayu Azhari, Rafffi Ahmad, Elma Theana, Chritine Hakim dan Febi Febiola.
Semua koleksi seni suku telah didokumentasikan kemudian disimpan di Museum PUMA, satu-satunya museum tribal di Indonesia milik I Made Putrawan. Koleksi seninya disebut sebagai yang tak ternilai.
“Di Museum Puma, juga dilestarikan budaya dari Tiongkok, berbagai barang-barang budaya dari dynasty Qing/Ming/Hans sampai zaman niolitic juga ada,” beber Made Putrawan.
Museum Puma berletak di kota Denpasar Bali. Ia menyebut buku tribe art Menurut Made yang dikenal dengan nama Mr Puisi buku itu sangat inspiratis, mulai dari zama pra sejarah sampai dengan sejarah. Proyek buku ini memasuki tahap eksekusi fotografi pada awal 2025 dan ditargetkan rilis skala internasional di akhir 2026, bekerja sama dengan mitra penerbit global juga lembaga budaya dunia.
Ian Wibowo mengatakan, “Proyek fotografi buku tribe art ini contoh inspiratif generasi muda kreatif yang menggabungkan keahlian teknis dan jiwa seni,.. “ Ian Wibowo dikenal sudah yang memegang ratusan proyek international chance industri perhotelan di Indonesia.

Ian Wibowo menjelaskan, I Made Putrawan telah mengundang produser Nova Vista Media yakni, Hengky Rahardi Chandra, Daniel Wille dan boygrup Anthem Boys.
“Mereka live show tiga hari di museum dan Studio Alam 1AN. Ini bukan hanya proyek fotografi, tapi merupakan misi budaya lintas bangsa untuk menunjukan keragaman kekayaan budaya kita Indonesia,” ia menyambung.
Sementara itu, Produser sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Persatuan Artis Film dan Seniman Indonesia (PARFIS), Erry Wibowo menyambut hangat kolaborasi budayawan I Made Putawan dan Ian Wibowo.
“Kami organisasi yang menaungi bidang keartisan dan seniman di Indonesia mendukung penuh karya monumental ini. Semoga jadi simbol kebangkitan seni dan budaya Indonesia di mata dunia,” ujar Erry Wibowo.
Dukungan untuk proyek buku dokumentasi seni budaya suku Indonesia mengalir dari berbagai kalangan, termasuk Ketua Umum PARFIS, Tanty Norrista dan Dewan Pembina Sebir Rahmat.





