Rayyan Arkan Dikha, sosok bocah lomba perahu ‘ Pacu Jalur’ Kuantan Singingi, Raiu, saat ini sedang viral. Gerakan penari cilik berusia 11 tahun yang terlihat asik sehingga diikuti banyak orang. Ia kini dijuluki Aura Farming.

Gerakannya kini jadi trend, bahkan pemain bola internasional hingga pembalap F1 pun turut mengikuti aksinya yang berdiri dan menari di ujung perahu saat balapan.
Dikha mengaku spontan saat menari di atas jalur. Dia lantas terkejut dan senang saat aksinya itu viral dan mendapat sambutan hangat dari para warganet di seluruh dunia. “Perasaan senang, kalau menari itu spontan saja,” ucap Dhika.
Atraksi memukau Dhika tukang tari dihaluan depan Jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo desa Pintu Gobang Kari kecamatan Kuantan Tengah, Kuansing Riau seketika trending di platform media sosial ternasional.
Terlebih setelah akun Tiktok resmi klub sepakbola Paris Saint-Germain atau PSG memposting atraksi para pemain yang meniru gaya Dika dengan tajuk The Aura Farming on Boat.
Postingan klub sepakbola juara liga Champions semakin membuat Pacu Jalur meluncur dijagat platfom Medsos dunia. Sebab klub tersebut punya pengemar diberbagai belahan duna.
Aksi viral Dhika menambah berkah bagi tradisi Pacu Jalur kebanggaan warga Kuansing. Karena semakin dikenal dunia. Namun berkah juga buat Jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo dan Dhika sendirim
Setelah videonya viral, salah satu jalur kebanggaan Kenegerian Kari langsung mendapat sponsor.
“ Alhamdillah salah satu lembaga dari Jakarta langsung menjadi sponsor Jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo yakni Boat Dancer Kita Group. Mereka sudah mentransfer dana sponsor Rp 20 juta pada Rabu (2/7/25) malam, “kata Pj Kades Pintu Gobang Kari, Dadang Mutaqin, belum lama ini
Dhika mengaku senang sosoknya kini menjadi viral. “ Alhamdulillah banyak berkah setelah viralnya aksi tukang tari jalur Kami. Dhika sendiri juga mendapat donasi yang diantarkan langsung oleh orang kerumah orang tuanya,”
Namun berkah yang paling utama menurut Dadang, Pacu Jalur semakin dikenal dunia. “Ini menjadi kebanggaan tak terkira bagi keluarga, desa Kami, Kuansing, Riau dan negara Kita,” kataDadang.
Siapa sosok Dika. Menurut Dadang, Dika memiliki nama lengka Rayyan Arkan Dikha. Siswa kelas V SD Negeri 014 Pintu Gohang Kari lahir di Desa Koto Kari, 28 September 2014. Dika merupakan putra dari Jupriono dan Rani Ridwati.
Menurut Dadang, Dika sudah menjadi tukang tari jalur Tuagh Koghi Dubalang Ghajo selama dua tahun. “ Sebelum Dika, adiknya yang menjadi tukang tari,” ujar Dadang.
Untuk menjadi tukang tari menurutnya tidak sembarangan dan ditunjuk oleh pengurus Jalur. Harus ada bakat memahami pola tari dan latihan menjaga keseimbangan. “ Syarat lain harus pandai berenang,”katanya.





