Thursday, January 8, 2026
Cakraline
  • Home
  • Celebrity
    • Lifestyle
  • Female
    • Inspiratif
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Isu Khusus
  • Film & Musik
    • Fashion
    • Musik
  • travel
    • Destinasi
    • Galeri
  • Video & TV Streaming
  • Olahraga
    • Lokal
    • Internasional
  • Home
  • Celebrity
    • Lifestyle
  • Female
    • Inspiratif
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Isu Khusus
  • Film & Musik
    • Fashion
    • Musik
  • travel
    • Destinasi
    • Galeri
  • Video & TV Streaming
  • Olahraga
    • Lokal
    • Internasional
Morning News
No Result
View All Result
Home Inspiratif

Erlina Sri Wahani ibu dari anak-anak  berkebutuhan khusus  

by as
November 25, 2024
0
0
SHARES

Cakraline.com. Berawal  putrinya penderita celebral palsy, Erlina Sri Wahani bersama suaminya Serka (TNI) Darmawanto mendirikan Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus (RRBK) di Simalungun, Sumatera Utara, sejak 2015.

Sri-Erlina-bersama-keluarga-anak-anak-berkebutuhan-khususu-ft-Ist.
Sri-Erlina-bersama-keluarga-anak-anak-berkebutuhan-khususu-ft-Ist.

Erlina menceritakan perjalanan panjang kegiatanyan sehingga mendapat apresiasi dari masyarakat.  “Awalnya kegiatan dilakukan dirumah dinas,  di ikuti oleh 5 orang ibu-ibu yang punya pengalaman yang sama,” katanya

Semua berawal ketika   Erlina  membentuk  komunitas ibu-ibu yang memiliki anak disabilitas agar bisa saling mendukung dan tidak merasa sendirian.  Kegiatan tersebut dilakukan terus menerus secara mandiri. 

Berjalan waktu  anggota komunitas terus bertambah. Rumah dinas yang kecil tak cukup menampung anak-anak jika berkumpul. Erlina kemudian mengajak warga komplek untuk membantu.  Dari satu rumah hingga menjadi tiga rumah. “ Kita kumpul  melakukan  kegiatan  diberanda rumah,”ujarnya.

Aktivitas itu mengundang perhatian  pejabat daerah,  Erlina  disarankan untuk mendirikan  Yayasan agar  semua kegiatan bisa terkordinasi.   Kini semua kegiatan Yayasan mengunakan sebuah gedung Puskesmas yang tak terpakai untuk menampung sekitar 465 anak dari berbahai daerah di Sumatara Utara,  sehingga anak-anak merasa nyaman.  “ Rumah saya nggak bisa menampung, dapat pinjaman gedung ini. Disini kami berkegiatan,” ucap Erlina.

 

 

 

Sebagai pengiat sosial Erlina  telah melakukan banyak hal sepanjang hidupnya, mengatasi kesulitan orangtua dari anak penyandang disabilitas beragam cara.  Intinya Erlina ingin mengedukasi perempuan dikampungnya agar  selalu merasa bersyukur dari takdir tak memiliki anak yang sempurna.

Sri-Erlina-dalam-suatu-kegaitan-di-Simalunggun-Sumatera-Utara-ft-Ist
Sri-Erlina-dalam-suatu-kegaitan-di-Simalunggun-Sumatera-Utara-ft-Ist

 

 

Erlina bersyukur  semakin hari semakin banyak orangtua yang tertarik bergabung.  Dia merasa  bahagia perjuangan panjang selama ini akhirnya membuahkan hasil yang sangat memuaskan.  Dia juga puas karena  ada orangtua yang selama ini menutup diri  kini sudah mulai terbuka.

 

 

Mereka tak lagi merasa malu memiliki anak-anak yang disebutnya sebagai anak yang istimewa.  Orangtua yang tadi menutup diri kini sudah berani bersikap terbuka.   Erlina pun mengaku, kini dia tak lagi merasa sendiri memperjuangkan hak-ahak anak berkebutuhan khusus.

 

“ Berjuang tak lagi sendiri,  terlalu banyak hak anak ini belum tercapai mulai dari kesehatan, sampainya  sulitnya pendidikan. Seorang ibu tentu akan memberikan yang terbaik, kami bersama-sama memperjuangkan,” katanya.

 

Hingga kini di daerahnya belum ada sekolah untuk anak-anak berkebutuhan. “ Adanya SLB yang sudah mandiri, untuk anak-anak disabilitas belum ada. Padahal ini mendesak banyak anak-anak yang dilatih berjalan atau bisa duduk. Kami juga butuh guru,” pintanya.

 

 

Anak berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian yang lebih. Meski dengan peralatan  serba terbatas  Erlina senang  anak-anak bisa memperoleh latihan. Selain itu mereka juga menerima santunan  setiap bulan, seperti, beras, susu pampers, makanan ringan maupun vitamin.

 

Erlina juga bekerja sama dengan sejumlah volunteer membantu   mengkampanyekan perjuangannya. “ Butuh waktu 15 tahun akhirnya bisa seperti sekarang,” katanya. 

 

Untuk  mengecek kesehatan  anak-anak ada kendala terbatasnya tenaga dokter. “ Kami perlu banyak dokter setiap ada kegiatan. Selama ini hanya mengandalkan  dokter yang merawat Najwa, dibantu dibantu kuliah,” keluhnya.

 

Dikatakan Erlina, alat-alat yang digunakan anak-anak latihan cukup memadia meski belum lengkap.  Dia juga mengeluhkan terbatas tenaga fisioterapi. Sehingga anak-anak harus antri cukup lama.  “ Yang lumpuh motoriknya ruang gerak terbatas, kita perlu  ahli terapi.  Kadang menunggu sampai sore, mereka bosan duluam,” katanya.

 

Namun Erlina  dan suaminya tak kehilangan ide, dia kemudian menjalin kerjasama dengan tukang pijat tradisional.   Terapi pijat dilakukan seminggu dua kali agar  otot anak lebih lentur.  

 

Anak-anak ini lumpuh motoriknya ruang gerak terbatas, kita perlu fisioterapi untuk melenturkan otot mereka  Terapi maupun pijat tradisional dilakukan secara gratis.  “ Sangat membantu melemas otot yang kaku, anak  jadi lebih tenang. Kalau memanggil terapi kerumah satu kali  kunjungan Rp. 150, berat juga. SDM  kami sedikit,” bebernya.

No Result
View All Result

Recent Posts

  • TJ Radio,  Penyanyi,  Komedian  Jalan Sehat  Galang  Donasi untuk Korban Bencana di Sumatera
  • Mengenang  Ashraf Sinclair  Lewat Film Syetan  Munafik
  • Korban    Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak Semarang bertambah. Bus dikemudikan Sopir 
  • Amanda Manopo  hamil  Kenny Austin  Rayakan Natal di Jakarta
  • Bus Cahaya Trans Kecelakaan di Exit Tol Krapyak Kota Semarang Korban Meninggal 15 Orang 19 orang Luka-luka

Recent Comments

    Archives

    • December 2025
    • November 2025
    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • April 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • January 2025
    • December 2024
    • November 2024
    • October 2024
    • September 2024
    • August 2024
    • July 2024
    • June 2024
    • May 2024
    • April 2024
    • March 2024
    • February 2024
    • January 2024
    • December 2023
    • November 2023
    • October 2023
    • September 2023
    • August 2023
    • July 2023
    • June 2023
    • May 2023
    • April 2023
    • March 2023
    • February 2023
    • January 2023
    • December 2022
    • November 2022
    • October 2022
    • September 2022
    • August 2022
    • July 2022
    • June 2022
    • May 2022
    • April 2022
    • March 2022
    • February 2022
    • January 2022
    • December 2021
    • November 2021
    • October 2021
    • September 2021
    • August 2021
    • July 2021
    • June 2021
    • May 2021
    • April 2021
    • March 2021
    • February 2021
    • January 2021
    • December 2020
    • November 2020
    • October 2020
    • September 2020
    • August 2020
    • July 2020
    • June 2020
    • May 2020
    • April 2020
    • March 2020
    • February 2020
    • January 2020
    • December 2019
    • November 2019
    • October 2019
    • September 2019

    Categories

    • Destinasi
    • Ekonomi
    • Event
    • Exclusive
    • Fashion
    • Film
    • Galeri
    • Inspiratif
    • Isu Khusus
    • Kolom Mahasiswa
    • Musik
    • Nusantara
    • Regional
    • Transportasi

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    • Destinasi
    • Ekonomi
    • Event
    • Exclusive
    • Fashion
    • Film
    • Galeri
    • Home
    • Inspiratif
    • Internasional
    • Isu Khusus
    • Kontak
    • Lifestyle
    • Lokal
    • Musik
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Politik
    • Regional
    • Susunan Redaksi

    © 2024 Cakraline

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Celebrity
      • Lifestyle
    • Female
      • Inspiratif
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Politik
      • Isu Khusus
    • Film & Musik
      • Fashion
      • Musik
    • travel
      • Destinasi
      • Galeri
    • Video & TV Streaming
    • Olahraga
      • Lokal
      • Internasional

    © 2024 Cakraline