Cakraline.com. Jakarta – Pemain film Furi Harun merasa bersyukur karena memiliki kemampuan indigo internasional yang selama ini bisa berkomunikasi dengan arwah dan sangat menyukai boneka.

Perempuan cantik yang pernah bermain film bergenre horor berjudul Pesan-Pesan Kematian, mengaku pengalamannya berkomunikasi dengan Hantu melalui medium boneka ia tuangkan dalam sebuah buku terbarunya yang berjudul ‘Kisah 7 Boneka Furi Harun’.
Dalam penyusunan buku ini, Furi Harun dibantu oleh seorang penulis muda Ditta Amelia Saraswati. Bagi perempuan kelahiran Sukabumi 30 April dari ayah berdarah Arab dan ibu berdarah Sunda, ini adalah buku keduanya yang mengisahkan pertemuannya dengan para arwah. Sebelumnya, Furi sudah menerbitkan buku berjudul ‘Furi Harun Dimensi Lain; Ghost Diaries’ (Indi Go Press, Juni 2020) yang ditulis Rudi Utomo berdasarkan program ‘Dimensi Lain’ yang dibuat Furi Harun.
“Saya membuat buku ‘Kisah 7 Boneka Furi Harun’ ini agar kita mengetahui bahwa arwah-arwah tersebut membutuhkan kasih sayang layaknya kita yang hidup, “ jelas Furi Harun saat peluncuran buku ‘Kisah 7 Boneka Furi Harun’
Penyuka film Pengabdi Setan, menerangkan, ia mengadopsi para arwah tersebut agar mereka tidak digunakan untuk tujuan yang buruk oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Saya memasukkan mereka ke boneka agar mereka mempunyai tempat tinggal sementara, mudah dirawat dan didoakan sehingga dapat membantu mereka berjalan menuju Rest In Peace dan berpulang ke sisi Sang Pencipta,” ucapnya..
Menurut Furi, arwah-arwah yang dimasukkam ke boneka memiliki latar belakang dan kepribadian yang berbeda. Di antara ratusan boneka arwah yang dimilikinya, ada 7 boneka spesial yang kisahnya diangkat dalam buku terbarunya itu. ”Saya suka mengasuh mereka,” katanya.
Diakui Furi, boneka –boneka spesialnya itu punya karakter dan sifat yang berbeda-beda. ”Ketujuh boneka spesial itu adalah Chika si bawel yang lucu dan pintar meramal percintaan, Niang sang penjaga yang bijaksana dan lembut, Ming sang pendekar dan pelindung, Toby anak tampan yang pintar mengasuh adik-adiknya, Meiling yang manis, Chacha yang galak protektif, dan Key yang memiliki kemampuan telekinetic, “ ujarnya..
Furi menceritakan, boneka-boneka yang dimilikinya yang kini berjumlah 300 lebih, sebab dirinya sudah terobsesi pada boneka sejak kecil , Karena orang tuanya tidak memiliki uang untuk membeli boneka, lalu melarang dirinya untuk bercengkerama dengan boneka.
Mimpi untuk bisa mengoleksi boneka baru terwujud tahun 2017 setelah sukses menjadi selebriri di media sosial seperti YouTube dan Instagram.
“Orang tuaku bukan orang berkecukupan yang bisa membeli boneka dan melarangku bermain dengan boneka lazimnya anak perempuan. Akhirnya mimpi untuk mengoleksi boneka aku pendam, ”tuturnya.
Furi sedari kecil menyadari kalau dirinya mendapat anugerah dari Tuhan untuk berkomunikasi dengan makhluk dari dimensi lain. Seiring bertumbuh dewasa, Furi mengetahui bahwa karunia tersebut adalah ciri dari seorang indigo interdimensional.

“Saya selalu menggunakan kemampuannya itu untuk membantu sesama dan secara professional juga membantu pihak yang kesulitan memecahkan kasus kematian yang tidak biasa, “ kata ibu tiga anak.
Ibu tiga anak ini baru pada bulan April 2019, memutuskan untuk memulai kanal Youtube-nya sendiri dan menggandeng Tiga Belas Entertainment sebagai pihak management. Kanal Youtube tersebut diberi nama FURI HARUN (www.youtube.com/furiharun).
”Alhamdulillah, akhir tahun 2020 telah memperoleh penghargaan Silver Button dari Youtube, “ungkapnya penuh rasa syukur.
Pada channel Youtube tersebut dapat dijumpai beberapa playlist acara, namun acara yang paling ditunggu dan dinanti adalah Dimensi Lain, sebuah program reality show yang mengungkap kehadiran spirit-spirit di berbagai tempat eksotis di sekitar kita.
Berbarengan dengan hari ulang tahunnya 30 April 2021 lalu, channel Youtube Furi Harun meluncurkan satu buah program baru berjudul Indigo movie review. “Saya akan melakukan review berbagai film horor tentu dari sudut pandang saya sebagai seorang indigo interdimensional, “ tegasnya.
Di program ini Furi akan memberikan insight tentang persamaan dari apa yang terjadi di film-film tersebut dengan pengalaman yang dialami Furi baik secara ritual atau kerja alam gaib itu sendiri. Bahkan, sampai dengan rupa spirit yang digambarkan dalam film-fim tersebut. “Semua cerita di film horor Indonesia real, cuma untuk lebih menarik ada tambahan. Ini nggak masalah. Namanya bumbu cerita,” tutur Furi Furi Harun
Apakah Furi berbakat menjadi sutradara film horror ? Furi tertawa. Menjadi sutradara membutuhkan keahlian khusus, dia tak ingin asal menerima sebuah tantangan. Namun dia mengakui, semua cerita dalam Youtube, adalah hasil pikiran kerja kerasnya. ”Jadi sutradara memerlukan bakat, mungkin saja itu bisa terjadi dalam hidup saya,” tutupnya.