Cakraline.com – Semua pekerja migrant Indonesia (PMI) yang menjadi korban perdagangan orang di Myawaddy, Myanmar sudah berada ditanah air.

Pemulangan terbagi menjadi dua tahap, yaitu pada Selasa (18/3) sebanyak 400 orang dalam dua kali penerbangan dan Rabu (19/3) sebanyak 154 orang.
“ Semua sudah berada ditanah air. Rombongan kedua landing tadi pagi pukul 07.35 WIB,” ungkap Jhuda Nugraha Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri.
Sehari sebelum Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kardi Karding, menyambut 400 pemulangan pekerja yang menjadi korban perdaganga orang di Myawaddi, Myanmar.
Berapa lama dibutuhkan waktu untuk pemulihan fisikis maupun psikis, kesehatan mental para korban penipuan daring (online scam ) dari Myawaddy, Myanmar yang sudah dipulangkan ke tanah air, sejak Selasa (18/3/2025).
Menteri Abdul Kadir Karding mengatakan butuh waktu tiga hati untuk pemeriksaan terhadap 554 pekerja migrant Indonesia (PMI) yang menjadi korban perdagangan orang tersebut.
Pemeriksaan terhadap ratusan WNI yang terdiri 449 laki-laki dan 105 perempuan tersebut meliputi pemeriksaan fisik dan psikis, termasuk kesehatan mental, menurut rilis pers KP2MI, Selasa (18/3).
Secara umum kita targetkan tiga hari. Kalau ada yang bermasalah dengan kesehatannya, akan kita rujuk ke rumah sakit terdekat. Intinya kita kawal,” kata Menteri Karding usai konferensi pers di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa (18/3).
Karding memastikan bahwa kementeriannya akan menanggung penuh biaya pemeriksaan tersebut. “Tak hanya kesehatan fisik. Kesehatan mentalnya pun kita perhatikan. Kita profiling dulu tiga hari ini,” ujar dia.
Kementerian P2MI juga akan mendata dokumen dari para pekerja migran ilegal korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) itu untuk diintegrasikan ulang secara sosial agar siap kembali ke masyarakat. “Dari profiling ini nanti kita lihat treatment apa yang bisa diberikan. Seperti pendampingan usaha, atau pelatihan untuk menjadi pekerja migran yang legal,” kata Karding.
Sementara itu, dia juga terus mengingatkan masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri untuk tidak mudah tergiur iming-iming gaji besar bekerja di luar negeri.





